
4 bulan berlalu dengan cepat seperti mengedipkan mata
Malam itu Asma sedang memencet tombol remote berkali kali untuk melihat channel tv yang seru namun nihil munculnya malah berita yang terkini hingga membuatnya harus menekan tombol merah power lalu ingin pergi ke teras menemui kakaknya dan Abinya yang masih di luar sedang duduk duduk
"Ok besok Abi akan atur"
"Iya Bi " Jawab Hafids, matanya masih mamandang ke langit langit di atas di temani bintang yang kecil bibirnya tidak menampakkan senyuman seperti sedang memikirkan sesuatu entah apa
"Atur?" Gumam Asma
"Memangnya Abi mau kemana?" Tanya Asma pada Abinya . Ia masih berada di ambang pintu dengan alis yang mengkerut
Abi nya hanya tersenyum simpul dan menjawab "Nggak papa nak" Jawab nya "Kamu nggak nonton tv?" Lanjutnya dengan pertanyaan karena ingin menghindar dari pertanyaan putrinya
Benar. Menghindar. Karena Abi nya tak ingin Asma tau tentang pembicaraan tadi hanya Abinya dan Hafids lah yang tahu Asma tidak boleh
"Bosen Bi, isinya cuma berita" Jawab Asma disertai gelengan pelan lalu ia pergi ke tempat Hafids dan berdiri di depannya
Hafids yang awalnya memandang langit kini telah dihalangi dengan wajah Asma yang muncul di depannya . Ia menghembuskan nafas dan tersenyum "Apa?" Tanya nya lalu pergi ke dalam menuju kamarnya untuk tidur
Asma yang awalnya tersenyum pun langsung berekspresi layaknya orang di abaikan "Aish.. kak Hafids cuek banget sama adik kesayangannya"
###
"Gue mau minta tolong sama lo"
Kini Jalu sedang berada di Apartement miliknya bersama ke delapan temannya ini
Mereka ber-sembilan memang tidak jarang berada di sana untuk berkumpul terkadang mereka juga menginap di sana meski Jalu sedikit tidak nyaman karena mereka membuat Apartement nya menjadi kotor namun Ali menyelamatkan mereka. Ali menyewa pembantu untuk membersihkan Apartement milik Jalu kalau tidak mereka pasti sudah Jalu usir secara terang terangan
"Goyang terooss...!!" Teriak Tian. Cowok itu sedang berkonser dengan Armand dan Farhan di depan tv yang menyala membuat keadaan semakin ramai
Jalu melirik sekilas pada mereka bertiga yang berbuat keramaian "Lo bisa kan?" Tanya nya pada Ali yang beraa di depannya dan Ali mengangguk mengiyakan sambil memakan kuaci
"Gue kesel sama nih kuaci, masa makannya ajah harus buka topengnya. Ba5i!" Gerutunya sambil mengupas kulit kuaci dengan kejam
"Bodo amat!" Persetan dengan semua itu. Jalu lebih memilih melanjutkan pembicaraannya "Bantu gue cari identitasnya Asma!" Lanjutnya
"Kenapa lo tiba tiba nyuruh gue nyar..."
"Bacot . Ntar gue kasih tahu kalo lo udah cari " Potong Jalu dengan cepat, bukankah ia tidak suka basa basi?
"Lo mau minta tolong kok gini sih?" Batin Ali " Iya iya" Jawab Ali dengan nada jengkel
"Nggak yank kamu jangan ke sana ntar di tembak " Fatah. Cowok itu sedang memegang hp nya dengan kedua tangannya memainkan game dengan lincah , ia sedang bermain bersama Arita orang yang di sukainya "Gitu donk yank" Ucapnya lagi pada Arita secara online. Matanya fokus ke satu titik yaitu hp nya, dengan menghidupkan voice maka Fatah bisa saling berbicara pada Arita secara online
"Kamu ke kiri ya, biar aku yang ke arah kanan" Itu suara Arita
"Yaelah Tah ..., ternyata cewek lo juga nge-game " Celetuk Angga
Fatah melirik sekilas lalu kembali fokus pada aktivitasnya "Nggak usah di dengerin ya yank" Ucap nya pada Arita karena ia yakin Arita akan mendengar ucapan Angga yang berada di sebelahnya ini
"Lanjut ajah!" Jawab Arita yang memang tak menghiraukan perkataan Angga
"Besok besok gue mau cari cewek yang suka nge-game biar bisa bantuin gue, kalo ada yang mau nembak gue kan dia bisa nolongin gue"
__ADS_1
Memilih membalikkan badan dari pada harus mendengarkan ucapan Angga yang tidak bermanfaat. Cowok yang masih sibuk bermain game bersama Arita itu pun bisa bermain dengan puas bersama Arita
"Taraaa....." Cowok dengan baju khas chef itu sedang memegang satu piring berisi kue kue yang berbentuk kelinci yang imut. Rio. Cowok itu tersenyum , wajahnya terlihat kotor dan begitu juga dengan baju celemek nya
"Wiuh..... pak Chef udah datang nih.." Ali bersorak senang jujur, ia memang sudah lapar dari tadi . Dengan cepat Ali mengambil lima buah kue yang tersedia di piring dengan menggunakan kedua tangannya dan melahapnya dengan cepat
"Eh pak Chef ngapain kue nya dibentuk kelinci?" Tanya Armand, cowok itu memilih pergi ke arah Rio untuk mengambil kue dari pada melanjutkan aksi joget joget nya
"Yeuh.., kalo nggak mau ya gak usah ambil. Simple kan?"
Rio yang menjauhkan piringnya pun langsung ditahan oleh Armand "Siapa yang bilang gak mau?" Armand pun mengambil kue itu lalu memakannya dengan kejam di hadapan Rio, Rio yang melihatnya pun dengan cepat memalingkan wajahnya dari pada harus melihat wajah Armand yang bikin 'muntah'
###
Pagi itu di Apartement Jalu masih terlihat sepi tak ada yang mau bersiap siap untuk sekolah hari ini
Tiga cowok dengan gaya tidur yang berbeda beda itu sedang tidur di lantai depan tv, Ali sedang tidur di soffa coklat sambil di temani gitar milik Jalu karena semalam ia berlatih bersama Jalu dan Armand sedangkan yang lain entah tidur kemana
Brak!!
"BEBEB ARITAAA....." Refleks Fatah memanggil ceweknya karena kaget dengan dobrakan pintu
"Mami..." Itu suara Tian
"WOI KAKAK KAKAK BANGUUUNNNN!!!" Suara cempreng itu adalah suara Mely. Keponakan Jalu, cewek dengan menggunakan seragam smp itu sedang berada di ambang pintu dan pergi ke depan tv
"Woi ada apaan sih " Angga. Cowok itu baru saja turun dari tangga atas menuju bawah sambil meregangkan tangannya lalu menguap "Waaay..... yam goreng enak di makan "
"Ngapain lo ke sini Mel?" Tanya Fatah pada Mely, kini cowok itu sedang memasang kancing bajunya
Brak!
Mely membuka pintu kamar Jalu dengan keras "KAK ARGA BANGUNNNNNN!!!!!!" Teriaknya pada Jalu namun Jalu hanya menggeliat
30 menit.
"Cepetan ...!!!"Kesal Mely "aishh.. ibu kalian ngidam apa sih waktu kalian ada dikandungan ?"Tanya nya pada cowok yang sedang bersiap siap menuju sekolah
"Eh lo, emak lo makan apasih waktu lo dikandungan kok suara lo kayak ayam habis arisan?" Rio. Cowok itu sedang memasang jaket Jeans denim nya
"Ini nih ini nih yang punya halu tingkat dewa. Masa iya, Ayam habis arisan? Bukannya habis gajian ya?" Pertanyaan yang makin ngawur dari Tian
Memilih diam. Armand-Hakim-Fatah , cowok itu tidak bersuara
"Kak Arga anterin Mel ya ke sekolah" Pintanya pada Jalu sambil mengedip ngedipkan matanya dan menampilkan pupyeyes nya
"Gak" Tolak Arga mentah mentah . Cowok itu memilih menyisir rambutnya yang sudah di beri minyak di depan kaca
"Yahh...." Kecewa Mely "Kalo gitu kak Ali boleh gak ak..."
"Nggak Mely" Potong Ali
"Terus sama siapa dong kak Ali, tolong yah yah yah" Tujuh kedipan mata dan Ali mengangguk terpaksa
"Ok Ok!" Jawabnya
__ADS_1
###
"Lo punya mata gak sih?" Tanya Luke sambil melototi cewek yang menabraknya tadi
"Kok aku sih, kamu kan yang jalan sambil main hp" Jawab Cewek itu tak mau kalah dari Luke. Kini di depan pintu masuk sekolah telah terjadi pertengkarang antara Luke dengan Asma
"Lo...." Geram Luke rasa rasanya ia ingin menghajar cewek yang berada di depannya ini namun herannya tidak bisa
Asma menatap Luke sinis lalu pergi dari hadapan Luke sebelum terjadi pertengkaran yang lebih serius lebih baik Asma pergi
Jalu yang melihat semua itu dari kejauhan pun menghampiri Luke
Jalu menggelengkan kepala pelan "Kek anak kecil lo" Ujar Jalu pada Luke dan Luke melotot tak terima
"Oh....., jadi lo udah mau ngebelain dia nih?" Tanya Luke dengan nada mengejek
"Terserah lo!" Jawab jalu sambil meninggalkan Luke
"Sodara nggak guna" Lirih Luke pelan dan pastinya Jalu mendengar namun Jalu meneruskan langkahnya dan hanya tersenyum ketika mendengar lirihan Luke itu
###
"Ok" Jawab Jalu dengan nada mengejek Luke, tangannya melipat kedada dengan lagak wajah angkuh
Saat ini Luke dan Jalu sedang berada di belakang sekolah, mereka tak hanya berdua tapi juga terdapat teman teman Luke dan Jalu yang menemani mereka berdua yang masih berdebat tentang tantangan saat itu
"Dalam waktu satu bulan, kalo lo nggak bisa menang dari tantangan ini lo harus ke Amerika!" Tegas Luke,tak ada yang lolos dengan kata penekanan di situ
"Ok. Tapi gue juga punya syarat sama lo" Jalu berdiri dari tempat duduknya lalu berhadapan dengan Luke "Saat ini juga lo harus minta maaf soal yang tadi pagi lo nabrak Asma" Lanjutnya dengan mengunyingkan senyum miring
"Siapa takut?" Luke pun mengajak pergi ketiga temannya itu
"Ga! Gue minta lo batalin semua tantangan ini!" Ucap Ali dengan memasang ekspresi serius
"Emang lo siapa? hm?" Jalu memilih duduk kembali dari pada berdiri membuat capek
"Gue tahu lo sebenarnya pengen batalin tantangan nya tapi lo gengsi kan?" Pertanyaan Ali membuat temen teman nya harus menelan saliva nya kasar, memang diantara mereka hanya Ali saja yang berani berkata seperti itu
"Maksud lo apa?" Pertanyaan dengan nada yang tak biasa dari Jalu
Ali menghembuskan nafas kasar "Sadari sebelum menyesal!" Tiga kata terakhir Ali dan ia pun pergi dari hadapan Jalu
•
•
•
•
•
Kayaknya si Jalu (Arga) bikin urusan tambah puyeng ya?
@Rezhazulfa
__ADS_1