Batas Cinta (#S1)

Batas Cinta (#S1)
Memendam Rindu


__ADS_3

**jangan lupa pencet like nya ya, author tau kalau dari kalian ini banyak yang baca, tapi cuma sebagian yang nge like, 1 like dari kalian itu sangat berharga lho bagi author yang polos kayak aku, hehe.....


Dukung aku terus ya..., dengan cara vote aku** :)






Semua murid SMA Mutiara Indah pulang satu persatu meninggalkan sekolah itu,walaupun di antara mereka ada yang masih nongkrong


Terik matahari kian makin panas, sinarnya juga menyilaukan mata, tak heran jika mereka ada yang membawa kipas mini untuk mengurangi kegerahan


" Sampai kapan sih kita sama gerbang sekolah?, makin panas lagi cuacanya, bebeb Arita juga nggak ada" Keluh Fatah pada dirinya yang sedang mengkipasi wajahnya dengan topi nya,


Armand hanya melirik sekilas Fatah, ia juga merasakan apa yang dirasakan Fatah, yaitu panas


Jalu, Ali, Fatah, Armad....


Mereka lah yang sedang nongkrong di naungan pohon yang berada di sebelah gerbang sekolah itu, atau lebih tepatnya, mereka itu menjalankan tugas sebagai osis


Kecuali Armand, ia hanya ikut ikutan ajah


Jarang jarang loh, Jalu menjalankan tugasnya, biasanya cuma satu bulan dua kali, itu pun nggak sampai satu jam, Jalu udah pergi . Herannya, kenapa ia masih mau jadi osis kalau emang dia gak mau jalankan tugasnya


"Elo nggak panas ?" Tanya Fatah pada Jalu, Fatah sudah melihat temannya satu persatu, namun hanya Jalu yang kelihatan biasa saja dengan terik panas yang menyengat itu


Jalu tak mengubris pertanyaan Fatah, ia sangat malas dengan pertanyaan, ia memilih diam memandang kosong ke jalan raya


"Di tanya malah ngga jawab"


"Elo kayak baru kenal ama Arga ajah, dia kan lagi galau sekarang, jadi kekebalan tubuhnya makin meningkat" Sambung Armand sambil mensejajarkan tubuhnya pada Fatah


" Gua udah sama dia dari umur dia nggak punya dosa, sampe dia banyak dosanya" ketus Fatah, ia juga mensejajarkan tubuhnya dengan Armand, ia santai santai saja dengan ucapannya yang bikin sakit hati


Mengapa tuhan memberikan teman kayak Fatah...., ampun.


Yupppsss..., tak salah lagi, Fatah dan Farhan itu teman masa kecil Jalu, walaupun Jalu lebih tua dari mereka berdua, Fatah dan Farhan ngga masalah sama umurnya


"A*jir elo Tah!" Timpal Ali, ia mulai bergabung ke lubang yang sama dengan Armand dan Fatah


"Hahaha....." Mereka tertawa lepas bersamaan


Jalu tetap tak berkutik


tiba tiba seseorang laki laki mengahampiri Jalu dan mendorong bahu kanan Jalu, Lalu Jalu memandangnya , ia mulai berdiri juga, sambil menatap laki laki itu dengan sinis


Fatah dan temannya pun mendadak berhenti, mereka juga ikut berdiri, mereka tak mengerti, apa yang akan dilakukan Luke


Benar, laki laki itu adalah Luke, adiknya Jalu


"Elo mau nyari mati, HAH!!!" Ucap Jalu, dengan sorot mata melotot namun dalam ekspresi raut wajah datar

__ADS_1


Luke mengunyingkan senyumnya pada Jalu


"Elo nggak puas, punya banyak fans, idola, mantan dan apalah ...." Pekik Luke


"Apa maksud lo ?"


Ali ingin beranjak pergi ke Jalu untuk memisahkan meraka, namun Armand melarang, karena ini masalah kaka beradik


"Lo udah ngerebut Tiara dari gue, lo nggak puas apa?"


Jalu mulai tersenyum mendengar pernyataan Luke, ia senang membuat Luke marah padanya"Gue udah nggak punya pacar sekarang" lanjut Jalu dengan suara datar


"Kenapa, apa lo belum move on sama Astrit?"


"LUKE, loh mau beneran mati HAH!!" Suara Jalu makin keras, ia juga memegng baju Luke, sampai baju yang di pakai Luke sedikit robek


"Dasar Bangs*t , elo udah banyak buat orang susah" Jalu makin memanas, ia masih memegang baju yang sejajar dengan dada Luke" Gue tau, lo itu di tinggal sama Astrit karena elo itu NYU SA HIN " Lanjut Luke dengan menekan kata 'Nyusahin'


Jalu hampir saja memukul wajah Luke, namun Ali langsung menarik tangan Jalu yang berjarak 5 cm dengan wajah Luke


"Nggak guna dengerin dia" Pekik Ali


Jalu mengepalkan tangannya, ia memejamkan matanya sejenak memendam kemarahan nya , ia mengambil tas nya lalu menaiki motor yang selalu ia bawa ke sekolah, dan pergi meninggalkan mereka


"Adik durhaka lo" Armand pun ikut emosi, siapa yang tak emosi, Jalu itu sahabatnya, ia juga merasakan apa yang di rasakan Jalu


"Tenang bro" Ali menyahut


"Mending kita pergi"


####


Jalu membuka pintu rumahnya tanpa hati hati dengan tas yang masih di gandeng di bahu kanannya, ia masih mencoba memendam kemarahannya, ia berhenti melangkah kan kakinya karena seseorang wanita memanggil namanya, Lexa mamanya


"Hati hati nak!" Ucap Lexa dengan bentakan namun sangat lembut


"Maaf Ma" Jawab Jalu sambil menyalami mamanya yang masih duduk di soffa


"Kamu ini gimana sih, bajunya ga rapi, kamu sadar gak, adik kamu, sama kamu nggak kayak kamu!" Bentakan Brayent terdengar jelas di telinga Jalu,


Brayen masih berada di tangga, ia ingin menuju ke soffa bersama istrinya


Jalu pergi melewati papanya, ia tak menyalami papanya, ia sudah tak ingin bicara sekarang, dan tak ingin melawan papanya sekarang, ia sudah lelah dengan dunia


"Udah pa, kasian Arga, jangan di marahi terus"


"Kalo dia nggak di marahin, nanti dia makin melawan Ma"


Lexa menghembuskan nafas, ia tak tau harus apa, anak keduanya dan papanya selalu saja ribut


___________


"Astrit, gue kangen sama lo, kenapa lo pindah ke sekolah lain, gue kangen "


Ujar Jalu, ia mulai mengambil gitarnya, biasanya ia bermain gitar jika sedang badmood

__ADS_1


tren tren


"Argghhhh...., " Jalu melemparkan gitarnya ke kasur nya, ia mengacak ngacak bukunya frustasi , ia masih belum move on,


Jalu berbaring ke kasur nya dengan menghadap ke atap rumahnya


"Gua rindu sama elo" Satu kata yang Jalu ucapkan sebelum terlelap tidur


#####


"Asma, kata Abi, Abi nanti pulang malam" Sahut Hafids yanb masih menekan nekan remote tv, mengganti ganti channel


"Hm" Asma berdehem sebagai jawaban 'iya', dia masih fokus bermain di hp nya


Hafids melirik ke arah Asma, ia penasaran, kenapa Asma begitu fokus pada hp


"Lagi main apa?"


"ML" Jawab Asma singkat dan datar


"Cewek kok suka ML"


Asma melirik sekilas kakaknya "masalah?" lanjutnya cuek


"itu mb nya duaratusan loh Asma, nanti kalo nggak muat gimana?"


"Nggak tau"


Asma memang anak yang baik, tapi ada kalanya ia nakal dan melawan, ia juga penggemar game Free fire , ia suka game, walaupun ia suka game semacam itu, Asma tetap fokus pada prioritasnya, yaitu tahfidsul quran


{Kalian tau gak, barang siapa yang menghafal alquran, maka suatu saat nanti di akhirat mereka akan memberi mahkota kepada kedua orangtuanya, sungguh mulianya tahfidsul quran}


"Nanti jadwal ngajar kakak ganti kamu dulu, soalnya, kakak mau ke rumah Taufiq, ada les" Sebenarnya Hafids ingin marah pada Asma, tapi ia baru ingat tentang les


"Hm" berdehem lagi, karena masih fokus dengan pertarungan di dunia game ML, atau lebih tepatnya 'Mobile Legend'


#######


______ ♡♡♡ _______


Hidup itu sederhana,


mungkin seringkali


kitalah yang


membuatnya sulit


_______ ♡♡♡ _______


keep smile:)



@Rezhazulfa

__ADS_1


__ADS_2