Batas Cinta (#S1)

Batas Cinta (#S1)
Expensive Chick


__ADS_3

"M4mpus gue" Ucap Luke frustasi atas kejadian tadi, senenarnya Luke tak ingin menerima tapi kenapa ia tidak bisa mengatakan itu


"Gue ikut duka liat lo kek gitu Luke" Celetuk Gilang sambil menepuk bahu Luke beberapakali


"Terus gimana ceritanya nih?" Timpal Subhan. Cowok itu sedang membuka bungkus coklat lalu melahapnya


"Mau gak mau lo harus pergi minta maaf ke Asma" Jawab Gilang


"Masa ia gue harus minta maaf ke cewek yang kayak gituan" Luke tak habis pikir dengan ide Jalu yang membuatnya harus mati matian menahan amarah


"Itu mau lo. Siapa suruh lo bilang 'Siapa takut' "Ucap Gilang sambil menirukan gaya Luke tadi pagi yang terbilang angkuh itu


"Pulang sekolah ajah deh gue belum siap kalo jam istirahat"


Subhan yang sedari tadi khidmat memakan coklat silverqueen berukuran besar itu pun hanya mengangguk mengiyakan sambil menyimak


###


Sepulang sekolah Luke sudah berada di tangga yang menuju ke kelas X Bahasa, disana ia sendiri sambil memegang coklat batangan, cowok yang memakai baju Kaos putih dan celana jeans itu sedang menunggu seseorang sambil berdiri


Lalu terdengar suara langkah kaki siswa dan siswi yang bergegas pulang


"Nah..., orangnya udah datang" Batin Luke sambil melihat cewek yang sedang menuruni tangga sambil tertawa bersama temannya "Gue jarang liat lo ketawa" Batinnya lagi sambil melihat cewek itu


"Ekhem" Cewek itu berhenti karena mendengar deheman seorang yang berada disampingnya-Asma. Cewek yang ditunggu tunggu Luke itu adalah Asma Az-Zahra


Ketiga cewek itu menatap Luke bingung


Luke memberi isyarat kepada teman teman Asma agar pergi meninggalkan Asma dan merekapun pergi


"Nih buat kalian" Ucap Luke sambil memberikan coklat batangan pada kedua teman Asma


Terlihat sekali jika kedua teman Asma itu sangat senang mereka juga memposting coklat pemberian Luke itu ke sosmed


"Tunggu aku!" Ucap Asma lalu Luke menghentikan langkah Asma dengan menahan tangannya


"Mau ngapain lagi? Hm?" Tanya Asma pada Luke, Asma menghempaskan tangan Luke walau tidak terlalu kasar namun membuat Luke ingin marah karena sesenaknya membentaknya


"Gue mau bicara penting sama lo"


"Paan?" Tanya Asma cuek


Luke menghembuskan nafas "Jadi cewek sok mahal banget lo"


Ucapan Luke membuat Asma menjadi ingin marah sekali, tubuhnya panas tanpa alasan tangannya menggeram menahan mati matian cowok yang didepannya ini karena satu kata yang keluar dari mulut cowok didepannya ini yang membuat Asma marah 'Sok Mahal'


"Kalo kamu cuma mau bilang itu mending kamu tutup mulut sekarang!" Tegas Asma, dari kata katanya nya saja semua penuh penekanan, ucapannya tidak bisa dikendalikan


Luke mengangkat alisnya sebelah bingung dengan Asma. "Emang gue salah ngomong?" Tanyanya dalam hati, padahal niat Luke ingin membuat Asma tidak cuek padanya namun tak disangka malah membuat Asma semakin marah


"Kamu bilang aku sok mahal? Kalo gitu aku jawab iya karena aku hukan sembarangan mencintai laki laki" Asma harus menahan airmatanya didepan cowok yang sudah mengatakan kata kata yang tidak pantas itu


"Eh... dia malah nangis?"


"Maafin gue, sebenarnya gue pengen minta maaf sama lo" Ucap Luke sambil menatap mata Asma yang sudah mengeluarkan beberapa tetes airmata "Gue cuma mau bilang kalo gue nggak mau lo cuek gitu ajah karena gue nggak suka dicuekin !"


Asma masih menahan matanya agar tidak mengeluarkan banyak airmata karena malu menangis didepan lelaki, Asma tidak ingin lemah didepan laki laki karena menurut Asma wanita itu makhlauk ciptaan tuhan yang paling tabah dan sabar


"Gue bener bener minta maaf sama lo" Ucap Luke lagi sambil menatap Asma yang masih tertunduk menahan airmatanya


Nafas Asma bahkan tidak teratur karena menahan amarahnya


"Gue bakal ngelakuin apa ajah asal lo maafin gue, gue gak tahu lagi harus pake cara apa?"


Asma pun pergi namun Luke mengikutinya


Sesampai di luar sekolah


Langkah Asma terhenti karena tangannya ditahan oleh Luke "Apa lagi?" Tanyanya dengan nada tak ingin tak ingin diganggu


"Gue minta maaf"


"Aku udah ditunggu kak Hafids" Ucapnya karena melihat Hafids yang sedang pergi kearahnya


"Pulang gih" Sahut Hafids


"Fids" Panggil Luke


"Kak Hafids" Asma melotot pada Luke dan Luke hanya cengengesan


"Maksud aku kak Hafids"


"Kenapa?" Tanya Hafids


"Gue eh aku pinjam Asma bentar mau belajar bahasa inggris" Ucap Luke sambil berbahasa yang sopan


Asma yang mendengar itupun bingung


"Tapi kan ada Fatah sama Farhan" Jawab Hafids

__ADS_1


"Fatah nggak terlalu menguasai mapel bahasa inggris, jadi gue eh aku maksudnya mau belajar sama dia ajah"


"Aku nggak yakin, kamu kan bia.."


"Suer" Potong Luke dengan mengangkat tangannya berbentuk 'V' di sertai senyuman


###


"Sial!" Gerutu Jalu pada dirinya sendiri


"Kenapa lo Ga?" Tanya Tian


Kesembilan cowok itu sedang berada di Markas mereka


"Anak sma sebelah ngajak tawuran" Jawab Jalu sambil mengambil jaket denim nya dan memakainya


"Lah lah...., lo mau kemana Ga?" Tanya Angga namun Jalu tak merespon ucapan Angga


"hari minggu gue minta kalian ke Apartement gue!" Ucap Jalu lalu menghidupkan motornya dan pergi


"Terus kita ngapain disini?" Tanya Fatah sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Gue cabut dulu" Ujar Hakim "Nyari cewek yuk!" Lanjutnya dengan mengajak teman temannya yang sedang sibuk dengan aktivitasnya sendiri


"Gue ikut" Ucap Tian. Cowok itu memang paling playboy diantara mereka bersembilan "Tapi lo mau nyari dimana? Jangan bilang disebelah rumah lo, gue gak mau kenalan ma cewek yang janda disebelah rumah lo" Lanjut Tian sambil menggeleng mengingat kejadian dimana Tian didekati oleh wanita janda yang sudah punya lima anak itu


"Hahaha" Fatah-Armand-Farhan. Cowok itu tertawa dengan mirisnya hidup Tian itu yang harus bersabar mati matian menghadapi wanita janda yang super genit itu


"Lo cocok banget sama dia Yan" Ucap Farhan disela sela tawanya, bahkan airmatanya hampir menetes karena tertawa


"Temen seb4ngsat lo semua" Umpat Tian karena jengkel dengan teman temannya itu


"Gue cariin WA nya ajah Yan!" Pinta Angga sambil memegang kartu remi


Angga-Ali-Rio. Kini ketiga cowok itu bermain kartu remi sambil ditemani dengan keripik singkong


"Kita berangkat Kim" Ajak Tian sambil menghidupkan mesin motornya


"Si Hakim udah nggak ada b3go!" Celetuk Fatah


"Lo udah ditinggalin, haha!!" Timpal Armand disela sela tawanya


"Miris banget idup lo Yan"


"Sial!" Tian pun turun dari motornya dan kembali duduk bersama teman temannya "Dasar Markonah ninggalin gue seenaknya" Gerutu Tian sambil menghempaskan jaketnya begitu saja ke meja di depannya


"Miris miris"


"Dasar!" Gerutu Asma dengan wajah menekuk


Luke diam diam menertawai asma "Gue cuma mau bilang minta maaf" Sahut Luke


"Lo mau apa? Mumpung gue masih baik sama lo itu uuga karena jin putih gue"


Asma beranjak dari tempat duduknya sambil menatap Luke dengan tajam "Aku mau pulang!" Ucap Asma sambil menekan satu persatu huruf yang keluar dari mulutnya


"Lo mau mobil? Gu kasih kok, lo mau terbang? Gue bisa nerbangin lo, lo mau...."


"Mau pulang itu ajah" Jawab Asma cuek bahkan tak hanya melirik beberapakali wajah Luke dengan mata tajamnya


"Ok tapi sebelum lo maafin gue"


"Udah dimaafin" Jawab Asma datar


Menghembuskan nafas kasar Luke melihat wajah Asma sepertinya Asma benar benar tidak tululs memaafkaan, buktinya wajah Asma sudah memberitahunya sejak tadi


"Ok. Kalo lo emang udah maafin gue lo bisa pulang sekarang" Ujar Luke namun Asm diam


Asma diam menatap ke arah depan, Luke pun mengikuti arah penglihatannya, dilihatnya terdapat penjual eskrim dan penjual somay disana, Luke mengabgkat alisnya sebelah karena bingung kenapa Asma melihat itu


Tak lama kemudian Asma berbicara "Emm..., Ikut aku!" Ucap Asma dan pergi lalu diikuti Luke dibelakangnya


"Ini!" Tunjuk Asma pada penjual eskrim dan siomay pada Luke


"Hah?" Beo Luke karena ia memang tidak mengerti dengan Asma


"Beliin ini!" Pinta Asma dan Luke masih tercengang tidak percaya


"Cuma ini?" Beo Luke seakan akan mengejek Asma karena membeli eskrim dan siomay di pinggir jalan


"Katanya disuruh minta sesuatu, ya ini aku minta ini sama ini" Ketus Asma sambil menunjuk satu persatu makanan itu


"Yang lain bisa kan?"


Luke tidak yakin jika Asma suka makanan pinggir jalan, menurutnya itu sangat tidak higenis


"Yaudah biar aku yang beli sendiri, kamu nggak usah"


Seakan akan itu adalah kemarahan besar bagi Luke, Luke pun berkata dengan cepat "Iya iya, biar gue yang bayar" Jawab Luke dengan nada lembut yang terpaksa. Terpaksa!

__ADS_1


Asma tersenyum kemenangan diam diam ia tertawa pelan dari samping karena berhasil membuat Luke kesal


"Ini!" Ucap Luke sambil memberikan lima plastik somay dan dua plastik Eskrim pada Asma


"Emm..., banyak juga ya kamu belinya"


"Ya" Jawab Luke datar memutar bola matanya malas membuat Asma terkekeh pelan


______


Luke dan Asma sedang duduk di sebuah cafe, Asma yang masih duduk sambil memakan satu persatu isi plastik yang dibelikan Luke itu nampak sangat khidmat menikmati makanannya sedangkan orang yang berada di depanya hanya menatap miris Asma karena Asma makan seperti orang yang tidak makan selama 1 abad, tidak tidak mana mungkin itu sudah seperti 100 abad, haha


"Mau?" Tanya Asma, cewek itu maaih memegang dua eskrim di dua tangannya itu


Luke menggeleng pelan "Lo bener bener nggak makan 100 abad" Ucap Luke dan Asma hanya mengangguk mengiyakan, lebiah baik Asma mengabaikan Luke dari pada mengabaikan makanannya yang enak enak ini


Saat Asma mengangguk mengiyakan, Luke benar benar tidak yakin jika Asma adalah manusia, ia yakin Asma adalah monster jadi jadian


"Beliin Makanan boleh?"


Permintaan yang bikin Luke harus menatap Asma tak percaya


________


"Udah kenyang" Ucap Asma sambi memegangi perutnya karena kenyang sementara tangan satunya memegang plastik berisi makanan dan minuman "Makasih" Uacp Asma lagi sambil tersenyum tulus pada Luke menampilkan sedikit deretan giginya yang tersusun rapi itu


Luke mengusap puncak kepala Asma "Cepet tinggi" Ucapnya membuat Asma sedikit kesal


"Ok kita pulang" Ketus Asma


Luke masih terkekeh karena gadis itu sepertinya masih kesal padanya


"Aku pulang dulu " Ucap Asma sambil melambaikan tangannya pada Luke, entah kenapa seiring berjalannya waktu, Asma sudah mulai akrab dengan banyak orang sekarang


Saat Asma berjalan kaki untuk pulang Luke memang tidak mengantarnya karena Luke pasti tahu kalau Asma tidak mau sebab kendaraan yang dipakainya adalah motor tentu saja Asma tidak mau karena bukan muhrimnya


Luke mengikuti Asma dari belakang memastikan Asma pulang dengan selamat, walau sebenarnya Luke ingin tahu rumah Asma


Sampai suatu tujuan Asma berhenti di Masjid bukan di rumahnya membuat Luke mengerutkan dahinya bingung


Luke mulai pergi mengikuti arah Asma yang menuju kamar mandi wanita


Pak!


Seseorang dengan tiba tiba Menepuk bahu Luke lantas Luke pun menoleh


"Kenapa anda mau masuk ke kamar mandi wanita?" Tanya pria itu membuat Luke diam seribu bahasa, ia lupa kalau diatas puntu itu tertera sangat jelas nama 'Kamar mandi Wanita' namun mengapa Luke tidak menyadari itu? Sial


Luke hanya cengengesan lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Se-sebenarnya saya mau ambil wudhu' " Jawab Luke ngasal, selama ini ia hanya sedikit tahu tentang bacaan sholat, jangan ditanyakan, jika bermakmum ia selalu mengucapkan amin dikala imam mengucapkan 'Waladzāllim'


"Toilet pria disana!" Tunjuk pria itu dan Luke hanya mengangguk sambil cengengesan, Pria itu menggeleng pelan dengan sikap Luke yang aneh


_____


Asma sudah selesai sholat dzuhur pun mengambil makanan dan minumnya yang berada di luar, disana terdapat nenek yang sudah tua berpakaian kusut sedang duduk lesu


Asma yang melihat itu pun lantas bersyukur kepada Allah karena diberikan keuarga meskipun tidak lengkap setidaknya saling melengkapi


Asma menuju ke arah nenek itu dan berkata "Ini nek untukmu!" Ucapnya sambil memberikan plastik berisi makanan itu dengan beberapa uang berwarna merah didalamnya karena Asma memang sengaja menaruh uang itu di dalam plastik


Nenek itu menerima plastik yang diberikan Asma "Terimakasih nak, semoga kau mendapat jodoh baik" Ucpa nenek itu sambil memegang tangan Asma dengan hangat


"Terimakasih nek" Jawab Asma sambil menyalami nenek itu


"Aku yakin pasti jodohmu itu....."


"Asma" Seseorang memanggil Asma dan Asma pun menoleh


"Luke?"


"Bukan dia nak, tapi yang satunya" Ucap nenek itu lagi membuat asma kebingungan sendiri dengan perkataan nenek itu


"Maaf ya nek, aku kesana dulu" Ucap Asma lalu meninggalkan nenek itu dan pergi ke arah Luke "Kamu sholat disini juga?"


"Kalo iya kenapa?"


"Enggak papa sih, soalnya jarang liat"


"Oh"





1 hari yang amat panjang ya guys, wkwk


Satu pesan untuk kalian: Jangan lupa like dan koment biar author makin cemangat

__ADS_1


@rezhazulfa


__ADS_2