
"Si Arga mana nih Li?" Tian bertanya. Nampak cowok itu sedang menata rambutnya di depan kaca spion "Ekhem" Dehem nya dengan gaya cool
"Lo pada tau nggak?" Ali tanya balik
"Nggak" Jawab mereka bersamaan dan kompak pada Ali seakan akan ereka tak ingin tahu dan tak peduli
"Kek nya si Arga suka deh sama tuh cewek" Lanjut Ali meski teman teman nya ini masih sibuk dengan pekerjaannya masing masing
Tak..!!
Handphone yang dipegang Hakim pun terjatuh entahlah mungkin karena kaget akan ucapan Ali yang terbilang bikin ngakak buat mereka. Dengan sigap Hakik pun mengambil hp nya dan mengusap ngusap hp itu lalu menghidupkan hp itu, merasa lega karena akhirnya hp nya tidak rusak
"Hah..." Beo Tian. Bahkan sisir yang ia pegang pun tengah menyangkut di rambutnya karena Tian beralih menatap pada Ali
"Ma..maksud lo Asma?" Tanya Angga dan di balas anggukan oleh Ali
"Lo semua kenapa liatin gue?" Ucap Ali "Gue ganteng kan" Lanjutnya sambil mengangkat tangannya dan menaruhkan di bawah bahunya , jari jempol dan jari telunjuknya di bentuk huruf 'L' . Dan satu kedipan sebelah mata untuk menambah kesan lebih cool
Rio yang sempat melongo pun dengan cepat kembali ke aktivitasnya main game , karena sadar akan tingkahnya yang terbilang ngakak
"Emang apanya sih yang di suka dari Asma. Cantik? Nggak deh biasa ajah pendek lagi orangnya malah cuma sampe bahu gue. Dan gue juga nggak begitu suka kalo cewek pake hijab. " Celetuk Tian
Armand cuma geleng geleng kepala mendengar ucapan Tian yang terkesan menghina Asma "Gue salut sama lo Yan" Jawab Armand
"Thank you my best friend forever" Ucap Tian sambil menepuk nepuk bahu Armand dengan senyum merekah
"Gue salut sama loh sampe sampe gue pengen tabur taburin lo kelapa terus di makan" Senyum yang di perlihatkan Tian pun kembali memudar setelah mendengar lanjutan dari ucapan Armand
"Dasar markonah"
"Lo yakin Li?" Kini Hakim buka kata karena penasaran sekaligus ingin menghentikan perdebatan antara Armand dan Tian
"Tapi lo semua jan bilang bilang, soalnya ini cuma fighting nya gue" Jawab Ali dengan serius bahkan matanya pun tidak luput memandang mata teman temannya agar tidak memberi tau
Plak!
Tiba tiba Tangan Hakim memukul punggung Ali hingga menimbulkan bunyi "Lo sok heboh dari tadi, eh... ternyata tuh berita cuma akal akalan lo" Ucap nya gemas karena jatuhnya hp nya tadi itu gara gara Ali, meski Ali tak sepenuhnya bersalah
"Lo semua perhatiin ajah deh, gue males ngomong sama lo semua"
###
"Aduh kak aku mau pulang" Ujar Asma .Cewek itu sudah mengganti pakaian nya dengan baju berwarna hitam panjang dan kerusung pink pashmina
"Ok pulang. Gue juga bosen kalo lama lama sama lo" Jawab Jalu dengan cuek
__ADS_1
______
"Lah kok kesini kak? Pasti kak Jalu salah jalan, masa pulang ke rumah di bawa ke restoran" Ucap Asma kaget karena yang di depannya ini bukan rumahnya tapi malah restoran
"Gue pengen makan ajah"
"Tapi kan sebelum itu bisa nganterin aku pulang kak"
"Udah gue bilang, gue pengen makan!" Tegas Jalu "Dan juga udah gue bilang kalo panggil gue ARGA" Lanjutnya dengan menekan kata 'Arga' karena gemas kepada Asma yang masih lupa
"iya kak iya"
Jalu juga heran kenapa dirinya berhenti disini, padahal ia baru juga dari cafe milik Ali, perutnya pun juga masih kenyang entah kenapa Jalu bisa tiba tiba tidak sadar
###
"Keknya gue kenal deh sama Pak Arif tapi gue lupa siapa" Ilham sedang mengetuk ngetukkan dagunya dengan telunjuknya seperti sedang mengingat sesuatu "Gue bener bener lupa" Lanjutnya di sertai gelengan lemah
Flashback on!
"Kita mau kemana ?" Tanya Asma dengan sebalnya karena terpaksa harus ikut Luke
"Kita ke Cafe nya Ali"
"Stop stop!" Titah Luke pada supir yang ada di sampingnya dan supir itu pun menurut dan memberhentikan mobilnya
"Lah... kok disisni?" Asma terkejut karena Luke malah berhenti di halte bus bukannya Cafe
Luke pun keluar dari mobil nya diikuti oleh Asma
"Kita mau naik bus?"Tanya Asma pada Luke dan Luke hanya menggeleng
"Gue punya urusan mendadak, tadi Zidan nelpon gue , maafin gue karena udah nggak bisa nganterin lo, tapi gue udah pesen taksi buat nganterin lo" Ucap Luke dengan jelas , nampak sekali jika Luke sedang terburu buru
"Sekali lagi gue minta maaf" Ucapnya sambil menepuk nepuk bahu Asma dengan permintan maaf yang tulus lalu meninggalkan Asma menggunakan mobilnya
Asma hanya diam saja, ia sedikit kesal pada Luke, tapi disisi lain ia bersyukur karena sudah tidak bersama Luke lagi . Dan semoga saja selamanya tak bersama Luke apalagi satu mobil. Pikir Asma sambil menggeleng gelengkan kepalanya pelan
Flashback off!
"Menurut pencarian saya. Pak Arif punya dua anak dan satu istri. Anak pertamanya berumur delapan belas tahun berkelamin laki laki anak keduanya berumur enam belas berkelamin perempuan dan istrinya sudah meninggal sejak anak anaknya masih SMP " Jelas Zidan
Beberapa hari yang lalu Zidan memang di perintahkan oleh Luke dan Ilham untuk mencari tau siapa Pak Arif dan hari ini ia sudah tau
Ilham mengangguk angguk pelan dengan mulut yang masih berbentuk 'O' "Anaknya masih SMA kayaknya" Ucap nya
__ADS_1
"Hm." Zidan mengangguk pelan "Mereka memang masih SMA dan mereka sekolah di SMA Mut....."
"Jangan bilang SMA Mutiara Indah" Potong Luke
"Benar. Mereka sekolah di SMA Mutiara Indah"
Jawaban Zidan membuat Luke dan Ilham kaget dan mereka berdua saling menatap satu sama lain membuat kening Zidang mengkerutkarena bingung
"Anaknya ada di sekolah kita" Ucap Luke pada Ilham dan di balas anggukan oleh Ilham
"Bener. Berarti kita mudah temuin anak nya, terus kita bisa tahu siapa Pak Arif" Jawab Ilham dengan senyuman
"Bentar bentar biar gue telpon Arga dulu" Ujar Luke sambil mengetik ngetik di hp nya mencari nama orang
###
Entahlah. Mengapa sore begitu cepat seperti kedipan mata
Sore itu Asma sedang berjalan pulang menuju ke rumahnya karena selesai mengajar dari MD Nurul Qodim
"Halo burung" Sapa nya pada burung burung yang sedang bercicitan seperti sedang berbicara sesuatu pada burung lainnya. Bibirnya nampak melengkung ke atas
Di jalan itu jarang sekali mobil melintas sehinga Asma pun tak begitu malu jika harus bersikap konyol
Asma melihat ke danau nampak sosok laki laki yang sedang duduk di sana menikmati suasana damai, kening Asma mengkerut bertanya pada dirinya siapa sosok laki laki itu
Laki laki itu sedang memakai kaos panjang berwarna putih dengan celana jeans blue black dan di sampingnya ada motir sport berwarna hitam
"Kak Jalu?" Ucapnya pelan karena Asma tau betul motor Jalu dengan plat mobil yang di dahului no 54... "Nggak mungkin, Kak Jalu kan nggak suka suasana kayak gini" Gelengnya dengan pelan "Lagi pula aku cuma hafal 2 no plat, dan terusnya aku nggak tau. Mungkin ajah itu orang lain" Lanjutnya lalu pergi
•
•
•
•
•
Menurut kalian siapa itu Pak Arif?
Salam dariku:)
@rezhazulfa
__ADS_1