Batas Cinta (#S1)

Batas Cinta (#S1)
Satu mobil


__ADS_3

Tin Tin Tin


Bel sekolah sudah berbunyi, seperti biasanya siswa dan siswi pulang


"Aku pulang duluan ya Asma Mala" Teriak Lia sambil melambaikan tangannya pada Asma dan Mala


"Aku juga ya Asma , bye" Ujar Mala lalu ia pergi meninggalkan Asma


"Asma takut sendiri, tapi Asma harus coba" Batin Asma sambil menyemangatkan dirinya dengan tangan mengepal ke atas sebagai bentuk semangat


Asma mulai pergi dari sekolah itu, ia melewati setiap belokan , sesekali ada yang menyapa nya dengan senyuman dan Asma balas juga dengan senyuman sebagai bentuk ramah


"Beli eskrim dulu kali yah" Ucap Asma sambil menuju ke penjual es krim yang berada di pinggir jalan


"Beli yang roti satu kang" Ucap Asma pada Akang tersebut, sambil menunjuk pada roti itu


"Ya Neng"


"Makasih kang, ini uangnya"


Asma kembali berjalan sambil memakan eskrim nya, nampak ia sangat khidmat dengan eskrim itu, karena eskrim adalah favorite nya dari kecil sampai ia SMA


Breeessss..


Sebuah mobil melaju dengan yang sangat tinggi hingga genangan air yang ia lewati di jalan raya itu pun mengenai Asma, hingga Asma basah kuyup


"Astaghfirullah" Kaget Asma, sambil memejamkan matanya Agar air terswbut tak mengenai matanya


Eskrim yang di pegang Asma pun ikut menjadi terkena air itu


"Yahh....., basah lagi, ih rasanya gak enak" Asma tak sengaja merasakan air yang berada di mukanya


"hekkkk" Rasanya Asma ingin muntah


Asma melanjutkan pulangnya dengan berlari kecil sambil mwnutup mukanya dengan buku, agar tidak malu


"Hampir sampai, hufff"


Saat Asma mendongak


"Fajar?" Ucapnya dalam hati, ia malu dilihat Fajar, karena ia dalam keadaan yang basah terkena air yang berada di genangan jalan raya


Fajar diam tak bergeming, ia heran dengan baju Asma yang seperti itu


Asma tersenyum lalu melewati Fajar dengan mendukkan wajahnya karena malu


"Berangkat sendiri?" Tanya Fajar pada Asma, biasanya kan Asma berangkat dengan Hafids, tapi sekarang tidak, itu menurut Fajar


"Iya"Jawab Asma malu, ia mulai berlari agar cepat sampai, ia tak mau banyak mata yang melihat nya


###


"Kak Hafids udah sembuh gak?" Tanya Asma yang saja selesai mandi, dengan memakaikan handuk nya sebagai penutup rambutnya yang basah karena mandi


"Belum, insyaallah besok udah sembuh, tapi kak Hafids masuk sekolahnya dua hari lagi" Jawab hafids sambil memainkan handphone nya dengan asyik tidur di soffa depan Tv


"Kok gitu" Asma mulai cemberut, ia tak mau sendiri lagi


"Kakak lagi mau libur bentar"


"Jangan dong kak, aku sendiri lagi berangkatnya" Asma mulai menghidupkan tv nya, lalu mengambil remote


"Kakak mau refreshin otak dulu nih"


Asma beralih pandangan ke Hafids" Berarti bohong dong, kan izinnya izin sakit, tapi kakak udah sembuh"


"Kan emang sakit, tapi takut sakit lagi, makanya kakak bener bener mau maximalkan " Jawab Hafids

__ADS_1


"Alasan ajah"


"Iya, hahahhhhhahh" Jawabnya jujur tanpa dosa


"Huuuuuuuuu" Ejek Asma, sambil memencet mencet remote mengganti saluran channel tv


"Biarin"


"Asma males nih ngajarnya di MD Nurul Qodim, senin ajah ya kak"


"Nggak boleh"


"Kak Hafids kan juga nggak sekolah, terus jadwal aku ganti kakak ya" Rayu Asma sambil memperlihatkan mata puppyeyes nya pada Hafids


"Iya iya" Jawab Hafids, ia tak mau ada perdebatan lagi, Hafids sadar itu salah Hafids sendiri karena nggak masuk, jadinya Asma ikutan deh


"Yey"


###


"Asma udah pukul enam lewat lima belas nih, cepet bangunnnnnn" Teriak Hafids


"KYAAAAAA!!"


_______


"Cepet cepet, sekarang nggak boleh telat lagi" Ucap Asma sambil berlali sekencang kencangnya


Dilihatnya jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya nampak pukul tujuh kurang lima belas menit


"Nggak boleh telat lagi. hiks hiks" Asma berlari sekencangnya sambil menangis, sesekali ia menyeka air matanya yang keluar tanpa henti


Jarak sekolah dengan rumah Asma memang di perkirakan jauh, Asma biasanya berangkat pukul enam lewat lima belas karena di bangunkan Hafids


Tapi kali ini berbeda, Hafids tak bisa membangunkan Asma lebih awal sebab Hafids sekarang lagi gak masuk sekolah, makanya Hafids bangun pagi


"Mending berangkat bareng gue ajah" Luke duduk di kursi depan dengan mengendarai mobilnya , mobil yang berwarna hijau cerah, membuat orang yang melihatnya pun ikut cerah


"Nggak usah" Tolak Asma


Asma tetap berlari, namun mobil Luke juga mengikutinya dari samping dwngan santainya, seperti lamban, sedang Asma berlari begitu cepat, dan kalah cepat dari mobil itu


Ya iyalah namanya mobil....


"Bener nih?, lo di hukum lagi kalo telat, lo mau?"


Lari an Aama pun mulai melamban, ia juga bingung harus pilih yang mana


"Kalo nggak mau ya udah"


"Ok ok, tapi aku di kursi tengah" Luke mengangguk dengan permintaan Asma


Sesampainya di gerbang sekolah itu


"Stop stop!" Luke menghentikan mobilnya tepat di gerbang masuk


"Aku mau turun sampai sini ajah, dan makasih atas tumpangannya" Asma tersenyum, sebenarnya ia kurang tulus dengan senyuman itu


"Lo takut di kira kita pacaran,hm?" Tanya Luke sekilas melihat Asma dari kaca


"Takut fitnah" Asma buru buru membuka pintu mobil itu, namun tak bisa di buka, karena Luke sengaja mengunci pintu itu


"Kmu sengaja kan, cepet bukain, aku piket sekarang" Asma memaksa Sebenarnya piket Asma hari senin, dan sekarang hari sabtu, Asma terpaksa beebohong


Luke tersenyum , ia sebenarnya ingin mengerjai Asma, karena perbuatan Asma kemarin


"Buka ajah kalo bisa" Ucap Luke dengan mengangkat kakinya lalu meletakkan kaki nya ke setir mobil dan dengan tangan terlipat ke belakang sebagai bantal kepalanya

__ADS_1


"Cepetan!" Luke tetap tak tak menjawab, ia masih santai


"Kamu cowok yang paling aneh nomor dua yang pernah aku temui, dasar!" Asma meneriaki Luke, dari cara pengucapan, itu sih bukan bentuk pujian


"Nomor dua?, terus yang nomor satu siapa?"


Brak brak brak


Asma memukul mukul pintu mobil itu" Kakak kamu" Jawabnya singkat


Luke tersenyum mendengar jawaban Asma, ia makin yakin, kalau Jalu itu memang suka sama Asma, namun diam diam


"Ok gue bukain, dengan syarat, lo harus turutin perintah gue selama 1 bulan!"


"Enggak" Tolak Asma mentah mentah , ia sungguh tak terima dengan syarat yang di berikan Luke


"Ya udah, gue gak bukain, kita bakal berdiri di halaman lagi" Ucapnya santai


"Kamu nggak liat, kulit kamu yang hampir hitam" Ejek Asma


"Jadi bener lo mau kita berduaan ?"


"Ok ok, aku terima, tapi..."


"Tapi apa" Luke mulai melihat ke Asma


"15 hari ajah, plis plis plis......" Ucap Asma dengan tangan yang memohon


"Nggak" Tolak Luke


"Plissssss, "


"Tapi lo harus puji gue dulu!" Jawab Luke sambil mengangkat satu alisnya"Ayo cepet!" Lanjutnya lagi


Asma menghembuskan nafasnya kasar, ia sungguh tak percaya jika harus memiliki nasib begitu" Plis Luke yang banyak fans nya"


"Kurang!"


"Terus apa lagi?"


"Bilang gue tampan kek, cuma gitu ajah"


"Tapi kamu ga tampan "Sungguh jawaban Asma membuat Luke makin jengkel


"Lo itu mau nya apasih, udah gue baikin nggak mau, dasar!"


"Ya udah, plissss, Luke yang tampaaaaaan dan baik hati, dan keren, dan kayaaaaaaaaa"


"Bagus" Jawab Luke tersenyum kemenangan


Lalu Asma membuka pintunya, dan cepat cepat keluar, sebelum Luke berubah pikiran


"Emang tampan, tapi kalo sama kak Ilham kamu nggak tampan, wlek" Ucap Asma sambil berlari sekencangnya agar Luke tak bisa mengejar Asma


"Lo!!" Luke sungguh jengkel dengan Asma, bukannya bilang makasih, malah buat Luke makin kesal" Tunggu pembalasan gue" Lanjut Luke sambil tersenyum , yang pastinya senyuman itu adalah senyuman balas dendam


"Bener bener tuh Luke, aku nggak mau berurusan sama dia lagi" Asma melihat sekilas Mobil Luke yang terparkir di halaman sekolah


_______


15 like lanjut ...


koment ya guys kalo


Kalo ada kekurangan dari novelku, kalian boleh kasih saran buat akau, karena aku masih pemula, dan aku juga pasti punya kesalahan lah


Salam dariku

__ADS_1


@Rezhazulfa


__ADS_2