
Jangan memohon pada tuhan tuk
meringankan cobaan yang ada,
berdoalah pada tuhan tuk memberikan
kekuatan tuk dapat melaluinya
•
•
•
•
Waktu begitu cepat berganti , matahari kini pun berganti bulan yang menerangi malam di muka bumi
Malam itu, Luke berada di rumah Subhan ,namanya juga laki laki, pasti berkeliaran seperti yang Luke lakukan
"Malam minggu, kita cuma nongkrong?" Tanya Gilang sambil meletakkan jaket hitam yang ia kenakan ke penyandaran kursi
"Gue masih belum punya cewek buat ngajakin malam mingguan" Jawab Subhan
Malam minggu memang paling pas buat berduaan sama wanita yang pria suka, karena itu adalah moment romantis
Namun itu tak berlaku , jika pria itu masih belum punya kekasih, seperti mereka bertiga ini, ganteng ganteng tapi masih jombs
"Gue sih punya, tapi nunggu ngucapinnya ajah"
"Lo nggak nembak nembak dia nih, lo nggak takut gue ambil?" Subhan mengambil korek
"Ngerokok?" Sekarang Luke lah yang bertanya pada Subhan, karena melihat Subhan baru saja mengambil korek, itu pasti buat ngerokok
"Plisss" Subhan meminta dengan puppyeyes yang ia pasang buat Luke
Luke memang tak mengijinkan mereka buat merokok, karena jika kebiasaan merokok itu akan berdampak buruk
Nakal gini juga, Luke masih peduli sama temen temennya
"Lo nggak ada kapoknya ngerokok" Luke kembali ke hp nya
"Berarti boleh dong" Subhan pikir, karena Luke sudah tak peduli, Subhan tersenyum girang
Tentu saja, karena ia cukup lama tak menyentuh benda yang mengandung nikotin ini, tentulah ia sangat ketagihan, sekali mencoba pasti mau lagi
"Siapa bilang gue bilang 'iya' ?"
Subhan kembali lesu, dan meletakkan rokok dan korek yang ia pegang sedari tadi
"Bantuin gue!" Ucap Luke sambil melihat ke dua temannya bergantian
"Lo lagi ada masalah?"
"Gue mau Arga suka sama Asma" Kini Luke benar benar serius
"Asma?, Cewek baru tuh"
"He'em" Subhan mengangguk
"Kita mau ngapain?" Beo Gilank
"He'em"
"Lo mau kalian rencanain sesuatu gitu kek, buat Arga suka sama Asma, soalnya gue di tantang sama Arga, kalau gue suka sama Asma"
"He'em" Subhan mengangguk serius
"Terus lo takut beneran suka sama tuh cewek?" Tanya Gilank
"He'em"
"Lo he'em ajah dari tadi, kayak keselek ajah" Ucap Gilang pada Subhan, namun Subhan hanya tersenyum
"Dari pada nyimak"
"Pokoknya bantuin gue, supaya Arga suka sama Asma"
"Gue nggak tau Asma"
"Senin gue kasih tau"
##
Minggu pagi yang sangat cerah
"Hoaamm" Jalu mengerdip ngerdip kan matanya, berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya, Kini cahanya nya sudah jelas
Tin
Satu pesan whatsaap dari Ali kepada Jalu, terdengar begitu jelas di telinga jalu
Ali
"Gawat Ga!"
balasan Jalu pada Ali
"?"
Jawab pesan ajah pakek pelit ngetiknya si Jalu
Ali
__ADS_1
"Lo harus ke Studio Fouru sekarang!"
balasan Jalu
"kenapa?"
Ali
"Ntar gue jelasin, ini gawat bener, PARAH GA!!"
Jalu mulai mengambil jaketnya, ia masih belum mandi, karena ia yakin kalau itu sangatlah penting, makanya harus buru buru
Jalu memakai parfum nya dengan beberapakali semprotan, mulai dari leher, dada bahkan sampai pergelangan tangannya
Ia pun pergi ke Studio Fouru, yaitu studio pribadi mikik Arga Ali dan Armand, mereka juga menyebut studio pribadi mereka dengan nama 'Fouru'
###
Ini dalamnya ajah guys, karena Jalu masih ada di luar studio Fouru
Studio yang berada di apartemen milik nya
Tapi itu hanya di dalamnya saja, saat Jalu berada di luar apartemen, nampak apartemen itu di kerumuni oleh manusia manusiayang sedang berdemo sepertinya
"Iya iya tenang, besok kita selesaikan masalah ini" Nampak Ali dan sedang berbicara pada kerumunan manusia itu, yang sedang berdemo
"Jalu belum menepati janjinya!" Teriak salah satu orang dalam kerumunan itu
"Besok saja, sekarang kami akan memperbaiki semuanya. Ok?! " Armand menahan kerumunan itu dengan di bantu bodyguard yang Armand bawa
Jalu menghampiri Ali dan Armand
"Kami akan menyelesaikan masalahnya besok, harap tenang semua!" Sentakan Jalu membuat para kerumunan itu terdiam sejenak
"ok baikalah"
"Jangan buat kami kecewa!"
"kita kembali dalam 7 hari lagi, jika kalian belum menyelesaikan masalah ini, kami tidak segan membuat kalian menyesal"
Mendengar kata terakhir dari salah satu orang dari kerumunan itu, Jalu tersenyum sinis, senyuman yang tak biasa
kerumunan manusia itu pun pergi satu persatu
"KENAPA?" Tanya Jalu dengan suara lantang
"Sebenarnya, lagu kita belum di liris , dan kita sudah berjanji pada mereka, namun kita masih belum meliris lagu nya, tidak hanya itu saja, kita membatalkan beberapa konser yang mereka undang berkali kali" Jawab Ali pelan, ia menunduk karena takut
"Berapa bulan?"
"......"
Tak mendengar jawaban apapun dari Ali dan Armand, Jalu makin marah
Ali mulai berkeringat dingin, ia harus menghadapi kemarahan Jalu sekarang
" Em.. em empat bulan" Jawab Ali dengan suara putus putus, lehernya mulai merasa agak sakit karena tarikan Jalu yang keras
"Empat bulan lo bilang" Jalu melepaskan tarikan baju leher Ali dengan kasar
"fhuuuh" Ali mengambil nafas panjang, mengambil oksigen di udara
"Kalian nggak BECUSS!" Teriakan menggelegar pada Ali dan semua yang hadir di studio itu
"TERUS BERAPA KONSER YANG LO SEMUA BATALIN?"
"Empat puluh lima"
Semua tertunduk, kini sisi gelap Jalu mulai hadir kembali, biasanya dulu, Astrit lah yang menenangkan Jalu agar ia menahan emosinya, namun sekarang tak ada yang bisa menahan Jalu
Ada salah satu crew wanita yang sedang menahan tangisnya agar tidak terdengar oleh Jalu
"KENAPA BISA TERJADI HAH, CEPET JELASIN, GUE NGGAK BUTUH TANGIS KALIAN, GUE BUTUH PENJELASAN!"
Sungguh, seisi ruangan itu hanya diam dengan wajah tertunduk karena takut, mereka tak berani mendongak ataupun melihat ke wajah Jalu yang sedang marah
"JELASIN!"
"Seseorang ada yang sengaja membuat konser dan rilisan lagu kita di batalkan" Jawab Ali pelan
"Siapa?"
"Kita juga belum tahu"
"Argggghhhhhhh" Jalu membanting vas yang ada di ruang studio itu
Kaget
mereka kaget dengan vas yang sengaja di jatuhkan oleh Jalu, kini tak tak ada yang berani bicara sepatah kata pun, memang lah harus sabar jika menghadapi bos Jalu ini atau dengan nama Arga
"Lo semua nggak ngasih tau gue,HAH!"
"Tu tuan Brayen bilang, anda harus fokus dulu pada semeter 2 yang akan anda hadapi" Jawab salah satu crew
Jalu mengepalkan tangannya kuat, mendadak tubuhnya panas , bukan karena suhu udara,AC sudah dihidupkan , itu karena Jalu sedang marah
"NGGAK BECUS"Dua kata yang menegangkan"Lo, gue pecat" Ucap Jalu pada salah satu crew yang bekerja di sana
"Tap..." Ucapan orang terhenti karena ia tak berani melawan, ia pun pergi meninggalkan studio itu
Ali dan Armand tak berani menasehati sahabatnya yang marah ini, mereka tahu, itu akan berdampak buruk jika menasehati Jalu
__ADS_1
"Lo juga gue pe cat" Ujar Jalu lagi dengan menekan kata 'pecat' pada salah satu Read manajer
"Lo juga"
Jalu terlalu gegabah mengambil keputusan, ia sudah marah dan tak bisa mengontrol emosinya yang meluap luap. Kini tinggal beberapa orang saja yang bekerja di situ yang bekerja di studio Jalu
Jalu duduk ke soffa, ia berusaha mencari cara
"Lo Ali, cepet cari orang itu melalui cctv!" Titah Jalu, dan di jawab anggukan oleh Ali, lalu Ali pergi
"Dan lo Armand, cari daftar orang yang ngundang kita konser, terus lo CATET!"
"Tara, lo siapin mobil, gue mau selidikin ini !"
"Ba baik bos" Jawab Tara
"Kenapa Anda terlalu gegabah?" Tanya Personal Manajer Tian
Sepertinya, Personal Manajer tidak ragu menanyakan itu kepada Jalu yang sedang marah, Tara meneguk salivanya dengan keras, apalah yang akan Bos Jalu lakukan pada Personal Manajer Tian
"Protes?" Pertanyaan dari Jalu, singkat namun mematikan rasanya
Tak ada jawaban lagi dari manajer Tian
"Tuan, mobilnya sudah siap" Ujar Tara, ia sebenarnya ingin menyelamatkan Manajer Tian dari amarah Jalu
"Berangkat!" Titah Jalu dengan cepat tak mau basa basi
###
"Anj4y mabar, yaaahaaaa" Lagi lagi dialog Subhan yang terbaru
"Berisik lo " Gilank tak kuasa mendengar ocehan Subhan dari tadi, gendang telinganya sampai sampai ingin keluar dari telinganya
"Ku tak bisa menggapaimu , takkan pernah bisa, walau sudah letih aku..."
Handphonde Luke berdering dengan nada lagu
"......."
"Lo kenapa Ga?" Tanya Luke pada Arga , karena sepertinya terdengar jelas kalau suara Arga begitu mencemaskan
"....."
"Ok ok, gue kesana sekarang, lo tunggu dulu!"
Tut tut tut
"Lo kenapa Luke?"
"Arga nyuruh gue ke studio Fouru" Jawab Luke, ia berlari menuju motor nya,memakai helm fullface, menghidupkan mesih "Gue pergi dulu" Ucapnya lalu pergi meninggalkan Gilank dan Subhan
Gilank dan Subhan saling bertatapan, Gilank mengedipkan matanya satu
"Lo keselek?" Tanya Subhan, kenapa harus mata yang keselek
"Lo beg0, mata gue kelilipan" Jawab Gilank dengan nada ketus, lalu mengucek ngucek matanya yang perih
"Oh" Nampak tak peduli dengan Gilank yang mengucek matanya, Subhan kembali meraih ponselnya
###
"Kenapa Ga?" Langkah Luke terhenti ketika melihat Ilham dan para Manajer berkumpul di ruangan studio Fouru
Jalu memberi isyarat pada Tara , agar Tara menjelaskan semuanya dengan perinci "Tadi Bos Jalu pergi menyelidiki ini dengan Armand dan Ali, kami menemukan suatu bukti, namun belum cukup kuat, dan kami butuh bantuan anda" Jelas Tara
"Maksud lo?" Belum mengerti total dengan penjelasan Tara, Luke pun bertanya lagi
"Lagu belum diliris di karenakan seseorang ada yang membatalkannya dengan sengaja, dan kami tidak tau siapa ?"
"Bantuan apa?"
Jangan tanyakan Luke jika sudah dalam masalah pekerjaan maupun bisnis, ia akan selalu membantu setiap ada yang membutuhkannya jika soal pekerjaan
Karena Luke tidak mau, keluarganya jatuh miskin dan kehilangan kehormatan jika sedetik pun, prinsip Luke adalah menjaga keluarganya agar tetap aman. Ingat!
"Sepertinya kami sedikit curiga pada salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan anda tuan"
"Siapa?"
"Sekretaris anda" Jawab Tara
"Maksud lo Wenky?"
"Iya tuan"
Jalu berdiri, lalu berhadapan denagn Luke yang tingginya hampir sama dengan Jalu
"Sekretaris lo kayaknya penghianat Luke" Ujar Jalu
"Ok gue selidiki dia"
"Ok" Jawab jalu sambil menepuk bahu Luke sebagai pertanda terimakasih
Luke hanya menjawab dengan senyuman
Memang begitulah saudara, ada membantu kita meskipun kita selalu bertengkar
"Kak Ilham" Luke memeluk Ilham dengan gaya khas laki laki, Luke mengunyingkan senyumnya, ia takut keluarganya akan jatuh miskin
"Gue percaya sama lo" Itu suara Ilham
____________
__ADS_1
20 like dan lanjut......
@Rezhazulfa