
1 BULAN TELAH BERLALU BEGITU CEPAT AKHIR AKHIR INI
dan sekarang sudah memasuki semester dua
Pelajaran dimulai di kelas masing masing, tak terkecuali di kelas XI Putra, mereka wajib mendengarkan televisi guru sekarang walaupun itu sangat membosan kan bagi mereka
Jalu yang kini menatap fokus ke depan hanya bisa manggut manggut dengan penjelasan guru itu, walau sesekali ia melihat ke jendela yang tembus halaman
Sesosok siswi yang sedang berdiri di halaman membuat Jalu tercengang tak percaya karena ia adalah Asma, Jalu pun memberi tahu Luke dengan diam diam melalui ponselnya, agar Pak guru tak curiga
Arga
"Mending lo samperin dia, dianya lagi di halaman"
"Gue lagi males buat onar"
Arga
"Bilang ajah kalo lo takut jatuh cinta sama dia"
Setelah beberpa menit Jalu menunggu,tak ada jawaban dari Luke
Namun saat Jalu kembali melihat ke jendela yang tembus pandangan ke halaman, ia melihat Luke sudah berdiri di halaman bersama Asma
"Lo cepet juga ya " ucap Jalu dalam hati nya, dan Jalu kembali menatap tivi guru yang wajib di tonton
1 jam kemudian
Pergantian Jam sekaligus pelajaran, Jalu melihat Asma dan Luke nampak masih berbicara walau mereka bicaraan tanpa saling menghadap , kening Jalu mengkerut melihat mereka, ia hanya bingung, apa yang Luke bicarakan dengan Asma
Nampak Jalu tersenyum , entah apa arti senyum itu, tapi sepertinya, ia berpikir kalau Luke sudah menyukai Asma
"Wah wah, si Luke gak item item walau udah berkali kali di jemur, sumpah, kayaknya dia pakek pemutih kulit nih" Celetuk Armand
"Kayak yang gak pernah makek ajah lo Armand" Timpal Ali, Ali yakin kalau Armand juga memakai perawatan kulit, wkwkwk
" Lo ngintip gue mandi?" Beo Armand
"Dihhhh..., ke g-r ran lo, gue gak napsu sama lo" Jawab Ali, ia jijik dengan pertanyaan Armand
"Gue juga gak napsu sama lo, idihhh" Jawab Armand sambil mejauhkan badan nya dari Ali
Jalu terus menatap keluar, seperti sedang menjaga sesuatu
5 menit
Brakkkk!
Jalu berdiri mendadak dan masih fokus pandangan ke halaman sekolah, ia melihat Asma yang hampir pingsan dan di tangkap oleh Luke, lalu Luke memegang bahu Asma agar Asma tidak jatuh
"Buset dah " Armand kaget dengan tingkah Jalu yang mendadak seperti tadi
Jalu baru saja melangkah namun ia tak jadi, karena ia melihat Asma sedang duduk dan istirahat di temani Luke, walaupun Luke masih berdiri menaungi Asma
" Lo liatin apa?" Ali bertanya, ia mengikuti arah mata Jalu yang menatap ke arah halaman
Ali sadar kalau Jalu sedang menatap Asma dan Luke yang berada di halaman, Luke yang sedang menolong Asma agar tidak terjatuh sedangkan Asma sepertinya kelihatan sekali sedang lemas akan terik matahari
"Lo cemburu?" Ucap Ali pelan, di sebelah telinga Jalu
" Gue seneng ajah, akhirnya gue menang dalam sehari" Jawab Jalu dengan sedikit tersenyum kemenangan
"Gue kira lo suka"
__ADS_1
Jalu tak menjawab , sebenarnya ia tak tahu harus bilang apa, rasanya sedikit sakit, tapi Jalu ingin menahan itu, ia tak ingin terjerumus dalam sebuah cinta lagi, ia yakin semua wanita sama sama penghianat seperti Astrit mantannya. Mantannya
Jalu duduk lagi di kursinya dengan melipat tangannya di dada dan meletakkan kaki kirinya di paha kanannya, nampak , ia tersenyum kemenangan
Sepertinya ia juga sedikit terluka, namun Jalu tak ingin berpikir lama tentang hatinya, ia labih baik bermain dengan handphon nya lagi, membuka update terbaru
###
"Jangan sok kuat elo deh" Ketus Luke yang masih menaungi Asma dengan tubuh nya yang tinggi dan tegap
Asma tak mengubris perkataan Luke, ia memilih cuek karena sebenarnya benar yang di katakan Luke, kalau Asma itu memaksakan kuat
"Dasar cewek aneh" Ucap Luke lagi, ia juga makin jengkel karena Asma tak melawan nya
"Kamu bawel banget jadi cowok " Asma mulai berdiri dan kembali ke terik panas matahari yang makin panas makin lama
"Eh elo...." Luke mulai menghadap ke Asma , walau hanya belokan sedikit"Lo nggak tau gue hahh!!" Lanjut Luke, ia mulai darah tinggi
Asma menelan salivanya , ia mulai takut dengan Luke, Asma memilih menjauh dari Luke, hingga jaraknya jauh
"Lo takut kan?"
"Enggak" Cicit Asma dengan sangat pelan, ia takut Luke akan melukainya, tapi Asma mencoba berani
"Ya Allah , kapan istirahatnya?" Asma mengadah ke atas awan, mengharap pertolongan Allah, ia sudah tak kuat lagi, tapi Asma masih menahan diri, nampak Asma mengeluarkan buliran kristal dan langsung menyekanya, agar tak ada yang melihat
17 menit telah berlalu
Kriiinggggg.......
Bel istirahat berbunyi
Kini Asma langsung duduk ke kursi yang ada di belakangnya, lalu menyandarkan kepalanya ke kursi itu
"Huffff" Keluh Asma
Luke meminum air mineral yang di belikan Subhan dengan khidmat tepat di samping Asma yang duduk
"Nih, kalo lo mau ajah" Ujar Luke sambil memberikan botol mineral bekasnya pada Asma yang duduk
Asma menggeleng pertanda tidak mau"Itu bekas kamu" lanjutnya dengan ucapan menolak
"Lebay jadi cewek, biar gue kasih yang lain ajah, lo liat ajah, mereka bakal rebutan nanti"
Asma masih tak menghiraukan perkataan Luke, dia nggak percaya, mana ada cewek mau bekasnnya
Tapi saat melihat Luke di keruminin cewek buat rebutan botol itu, sontak Asma terkejut melihat itu
"Lo kaget?"
"Aku heran ajah, ngapain mereka mau bekas kamu" Jawab Asma mengejek
"Bilang ajah kalau lo itu ir..."
"Asma" Panggilan Mala Lia dan Tania membuat Luke berhenti bicara
"ini air buat kamu!" Ucap Mala sambil memberikan se botol air pada Asma
"Makasih" Jawab Asma dengan tulus
"Jangan mau di tipu sama dia, nanti juga bakalan di buang tuh air"Celetuk Luke pada teman teman Asma
"Ini Luke kan, aduh ganteng banget" Ujar Lia sambil memandang Luke begitu dalam
__ADS_1
"Lia" Asma mulai malu dengan tingkah temanya, bagaimana tidak, Asma kan dari tadi selalu berdebat dengan Luke, ia juga pernah bilang, kalau Luke itu nggak tampan bagi Asma, lah..., sekarang malah sahabatnya sendiri yang bikin malu
Astagaaa.....
Luke tersenyum mengejek pada Asma, lalu meninggalkan mereka bertiga
"Itu Luke kan Asma, dia ganteng banget, sumpah" Ujar Lia yang masih menatap Punggung Luke yang makin jauh dilihatnya
"Nggak boleh bilang sumpah Lia!"
"Iya iya maaf"
"Kamu kok di hukum , terus kenapa sama si cowok itu?" Mala mulai buka kata
"Panjang ceritanya"
"Lo Tania kan?" Tanya Luke lalu mengunyingkan senyuman
"Iya" Jawab Tania dengan anggukan kepala
"Ekhem" Asma berdehem , sebagai tanda agar Tania mengikuti arah Asma untuk pergi ke kantin bersama Lia dan Mala
###
Luke sedang berada di kelasnya Jalu , nampak mereka membicarakan sesuatu dengan serius walau sedikit ada candaan dari mereka
"Lo yakin ,gue suka sama si tu cewek?" Ucap Luke dengan berhadapan langsung dengan Jaluu kakaknya
"Gue nggak bakal nyerah gitu ajah"
"Ok" Jawab Luke acuh dan meninggalkan kelas itu
"Kalo gue menang, gue minta lo lupain dan jauhin dia!" Ucapan itu membuat Luke berhenti di ambang pintu kelas Jalu
Luke tersenyum tanpa arti" Kenapa, lo takut kan?" Nampak Luke tersenyum mengejek
"Gue mau bikin lo sengsara main hati" Jawab Jalu dengan penuh penekanan dan rahang yang sudah mengeras akibat menahan amarahnya
"Lo yakin kan Ga?" Cicit Ali pelan, namun tak ada jawaban dari Jalu
"Gue sih ok ok ajah" Jawab Luke lalu melanjut kan langkah nya keluar di temani Subhan
"Parah lo Ga" Celetuk Ali. Jalu mengangkat satu alinya, ia bingung dengan pernyataan Ali
"Kalo si Asma suka sama Luke, dan lo nyuruh Luke buat jauhin Asma, lo bakal buat Asma menderita karena lo" Lanjut Ali
"Gue yakin Asma ngga bakal suka sama Luke, dan gue ga ada maksud buat dia sengsara" Jawab Jalu tanpa memikirkan ucapannya yang penuh dosa
"Secara nggak langsung lo buat tantangan ini buat nyakitin hati Luke , dan parahnya, lo nyakiti Asma , kalau Asma sampai sampai suka sama Luke, terus lo it.." Armand bertindak
"Bacot!" Ketus Jalu, lalu memainkan hp nya lagi
Armand dan Ali mengelus ngelus dadanya, mereka harus sabar jika sudah menghadapi sahabtnya yang satu ini
▪
▪
▪
▪
▪
__ADS_1
10 like dan lanjut ...
LIKE LIKE LIKE!!!!!!!!!!!!!!!!!!