
♡~Jika hidup adalah lukisan, Kamu
tak harus membuatnya penuh
warna warni. Tapi membuatnya
berarti dengan warna warna
yang kamu miliki ~♡
•
•
•
•
•
Hari hari yang membosankan bagi Siswa dan siswi, tentulah hari senin. Itu hari yang paling membosankan. Apalagi selain belajar belajar dan belajar. Menononton Tivi guru , istirahat dan pulang . Sungguh membosankan
Asma. Cewek yang sedang duduk mengangguk angguk kan kepalanya sambil melihat ke depan dan mendengar kan penjelasan guru yang sedang berkomat kamit
"Diketahui panjang busur AB itu 53, tentukan wilayah yang di arsir!" Ucap pak Holil , nampaknya ia sedang memberi tugas pada murid murid nya
"Ya elah tugas lagi tugas lagi" Farhan mendesis pelan dan pastinya Pak Holil tak mendengar
" Terima nasib lo!" Kini Lia berkata pada farhan dengan nada ketus
"Ini juga nasib lo kali" Jawab Farhan dengan nada mengejek Lia
"Hah gue nggak denger?" Ucap Lia sambil mengusap ngusap telinga kanannya
"Selain jadi bendahara kelas yang suka sama uang, ternyata lo juga budeg ya!"
"Apa!!!!?"
Asma geleng geleng kepala karena dia melihat temannya bertengkaar, dan apa yang ia dengar dari Farhan
Bendahara kelas yang suka sama uang?. Bukannya suka sama uang, tapi pekerjaannya emang gitu, nagih uang ke teman temannya. Itu pikiran yang ada di benak Asma
"Ekhem" Pak Holil berdehem karena melihat kedua muridnya yang sedang bertengkar di saat jam pelajaran
Dengan cepat, Lia kembali mengerjakan soal yang tadi di berikan oleh Pak Holil, sedang kan Farhan celingak celinguk tidak jelas
"Sial!. Ni hari senin bikin gue mau mati puyeng, masa tiap hari senin gini gini mulu" Gerutu Farhan dalam hati "Malah mtk lagi pelajarannya, malah ngitung ngitung mulu lagi, gue kan nggak punya cita cita nagih utang nya orang, gue punya cita cita jadi pengusaha sukses. Sial!" Farhan mengetuk ngetuk pulpennya di atas bukunya yang berisi catatan soal soal mtk, nampak dari wajahnya, Farhan sudah sangat kesal.
"Hahahah...." Fatah tertawa dalam batinnya karena melihat Farhan yang kesal hari ini. Fatah tahu kalau Farhan emang paling benci hari senin, sedangkan Fatah sendiri paling suka hari senin karena hari senin adalah hari dimana Fatah dan Arita jadian
###
"Sial!" Jalu melempar tas nya dengan frustasi
Jalu. Kini dia sedang berada di pinggir jalan raya XX . cowok yang berpakaian putih abu abu khas anak SMA, dengan rambut hitam pekat berkilau sehabis di beri minyak , dengan motor sport hitam kesayangannya
Jalu duduk di di motornya dengan berhadapan samping, ia sepertinya sedang bolos hari ini
"Gue kangen Astrit!" Monolognya dengan nada lemah "BANG5AT!!!"Lanjutnya dengan umpatan yang menggelegar
Tin
Nada pesan WA dari seseorang
Tin. Tin . Tin. Tin
Jengkel akan suara yang mengganggu nya, Jalu pun berkata" Lo nggak bisa diem apa?!" Tanya nya pada handphone yang ia pegang
Jalu mengelengkan kepalanya pelan tersadar akan tingkah konyolnya sendiri. Jalu ingat, biasanya Astrit selalu menemaninya ketika bolos sekolah, entah mengapa Jalu begitu rindu pada Astrit walau ia masih ingat kalau Astrit selingkuh dan pindah sekolah
Jalu membuka pesan WA dan ternyata itu pesan dari Ilham kakaknya
_Lo dimana?
_Bolos kan?
_woi
_Kalo lo punya masalah, seenggaknya, lo jangan buat hal hal yang nggak nggak Ga!
_Jangan sampai gue liat lo ke club !
Itu pesan yang Jalu baca dari Ilham, Jalu menaikkan sebelah alisnya setelah membaca pesan dari kakaknya
__ADS_1
Jalu mulai mengetik dengan jari jari nya yang berada di layar hp tersebut
_Dasar!, Gue bukan cowok pecundang
Itu jawaban yang Jalu kirim ke Ilham kakaknya
Cowok dengan pakaian putih abu abu itu menaruh hp nya ke saku baju nya, dan memakai helm fullface nya, lalu mengegas dengan kecepatan tinggi , kini ia mulai meninggal kan jalan raya itu
Tas?. Tentu saja tas nya masih tergeletak di jalanan. Jalu sengaja tak mengambilnya karena isinya pun hanya satu buku, itu pun buku yang sudah tipis karena Jalu sering merobek robek buku itu menjadi lipatan lipatan yang berbentuk bentuk
###
Meja panjang berbentuk persegi panjang dengan para cowok yang duduk di kursi tersebut, sekarang adalah jam istirahat, tentulah ke tiga cowok itu akan nongkrong di kantin
Kantin adalah tempat paling top buat mabar, apalagi sesama pecinta ghibah , itu malah makin top pastinya, walaupun tiga orang ini adalah cowok, tapi nggak ada larangan buat cowok nge-ghibah
Brak!
Luke memukul meja dengan tangan kanannnya yang mengepal sambil melihat kedua temannya dengan bergantian yang duduk berhadapan dengan Luke
Melihat Luke. Subhan melipat tangannya di dada dengan santai karena tahu apa yang akan di katakan Luke tanpa bertanya. Gilank menatap Subhan dan Luke secara bergantian karena bingung
"Hahaha.... Tegang banget lo berdua" Ucap Subhan dengan tawa yang renyah "4njay tegang yaaaaahaaa" Lanjutnya dengan mengambil satu bakso berukuran jumbo dengan menggunakan garpu
Saat Subhan ingin melahapnya, Luke bertindak"Lo bisa ga sih serius?!"
Mendengar itu, Subhan pun menghentikan aktivitasnya, padahal bakso yang ia ambil tinggal beberapa centi lagi untuk masuk ke mulutnya yang bersiap siap
"Lo berdua inget kan kata gue kemarin soal Asma?"
"Inget inget" Gilank mengangguk serius
"Arga sekarang lagi bolos keknya" Timpal Subhan
"Dan untuk sementara sekarang kita berdua nggak bisa bantu" Gilang menatap Luke
"Gue cuma mau ngasih tau siapa Asma"
"Mana?" Tanya Gilank dengan ekspresi kepo
"Tuh!" Jawab Luke dengan melihat lurus ke depan sambil menunjukan dengan dagu nya
Gilank dan Subhan mengikuti arah Jalu. Gilank dan Subham menlihat Asma yang sedang berdiri di depan toko sambil berbicara tak jelas
Melihat Gilank yang kaget, Subhan pun bertanya"Jatuh cinta pada pandangan pertama nih yee...." lanjutnya dengan ejekan
"Gue nyuruh lo gimana caranya Arga suka sama Asma, bukannya lo yang suka sama dia!" Kini Luke buka kata karena mendengar ucapan Subhan yang sepertinya benar
"Bukan itu" Gilank mengelak dengan melambaikan kedua tangannya sebagai pertanda bukan "Gue cuma mau bilang, kalau dia itu temannya cewek pdkt-an gue"
Luke mengalihkan pandangan Asma ke Gilank"Terus?
"Ya nggak ajah, gue cuma kasih info" Jawab Gilank"Tapi gue nggak mau , biar Subhan ajah bantu lo, gue takut Mala cemburu sama gue "Lanjutnya dengan nada lemas
"Justru lo bisa makin deket sama Mala" Timpal Subhan. Subhan nggak mau ajah akrab sama Asma, melihat tingkahnya yang menjengkelkan membuat Subhan tak tahan dengan sikap Asma
Subhan juga masih ingat ketika ia dan Luke mengejar Asma beberapa hari lalu dan hampir saja Asma di tangkap malah Asma lolos dari kejarannya dan parahnya Asma membohongi ia dan Luke kalau ada Alien. Sungguh menjengkelkan dan sangat sangat menjengkelkan!. Membuat Subhan menggelengkan kepala pelan
"Ok ok, biar Subhan"
"Woi sadar. Sadar!!"Bentak Subhan pada Luke"Gue nggak mau deket sama cewek kek dia, bisa bisa mati konyol gue!" Lanjut nya dengan tajam tajam mata Luke yang tengah berhadapan dengan nya
"Siapa yang nyuruh lo buat deketin dia gue cuma nyuruh lo deketin dia sama Arga"Luke beranjak dari tempat duduknya"NGERTI!!" Lanjut Luke dengan teriakan menggelegar
Entah mengapa akhir akhir ini suasana hati Luke sangat lah buruk, hingga marah saja tidak dapat ia kendalikan, semua orang yang ada di kantin pun terdiam . Begitupun dengan Asma, yang tadi nya sedang tertawa bersama temannya kini sudah terdiam melihat Luke dan teman temannya
"Kenapa liat liat HAH!!" Bentakan Luke yang begitu keras yang ingin membuat keadaan seperti semula menjadi gagal, mereka makin terdiam sambil menatap Luke
Luke pergi meninggalkan kantin dan meninggalkan Subhan dan Gilank yang masih terdiam duduk
"Gue tampan kan?" Tanya Subhan sambil memainkan alis nya dengan genit, Subhan berniat untuk memulihkan keadaan
Berhasil. Mereka semua pun kembali ke keadaan semula karena tingkah Subhan yang bikin mereka jijik, tapi tak semua merasa jijik, ada sebagian yang senyam senyum pada Subhan mungkin itu adalah cewek cewek yang lagi suka sama Subhan
"Lo sih" Gilank menepuk bahu Subhan. Gilank hawatir saja dengan Subhan, ia takut Subhan akan di musuhi oleh Luke "Gue nggak papa. Lagi pula nanti juga sembuh tuh cowok" Jawab Subhan
Subhan melangkah . Langkah Subhan terhenti di tempat sesosok wanita yang sedang memakan camilan bersama temannya membuat Gilank mengkerutkan keningnya karena bingung apa yang ingin Subhan lakukan, lebih baik Gilang diam menyaksikan apa yang ingin Subhan lakukan
"Eh lo" Subhan memanggil salah satu cewek dengan sebutan 'lo'
Salah satu cewek yang menyadari kalau Subhan yang memanggilnya pun heran"Hm?" Tanya nya dengan heran dan sebelah alis yang terangkat ke atas
"Br3ngs3k !" Tiba tiba saja Subhan mengatakan umpatan itu pada Asma yang tak punya salah apa apa pada Subhan
__ADS_1
Gilank terdiam sejenak dan bergegas menghampiri Subhan sebelum Subhan melakukan sesuatu pada cewek itu
"Ke kenapa?" Cewek itu bingung, ia juga malu akan ucapan Subhan yang terdengar oleh orang orang di kantin
Kini juga Subhan malah membuat kadaan kembali diam
"Bej4t lo, k3parat!, b4si tau gak, dan satu lagi, Mur...."
Umpatan Subhan yang akan di berikan pada Asma kini terpotong oleh Gilank yang menarik nya dengan cepat dan membawa Subhan ke tempat lain
Bugh!
Satu pukulan yang Gilank berikan pada Subhan , kini Subhan tersungkur ke tanah karena pukulan Gilank di wajah Subhan
Wajah Subhan lebam, ia mulai berdiri dan tersenyum licik "Kenapa?, Lo belain dia kan, karena dia temennya Mala?, Hm?"
"Lo bilang nggak papa, tapi lo bohong!.Terus apa lo bilang tadi?, belain dia karena temennya Mala?. Br3ngs3k tau gak!"
"Terus, jatuh cinta pada pandangan pertama gitu?,hm?" Tanya nya tambah ngawur dalam keadaan seperti ini
"Lo nggak nyadar kalo lo udah buat salah?"Tanya Gilank
"Alah..., nggak usah cari alasan buat ngehindar dari pertanyaan gue"
Mendengar perkataan Subhan, kini Gilank mengepalkan tangannya, rahangnya pun mengeras, matanya begitu tajam melihat Subhan yang tengah mengata ngatainya
"Hajar gue hajar sepuas lo!, gue capek , CAPEK!!" Ucap Subhan pada Gilank, Subhan mengerti kalau Gilank akan memukulnya kembali
Mendengar kata 'Capek' dari mulut Subhan yang kini sedang hilang kendali, membuat Gilank sadar kalau sebenarnya Subhan butuh seorang teman , Gilank tahu kalau kini Subhan sedang punya masalah
Ibu Subhan di rawat di rumah sakit menderita serangan kanker rahim stadium akhir, ayah Subhan selingkuh karena punya perempuan lain, sedangkan Subhan kini tengah di tinggal kan oleh pacarnya yang bernama Jihan
Gilank merasa iba, mendadak matanya begitu iba melihat keadaan Subhan yang kacau
Deg
Subhan kaget karena mendapat pelukan Gilank dengan khas laki laki. Gilank menepuk nepuk punggung Subhan
Tak lama pun Gilank melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundak Subhan dengan kedua tangannya dan berkata "Gue tau kalau lo lagi kacau, tapi tanpa sadar lo udah ngelampiasin kekacauan lo ke Asma dengan umpatan umpatan lo yang sesek itu"
Subhan tetap diam tak menjawab, ia mencoba mendengar kelanjutan dari ucapan Gilank
"Kalo lo punya masalah, jangan pendem sendirian, lo itu manusia biasa yang butuh bantuan Sub!" Gilank mencoba meyakinkan Subhan dengan kata kata nya
"Gue capek Lank, gue capek, Mama gue di rawat di rumah sakit, papa gue selingkuh, dan Jihan, Arghhhhh......," Ucapnya sambil melwpaskan dasi nya dan menghempaskan ketanah begitu saja "GUE CAPEK LANK, CAPEKK!!!" lanjutnya dengan teriakan, Kini ucapan 'capek' Yang di keluarkan oleh Subhan dengan nyaring
Sebulir air mata lolos dari Subhan, dengan cepat Subhan menyeka air mata itu dengan tangan kanannya karena tak ingin menjadi pengecut walau dalam keadaan yang sangat kacau ini
"Bro..., gue ngerti kok" Celetuk Ilham
Tiba tiba saja Ilham datang seperti malaikat pencabut nyawa, membuat kaget Subhan dan Gilank
"Malaikat pemberi penyakit jantungan dateng" Ucap Gilank ngawur
Ilham hanya tersenyum dan melanjut kan kata katanya"Gue tau Luke marah sama lo, tapi Luke juga punya alasan kenapa dia marah" Subhan dan Gilank tetap diam untuk mendengar tentang apa yang terjadi pada Luke" Beberapa hari yang lalu, Arga bilang sekretarisnya ngehianatin dia"Mata Gilank terbelalak dengan ucapan Ilham
"Terus?" Tanya Subhan yang mulai tertarik
"Ternyata itu bener, dan sekarang sekretarisnya masih di urus Luke"
"Cuma gitu?" Subhan meremehkan masalah yang di alami Luke
Ilham menggeleng, sebagai pertanda kalau bukan hanya itu masalahnya "Lo berdua tau kan kenapa Luke sering bolos?"
"Dia lagi bosen katanya"Ujar Subhan dengan nada santai melipat tangannya ke dada
"Lo salah, dia bolos karena Papa marahin dia karena udah pilih orang yang gak bener, bahnkan Papa sampai nampar dia , untung ajah waktu itu cuma ada gue , Papa dan Luke"
•
•
•
•
•
______________________-____________-_______________-___________________-______
JANGAN LUPA SHARE NOVEL KU KE TEMAN, BAPAK, IBU, TEMAN KELAS, TEMAN KERJA, SAHABAT PACAR, MERTUA hhhhh, DAN SATU LAGI MANTAN.........
BIAR AKU MAKIN SENENG DAN NOVELKU BANYAK DI GEMARI OLEH OTANG ORANG:)
__ADS_1