
___________ ♡♡♡ __________
Jangan lupa sayang Allah , sebab
hanya dia lah yang menyayangimu
disaat tiada seorangpun yang
menyayangimu
___________♡♡♡___________
"Gua mau jemput dia" Ketus Jalu yang sontak membuat Ali kaget tak main, pasalnya, Jalu itu udah males kalo bukan kelasnya sendiri, apalagi banyak cewek yang manggil manggil dia , Dia ga suka gitu gituan, soalnya yang manggil genit, ngejar ngejar dia lagi sampe ke toilet ajah di jagain, takut dia keburu kabur
"Serius loh, pasti becanda kan, suka banget bikin orang jantungan"Ali masih tak percaya, ia kira Jalu cuma main main dengan perkataannya
"Emang muka gue keliatan bercanda" Mata melotot ke arah Ali tanpa ekspresi , ia menarik tangan Ali.
Entah Apa yang di pikirkan sahabat Ali sekarang ini?
"Gua ikut?" Tanya Ali yang tangannya masih di pegang oleh sahabatnya
"Hm" Jawaban singkat dari Jalu, karena tak ingin basa basi, menjadi jawaban bagi Ali
Saat berjalan menuju kelas X bahasa, Jalu dan Ali, berbagai mata melihat mereka,
cekrek , cekrek.....
Semua hp pun juga ke arah mereka, ada yang mengabdikan moment ini, Jalu hanya terus berjalan bersama Ali, Jalu hanya heran, kenapa mereka menyukai penampilannya yang ga terawat ini, mungkin karena dia Tampan
"Lagi kesambet apa tuh si Ar eh si Jalu" Hakim buka kata melihat Jalu melewati kelasnya sendiri
"Halo " Salah satu gadis yang mengidolakan nya dengan mata genit dan senyuman
"I Love you" Sahut gadis lainnya
"Mau kemana?, nyari aku ya? Imbuh gadis lainnya yang sedang mengintip melalui jendela kelasnya
Dasi yang berada di bahu kanannya, tanpa memakai kaos kaki, dengan rambut yang belum tertata sempurna agak berwarna kemerahan, celana robek di bagian lutut dan itu ia lakukan karena sengaja, Jalu hanya biasa dengan semua itu
Dan sampailah ke kelas X Bahasa
Tok tok tok,
suara ketukan pintu yang terdengar jelas , ia tak memikirkan penampilannya yang ga terawat, bisa di bilang 'pede' , Asma hanya terdiam melihat Jalu, ia masih berpikir apakah Jalu kesini karena anggota rapat osis belum lengkap?
"Alahh..., ga mungkin" Ujar Asma namun dalam batinnya
"Assalamualaikum" Bukannya Jalu yang mengucapkannya, namun Ali, ia tahu, kalau Jalu masih malu, walaupun Jalu menampakkan ekspresi datarnya
"Waalaikum salam"
"Silahkan anggota osis ke aula!" Ucap Jalu dan langsung meninggalkan kelas itu tanpa Ali, ia tak ingin lama lama disitu karena satu kata ' gak betah' itu ajah, tak punya sopan santun.....
__ADS_1
Kelas mulai ramai dengan gosipan para cewek
"What, itu kan abang ku"
"Halo"
cekrek
salah satu gadis memotret moment itu, namun tak selang lama, Bu Ira melototnya, karena di saat jam pelajaran dilarang menyentuh benda modern yang bernama hp
Bu Ira hanya geleng geleng kepala, mau bagaimana lagi, di hukum sudah, di bawa ke BK juga sudah, dimarahi sudah ,di ancam juga sudah, tinggal menunggu dia yang berubah
"Assalamualaikum bu, makasih atas waktunya" Ali berpamitan dengan sopan, karena ia tau, jalu melakukannya dengan tak sopan
"iya" Bu Ira tersenyum dengan kesopanan Ali ,sahabat Jalu"Ayo silahkan , para anggota osis!" Ujarnya lagi
"Tuh kan Asma, kamu di panggil, malah kak tampan yang manggil" Mala membayangkan saat Jalu tak sengaja melihatnya
Asma melangkah keluar karena terpaksa, mau bagaimana lagi, ia sudah bagiaan dari anggota osis, tapi sebelum keluar , Asma sudah berpamitan dengan Bu Ira
####
"Jadi besok itu ada acara class meetting, kalian para osis mempersiapkan acara nya!"Pak Rian berucap sambil melihat satu persatu anggota osis
"Hedeh....., males banget sih, lagian aku ga mau punya teman kayak kak Jalu sama kak Ali, masa penampilannya kayak gitu kak Jalu, jadi merinding"
Gumam Asma, sambil melihat penampilan Jalu, mulai dari rambut agak kemerahan , dasi berada di bahu kanannya, bukan malah di pakai, tapi malah di gandeng, tanpa memakai kaos kaki, ampun...., Asma ngeri lihatnya, rasanya dia mau lekas lekas keluar dari ruang itu
Asma hanya sedikit mendengarkan pembina osis itu, mau tak mau ia harus menjawab 'iya'
"Iya Pak"
Semua anggota osis keluar satu persatu begitu pun Asma yang tak ingin lama lama di situ
"Tunggu!" Ali mencegah langkah Asma
"kenapa kak?" Tepat di di depan Ali Asma berdiri yang sejajar dengan dada pemuda itu
"Maaf ya aku ga bisa bantu kamu beberapa hari lalu"
"Ya" Jawab Asma singkat dan meninggalkan Ali sendiri
Jalu hanya melihat dari kejauhan lalu menghampiri Ali, tepat di samping Ali Jalu duduk
"Jal, bantuin gua dong, bilang ke Pak Riyan, kalau berhentiin dia jadi osis!" Ali memohon pada Jalu, sedangkan Jalu hanya diam tak mengubris perkataan Ali, ia masih fokus main hp, mungkin Jalu masih terjerumus dalam game nya
"Jal"
"Jal"
"Tuan Arga Arya Ginata"
Bebarapa kali Ali memanggil nya sampai panggilan ke 3 yang sangat asing, yaitu Arga, entah kenapa Ali memanggil nya Arga. Jalu langsung menghadap ke arah Ali, rasanya ia ingin marah karena di sebut 'Arga'
__ADS_1
Jalu meletakkan hp nya ke sakunya lagi, ia mengeraskan rahangnya, ia menatap Ali dengan tatapan marah
"Loh bisa gak ga bacot, hah!" Bentak Jalu, entah mengapa ia sangat marah dengan panggilan nama itu
"Loh bisa ga bantu gua, itu ajah" Cekik Ali tak mau kalah dari sahabatnya
"Biarin ajah tuh cewek sengsara, gua ga mau mikirin dia lagi" Jalu menjawab tanpa rasa peduli, tanpa ada rasa dosa, ia pun kembali beranjak dari tempat duduk meninggalkan Ali
Bagaikan angin lalu, ia awalnya peduli pada Asma, namun mengapa sekarang se akan akan Asma adalah angin yang memberi kesegaran namun hanya sedetik
"Segampang itu elo bilang gitu" Ali geli dengan jawaban sahabatnya, ia merasa sangat bersalah, ia mengacak acak rambut nya frustasi
"Gua harus minta no WA Asma ke Hafids, gua mau bicara baik baik, apa gue minta tolong ajah ke Ilham kakanya Arga"
Arga?, kalian tau Arga? Tapi yang pasti sepertinya dia Jalu, kalian pasti heran kan, kenapa Jalu punya dua nama , kita baca novel ini, karena di balik nama ini, ada rahasia yang tak teruangkap selama 12 tahun lamanya
####
Brak...!
Jalu membuka pintu rumahnya tanpa hati hati dengan tas yang masih di gandeng di bahu kanannya, sepertinya Jalu sedang badmood sekarang ini, ia berhenti melangkahkan kakinya sebab seseorang wanita memanggil namanya, yang tak lain mamanya, Lexa
"Hati hati nak!" Ucap wanita parubaya tersebut dengan sedikit bentakan, namun sangat lembut di dengar
"Maaf Ma, " Ucap Jalu, smabil menyalami Mamanya yang duduk
"Kamu ini gimana sih, bajunya ga rapi, kamu sadar gak kalau adik sama kakakmu itu nggak kayak kamu!" Ketus Papa Jalu yang tak lain bernama Brayent Arya Ginata
Brayen Arya Ginata adalah seorang CEO yang sangat sukses, bahkan ia tak segan mengalahkan perusahaan lainnya, agar mereka tak bisa melawannya, ia mempunyai anak , pertama Ilham Arya Ginata yang mengurus salah satu perusahaannya , yang menduduki kelas XII SMA, kakak kelas Jalu
Kedua Arga Arya Ginata yang sering di sebut Jalu, ia adalah anak yang selalu melawan Brayen , meskipun ia punya karier , yang suka bermain gitar, namun ia masih mengaggap enteng kariernya
sedangkan yang ketiga Luke arya Ginata** ia dalah anak bungsu , ia adalah anak yang paling di sayangi Brayen** , Luke juga mengalihkan salah satu perusahaaan milik ayahnya yang bernama 'LAGA', singakatan dari nama Luke Arya Ginata
Dari ketiga anak itu, Arga atau sebut saja Jalu, yang paling susah di atur, nakal, sering bolos, dan lainnya, beberapa kali mendapat tamparan dari papanya, meskipun begitu, ia hanya menjawaba tamparan itu dengan satu kata 'Miris'
^
^
^
^
__________
Semoga kalian suka novel ini
Tinggalkan jejak LIKE, KOMENT and VOTE aku biar aku makin semangat
Salam 45 dariku
@Rezhazulfa
__ADS_1