Batas Cinta (#S1)

Batas Cinta (#S1)
Classmetting


__ADS_3

Pagi yang sangat menyibukkan bagi para anggota osis, tak terkecuali Asma az zahra ini, ia juga membantu menyiapkan acara classmetting yang diadakan setiap semester


Mulai dari mwnyapu, mengontrol sampai membuat panggungnya, itulah osis, hafus bekerja membantu bersama


"Fiuhhhh...., " Asma mengusap keningnya yang penuh keringat dengan punggung tangannya"Pagi pagi udah bau kayak gini, apalagi nanti" Lanjutnya lagi pada dirinya sendiri


Aama baru selesai menyapu halaman sekolah begitu juga dengan yang lainnya


"Asma" Panggil Pak Riyan, sambil menyururuh Asma agar kesini dengan isyarat tangan


"Iya Pak?" Asma pun menuju ke arah Pak Riyan atau Bapak Pembina Osis


"Kamu mc nya sama ..." Pak Riyan berpkir sejenak untuk mengingat kembali nama seseorang " Sama Ali "


Mata Asma terbuka lebar lebar, saat Pak Riyang mengucapkan itu, Asma heran kenapa harus ia yang menjadi bagian mc


"Bukannya saya itu osis keilmuan ya Pak?" Tanya Asma lagi, ia pikir Pak Riyan pasti salah dengan ucapannya tadi, atau mungkin saja Pak Riyang salah orang


"Iya, tapi kata Ali kamu itu bisa jadi mc"


"Kak Ali?"


"Iya nak, kamu bisa kan, karena ini sangat di butuhkan, sedangkan yang lainnya , nggak ada yang mau, mereka semua malu katanya, kalo kamu kata Ali nggak" Jelas Pak Riyang secara perinci tak terlewatkan satu kata pun


"Bapak salah , saya it..."


"Pak Riyan, ini sudah selesai pekerjaannya, tinggal menunggu semua murid men uju halaman kelas" Ali tiba tiba datang , ia memang sengaja untuk memotong perkataan Asma


"Ya udah, Bapak ke kantor dulu, ada yang mau di sampein ke guru yang lainnya" Ucap Pak Riyan sambil meninggalkan mereka berdua


Setelah Pak Riyan tidak ada, Asma menatap ke arah Ali, ia mentapanya dengan sorot mata yang berbeda, Ali yang menyadari itu, ia langsung mengerti


"Kenapa kamu?" Tanya Ali yang masih pura pura tak mengerti


"aku ngga mau jadi panitia mc di acara ini" Jawabnya dengan ketus


"Gue terpaksa, semua anggota osis pada ngga mau semua, jadi gue milih elo, gue yakin sebenarnya elo itu bisa, tapi karena elo itu nggak terlalu akrab sama orang"


Asma tak bergeming sedikit pun, ia memilih pergi ke salah satu kursi, lalu menduduki kursi itu, dengan wajah cemberut


"Elo ngga mau?" Tanya Ali , ia juga mengikuti Asma


"Ya iyalah kak, ini kan bukan keinginan aku" Jawabnya tanpa melihat ke arah Ali yang sedang berdiri di samping kursi nya


"Tapi ini mendadak banget Asma, gue ngga tau harus gimana lagi, Andara udah cari anggota osis, tapi mereka nga mau, gue percaya sama elo, kalau lo itu bisa"


"Yakin?" Tanya Asma, sepertinya ia mulai sedikit senang dengan keyakinan Ali, namun di sisi lainnya, Asma ngga tau harus bilang iya atau tidak


"Gue yakin banget, lo harus coba kesempatan ini, mungkin dengan ini lo bakal di kenal di sekolah ini" Ucap nya supaya Asma Mau


Aama berpikir sejenak memutar otaknya untuk berpikir


" Ya " Jawabnya terpaksa dan dengan nada datar


Bukan karena ingin jadi terkenal, tidak!, tentu tidak!, Asma mau karena ia pernah mengikuti lomba pidato semasa sd nya dulu


"Gue seneng banget, sumpah!" Sungguh berbinar binar mata Ali, karena jawaban Asma, walaupun terdengar sedikit terpaksa


"Kak Ali seneng banget?, " Pikir Asma, dalam batinnya, ia juga senang karena membuat orang lain senang, meskipun ia sedikit terpaksa, tapi senang dengan senyuman Ali


Asma bukan suka ke Ali lho,Asma hanya senang kalo seseorang tersenyum bahagia karena dirinya, itulah keistimewaan dari Asma, bahagia jika orang lain senang

__ADS_1


"Ya udah ini teksnya, kamu coba latihan dulu!" Ucap Ali sambil mengambil kertas di saku nya, lalu memberikannya pada Asma


"Iya, "


"Aku pergi dulu, kalo kamu butuh sesuatu, panggil aku ajah"


"Ya" Lagi lagi bilang iya, mau gimana lagi, Asma itu kan pemalu, pemalu banget, sampe pernah suatu kejadian, Asma di ajak sama Mala buat beli baju dan di trkatir Mala, namun Asma menolak, tapi Mala memaksanya dan akhirnya Asma mau....


Sebenarnya Asma mau tapi karena ia sangat pemalu, jadi nya harus di paksa dulu, bahkan Mala membujuknya sampe hampir capek di buatnya .Miris


Ali pun meninggal kan Asma


"Aku pernah sih ikut lomba pidato waktu sekolah di madrasah dulu, tapi sekarang beda, yang ini aku lebih takut, aku lebih malu, Ya Allah tolong Asma dong"Gumamnya sambil meihat lama kertas pemberian Ali


Asma mulai berlatih berpidato, ia mulai bergaya layaknya orang yang sedang memegang mic untuk berpidato


1 jam kemudian semiua murid sudah berkumpul di halaman sekolah


Clasmeetting itu setiap kelas akan di wajibkan untuk mewakili kelas nya mengikuti lomba, acara itu diadakan selama 5 hari saja


Tentu saja Asma sedang dusuk bersama Ali, karena Ali juga paniti mc


Asma sedikit menggeser kursinya, agar tidak terlalu dekat dengan Ali, ia hanya tak nyaman dilihat karena duduknya terlalu dekat dengan Ali


"Ngga suka benget kalo sama gue" Celetuk Ali, ia menyadari kalau Asma nggak nyaman bersamanya, karena perbuatannya


"Bukan gitu, aku ngga mau terlalu deket, takut fitnah kak"


"Oh" Ali ber-Oh saja, biar nggak terlalu panjang


"Ali" Pak Riyan memanggil Ali dan memberi isyarat agar Ali memulai acara nya dengan salam, Ali mengangguk mengerti


"Assaalmualikum" Ali membuka acara dengan salam, lalu ia melanjutkan apa yang harus ia lakukan


"Giliran kamu Asma!"


"Eh iya"


Asma memulainya dengan gugup, halaman sekolah makin ramai karena mereka heran aja, kenapa Asma di pilih jadi Panitia mc nya, kenapa bukan yang lain


"Pasti dia mau ngedeketin Jalu, atau Ali" Bisik salah satu siswa


"Dasar anak baru udah berani kek gitu" Timpal yang lain


"Siapa sih dia , imut banget jadi orang, pengen gue gigit jadinya"


"Sok Alim"


Semua gosipan para cewek tak terdengar oleh Asma , ia masih sibut dengan pekerjaannya sebagai mc


"Woi, Kalian Bisa Nggak Rame !" Bentak Jalu, hingga membuat Asam berhenti


Semua pun diam , mereka memilih tak menjawab bentakan Jalu, karena mereka tau jika menjawab akan makin tak terkendali


"Kok diem , lanjutin!" Ucap Jalu pada Asma, lebih tepatnya sih, Jalu membentak Asma


Asma melanjutkan pidato mc nya


#####


"Gue nggak nyangka, tuh anak bisa pedenya" Ucap Fatah pada Farhan

__ADS_1


"Kalo gue sih, B ajah" Jawab Farhan acuh


"Woi, lo budeg" Ketus Farhan


"Lo yang budeg, tadi gue udah jawab lo, tapi lo nya ajah yang budek, situ kuping apa kerupuk sih"


"Kerupuk, ya nggak lah Marpua" Jawab Fatah ngawur


" Marpua itu cewek bukan cowok O'on" Pekik Farhan tak ingin kalah


"Dasar suaminya Marpua" Timpal Fatah dengan memainkan bibirnya


"Gue udah punya bebeb Arita" JawabFarhan , ia tau kalau Arita itu cewek yang di sukai Fatah


"Enak ajah lo, emang lo mau jadi Pe La Kor" Ketus Fatah sambil menekan kat PeLaKor, ia mulai kesal


Fatah dan Farhan saling menatap tak suka


"Gue pergi, BYE" ucap Fatah sambil meninggalkan Farhan sendiri


"Ya udah sana, siapa yang mau lama lama sama elo"


Apa Farhan tak menyadari, kalau ia sudah dari kecil bersama Fatah, dan ia baru bilang kalo ngak mau lama lama sama Fatah, haha


______


1 jam


2 jam


3 jam


4 jam


Classmetting di mulai dengan beberpa lomba, dan di akhiri juga dengan lomba, itu agar melatih mereka untuk punya pribadi yang percaya diri, seperti lomba pidato, puisi dan lainnya, sedangkan ada juga lomba lainnya yang melatih kekuatan seperti tarik tambang dan lainnya


itualah acara clasmetting, mereka baru saja selesai dengan acaranya, semua murid mulai buabar untuk pulang karena sudah waktunya


Namun beda dengan osis, mereka masih membersihkan halaman yang penuh dengan sampah plastik berseraka, karena saat acara itu, mereka mwmbawa camilan untuk mengurangi rasa bosan dan lapar


"Asma" Mala memanggil Asma


"Kenapa?"


"Kamu tau nggak, waktu kamu menjadi mc tadi, mereka kayaknya mulai ngga suka sama kamu, karena kamu deket sama kak Ali"


"Bener kamu?" Asma yang awalnya ingin menyapu halaman tidak jadi mwnyapu, ia maaih memegang aapunya


"Iya Asma" Timpal Lia


"Giman dong, pasti mereka bakal benci sama aku, padahal aku ngga niat kayak gitu" Tetap dengan sapu yang ia pegang


"Positive thingking ajah, jangan yang macem macem"


"Iya" jawab Asma dengan di akhiri senyuman nya yang tulus


_____


@Rezhazulfa


_____

__ADS_1


Dukung aku terus dengan Vote aku :)


Mari berbagi dengan ikhlas


__ADS_2