
Menjelang sore
Asma akan berangkat ke MD Nurul Qodim untuk menjalankan tugas dari kakaknya, yaitu mengganti kan kakaknya mengajar, Asma dan Hafids mengajar jurusan yang sama, yaitu bahasa arab dan Nahwu
Selesai bersiap siap Asma pun pergi keluar untuk menjalankan tugasnya
"Selamat tinggal rumahku" Ucap Asma sambil tersenyum merekah pada pintu yang berdiri di depannya, lalu ia mengunci pintu rumahnya,
"Aneh" Seseorang yang berada di belakang Asma
Baru saja Asma berbalik badan, udah ada tamu
"Astaghfirullah" Kagetnya "Kak Jalu" Cicit nya pelan, tapi masih terdengar oleh Jalu
"Cepet lo masuk ke mobil gua!" to the point, Jalu sambil menunjuk dengan sorot mata
"Hah?,kenapa?" Asma keheranan dengan ucapan Jalu tadi
"Cepet masuk, biar Ali yang jelasin " Pekik Jalu, ia memang paling malas untuk menjawab pertanyaan
"Tapi aku punya urusan penting kak" Timpal Asma, ia ingat bahwa ia harus menggantikan kakaknya mengajar
"Trus?"
"Ya ga bisa dong ke sana"
" Sepenting itu?"
"hm" Asma mengagguk , ia masih bingung, dari tadi, ia mengahadap kebawah dan keatas
"Woi kalian berdua, nggak mau berangkat?" Teriak Ali , ia berada di jok depan sebagai supir
"Cepet masuk!"
"Tapi kak aku har..."
Jalu memotong pembicaraan Asma, ia tak ingin banyak bicara lagi, jadi kalo bicara sama Jalu itu pasti dia jawabnya yang singkat singkat, mahal suaranya
"Yau dah " Jalu berharap Asma akan mengucapkan tunggu, tapi tiga langkah berikutnya, Asma masih belum bilang tunggu juga, malah ia bilang
"Maaf kak" Asma masih saja meminta maaf, padahal ia juga bingung mengapa tiba tiba di jemput oleh nya
Sungguh mengecewakan
"Gua kira lo bakal bilang 'tunggu aku ikut', ternyata enggak, hedeh repot banget ni orang" Gumam Jalu , ia menghentikan langkahnya dan berbalik menuju ke Asma lagi
"Kenapa kak?"
Jalu memegang tangan Asma, lalu menariknya menuju mobil
"Kak ngga boleh pegang pegang, bukan muhrim" Ucap Asma
"Muhrim apa mahram ya?, biarin ajah deh, Asma lupa nih" Batinnya, masa ia lagi genting kayak gini, Asma masih mkir salah apa nggak.tepos
Jalu tak menghiraukan kata kata Asma. Asma berusaha menepis tangan Jalu, namun apa daya, Jalu begitu kuat menggenggam tangannya yang kecilnya itu
Jalu juga menyempatkan membuka pintu mobil bagian tengah, dan memasuki Asma ke mobil itu
"Santai bro" Sahut Ali yang tak nyaman dengan pemandangan tadi
Jalu menatap sekilas Ali, dari sorot matanya, Jalu lagi nggak mau di sapa ,
Asma menelan saliva nya, ia takut, bingung, bercampur menjadi satu, ia takut karena di mobil itu laki laki semua, Asma juga bingung, kenapa dia bisa di culik oleh Jalu
"Lo nggak usah takut Asma, kita cuma jemput kamu karena osis akan ada pekerjaan di sana" Sahut Ali dengan melihat sekilas Asma dari kaca depan, dari wakjahnya Asma, nampak sekali ia ketakutan
Asma merasa tenang dengan jawaban Ali yang sangat ramah,ia mulai percaya pada Ali" Iya "
"Dan satu lagi, jangan panggil gua Jalu, , panggil gue Arga, tapi kalo nggak ada siapapun kecuali Ali" Timpal Jalu, sepertinya ia memberi tau rahasia itu pada Asma
Jarang jarang orang di dekatnya tau, lah ini Asma, teman bukan, sahabat bukan, kerabat juga bukan, tapi Jalu memberi tahu pada Asma
"Ar.." Ali tak yakin dengan perkataan Jalu, Ali takut, Asma akan memberi tau pada orang lain
"Nggak papa"
"Kenapa kak, kan kamu namanya Jal"
lagi lagi Jalu memotong pembicaraannya, padahal tinggal 1 huruf lagi, yaitu 'U', itu ajah, sungguh nggak punya ahlak nih, si Jalu
"Ga usah banyak nanya, tapi jangan kasih tau siapa siapa!"
Ali masih fokus pada pandangan kedepannya, ia hanya mendengarkan Jalu dan Asma
__ADS_1
"Kenapa kak?" Jawaban yang sama yang di tujukan pada Jalu
"Ini buat suprise ke semua orang nanti" Jawab Jalu ngasal
"O"
"Kamu ngga seneng jalan ama kita ini?" Ali measih fokus ke depan
"Kenapa seneng?"
"Udah udah, nggak akan selesai kalo nngomong ma dia" Timpal Jalu, ia tau kalau Asma tak tertarik dengan Jalu maupun teman temannya, makanya ia menyuruh Ali berhenti bertanya tentang itu
Mungkin kalo cewek lain di posisis Asma , mereka bakal loncat loncat kegirangan, tapi beda sama Asma , dia malah takut, aneh kan...
_________
"Udah sampe juga" Ujar Ali dengan melntangkan kedua tangannya, menikmati udara
"Kak, boleh pinjem hp nya ga?" Tanya Asma pada Ali. Asma ingin ngasih tau keHafids, bahwa ia ada pekerjaan osis
Bukannya Ali yang ngasih tapi Jalu
"Ni" Ucap Jalu sambil memberikan ponsel itu dengan merk iPhone seharga jutaan rupiah
Mata Asma tercengang melihat hp itu, ia juga tau harga hp itu fantastis bagi Asma, namun bagi Jalu biasa biasa ajah
"Kak Jalu punya no. nya kak Hafids?"
"Nggak, dan sekali lagi lo panggil gue Jalu, awas lo"
"Yaudah aku pinjem punya Kak Ali ajah hp nya"
"Telpon Hafids pake hp gue ajah, lo denger kan!"
" Iya iya" Asma terpaksa, ia mulai membuka layar hp Jalu yang bergambar gitar kesayangannnya, ia juga membaca sebuah nama yang tertera di layar itu, yaitu 'Astrit'
"Siapa Astrit?" Batinnya Asma
"Aku ngga tau cara nya, ini hp iPhone, bukan Samsung" Pekik Asma , ia hanya bisa menghidupkan sampai layar itu, dan tak tau lagi selanjutnya
"DL"
"DL?" Asma bingung
"Yaudah, aku mau tanya ke kak Ali ajah"
Asma berlari ke arah Ali yang sedang sibuk menyapu halaman sekolah dengan teman temannya, Asma tak nyaman jika harus mengganggu Ali, ia berbalik lagi ke tempat semula bersama Jalu
"Kak, aku pulang dulu" Sahut Asma pada Jalu, ia mulai melangkahkan kakinya untuk meninggalakan sekolah itu
"Jangan macem macem" Jalu menghentikan langkah Asma" Sini gue bantuin"
Asma cukup senang dengan ucapan Jalu tadi
"Iya kak"
"Kudet"
"Emang" Asma menjawab , ia sebenarnya malas bersama Jalu, tapi gimana lagi, ia terpaksa
Jalu tersenyum mendengar jawaban Asma, entah apa arti senyuman itu, tapi yang pasti, tuhan dan Jalu lah hanya yang tau
Jalu mulai lincah dengan hp nya
"Oh gitu caranya ya"
"Terus, ngga bilang makasih ?"
"Ya makasih" ucap Asma datar
"Nggak tulus" Ujar Jalu walaupun sedikit cuek
Asma mulai mengunyingkan senyuman terpaksanya"Makasih"
"Ngga usah makasih, lebay lo cuman gitu ajah"
"Lah tadi dia yang minta, ampu...n, hari ini emangnya hari apa yah, kok aku selalu sama kak Arga , sungguh nasib, hari ini mau aku jadiin hari kesal nasional bersama kak Arga" Pikir Asma, ia merasa hari ini adalah hari kesal bersama Jalu
Kalian tau ga, Asma udah mulai panggil Jalu dengan sebutan Arga
" Jangan pikir aneh aneh" Ucap Jalu membuyarkan lamunan Asma
#
__ADS_1
Pukul 17:30
Maghrib tinggal beberapa menit lagi, para osis masih ada yang bekerja, diantar mereka juga ada yang istirahat sejenak
"Udah hampir maghrib lagi, aku harus pulang" Gumam Asma sambil melihat awan yang akan gelap , ia mulai berjalan menuju ke arah kak Andara ketua osis
"Kak aku pulang dulu, takut di cariin, lagi pula ini hampir maghrib"
"Iya ga papa"
Asma pun mulai berjalan, ia pulang sendirian, meskipun takut, ia mencoba memberanikan dirinya
Jalan raya pun juga mulai agak sepi
"Mau aku anter, ga baik cewek sendiri" Ucap pemuda itu, yang masih di dalam mobilnya
"Ngga usah" Asma sebenarnya mau, tapi ia cuma ga kenal sama pemuda itu, ia takut kenapa napa
"Ngga usah takut,btw kamu osis kan"
"Iya kak"
" Kenalin, namaku Ilham, aku kelas Xll SMA, aku satu sekolah sama kamu"
"Oh gitu ya, pasti kamu lagi selesai les kan?" Asma mulai akrab, ia merasa kalau Ilham itu baik
"Hm, kamu kok tau?"
"Kakak aku juga ada les, dia juga kelas Xll, namanya Hafids"
"Oh Hafids ya, iya gue tau sekarang, lo adiknya kan, nama lo siapa?"
"Asma kak" Asma tersenyum merekah
"Ya udah cepet masuk ke mobil gue, tenang, gua gak bahaya kok"
Asma mulai memasuki mobil yang di kendarai oleh Ilham,Asma duduk di bagian tengah, ia tak mau berada di bagian yang sama dengan Ilham
Sebenarnya Ilham itu juga sama kayak Jalu , dia juga di kenal oleh siswa dan guru karena ia tampan , selain itu ia juga ramah dan pintar
Ilham juga heran, kenapa Asma bisa nggak tau ke dia
______
"Asma mana Pes?" Tanya Jalu pada Ali, tentunya dengan sebutan 'Pes', yang spesial bagi Ali, yah walaupun Ali sedikit tak suka, namun bagaimana lagi jika itu kemauan orang bernama dua, yaitu Jalu alias Arga
"Mana gue tau"
"Andara!" Panggil Jalu, ia mulai khawatir dengan Asma, ia takut kalau Asma kenapa napa, karena menurut Jalu, Asma itu ngga bisa jaga diri karena kepolosannya
"Kenapa?"
"Mana Asma?"
"Oh dia pulang duluan tadi" Ujar Andara, ia bingung kenapa Jalu menanyakan hal semacam itu
"Dasar lo, dia kan cewek, lo ga mikir ?" Ujar Jalu, ia mulai kesal
Kening Andara mengkerut, ia makin tak tau harus bagaimana, biasanya dia nggak hawatir sama cewek, sungguh aneh
"Tapi gue lihat tadi dia pergi di anter sama Ilham kakak lo" Pekik Fatah
Mwndengar jawaban Fatah, Jalu mengangkat bahunya acuh, dan kembali bermain menuju dunia game nya
¤¤¤¤¤
_______ ♡♡♡ __________
Seseorang yang luar biasa itu
sederhana dalam ucapan, tapi
hebat alam tindakannya
________ ♡♡♡ __________
Heppiness is simple:)
........
dukung aku trus dengan_°VOTE° aku:)
@rezhazulfa
__ADS_1