Batas Cinta (#S1)

Batas Cinta (#S1)
Terbang kali ya?


__ADS_3

"Lo habis ngapain ?"


"Aku lagi tiup balon" Jawab nya ketus dan beranjak pergi karena tak mau lama lama malu di hadapan Luke dan cukup sampai disini saja pertemuannya dengan Luke .Titik.


Dan Asma juga berpikir apakah kenapa Luke masih saja bertanya kalau memang sudah tahu keadaan nya yang kacau ini akibat di bully


Asma berhenti melangkah lalu melihat tangannya yang di pegang oleh Luke "Kamu mau nambah penderitaan aku?" Tanya Asma sambil berusaha melepaskan tangan Luke dari tangan kanannya namun Luke begitu kuat memegang tangan Asma sehingga Asma tidak bisa"Lepasin Luke!" Lanjutnya dengan serius


"Lo habis di apain?" Tanya Luke yang masih memegang tangan Asma agar Asma tidak kabur, karena Luke tahu kalau Asma pasti akan kabur


"Yaallah dosa nya tanggung Luke ya Allah, Asma udah berusaha lepasin tapi nggak lepas lepas tangannya Luke" Ujarnya dalam hati sambil memejamkan mata tiga detik


Kening Luke makin mengkerut karena Asma tak menjawabnya


"Lo habis di apain, hm?"


"Kan udah aku bilang, aku habis tiup balon" Jawab Asma membuat Luke jengkel, mengapa setiap Luke bartanya pada Asma selalu di jawab yang ngasal ngasal oleh Asma


"Cepet cuci muka!" Titah Luke dan Asma mengangguk, mau bagaimana lagi, cuci muka memang salah satu cara menghilangkan warna warna yang berada di wajah Asma


13 menit sudah berlalu Asma pun keluar dengan keadaan wajah nya saja yang bersih


"Ngapain kamu disini?" Tanya Asma pada Luke, Asma kira Luke akan pergi ternyata masih menunggu di belakang pintu sambil bermain hp


"Nggak ngapa ngapain" Jawab Luke dengan gelengan polos


"Kamu nggak ngintip?"


"Lo su'uzdon mulu sama gue" Jawab Luke namun Asma masih tetap berdiri tak menjawab "Bel masuk udah dari tadi, gue masuk dulu, dan lo balik ke kelas lo!" Lanjutnya sambil melangkah ingin menuju kekelas nya


Namun Luke berhenti melangkah karena tak mendengar suara hentakan kaki Asma, Luke pun menoleh kebelakang di dapatnya, Asma sedang menangis sambil berdiri di ambang pintu kamar mandi ,Luke pun menghampiri Asma


Luke tersenyum, ia merasa kasihan kepada Asma, walau Asma sering dilihat selalu ceria dan sok kuat, tapi ketika menangis , Asma seperti orang sudah putus asa


"Tenang, ntar gue bantuin" Ujar Luke sambil berdiri menatap Asma yang menangis sambil menunduk


Asma mengangguk sambil menunduk tak berani menatap wajah Luke


Luke mengambil hp dari sakunya dan mengetik sesuatu


Luke


-Tah, izinin Asma sakit perut !"


Fatah


-Kok elo yang ngizinin dia?


luke


-Bacot lo, cepet nurut ngapa?


Fatah


-ok


Luke


-P


-p


-p


-p


Fatah


-Lebih bacott !!!!!!!


Urusan satu selesai, kini tinggal gimana caranya agar Asma tidak ketahuan bolos sekolah dan tak ada orang yang melihatnya. Tiba tiba Luke punya ide cemerlang agar Asma tidak ketahuan bolos, Luke mulai tersenyum dan berkata "Lo ikut gue ajah ke cafe!"


Asma mendongak dan menggeleng dengan tatapan datar, rasa nya malu berbicara dengan lawan jenis yang belum akrab. salah satu sifat Asma


Luke melihat mata Asma yang sedikit bengkak karena menangis dan melihat hijab yang berbentuk pashmina itu sudah kotor, entah mengapa tiba tiba hati Luke sedikit kacau melihat keadaan Asma


"Kalo lo masuk kelas, lo bisa jadi bahan tertawaan disana, dan satu lagi, gue udah izinin lo ke Fatah, jadi lo gak usah cemas" Ujar Luke sambil menenggelamkan tangannya ke saku celana abu abu nya


Asma bingung bagaimana cara memberitahu kepada Luke kalau dia Asma itu mau nya pulang sendiri tanpa merepotkan Luke dan hanya ingin sendiri. Karena jika sudah menangis, Asma hanya akan ingin sendirian


"Lo mau ngomong ga papa" Ujar Luke karena ia yakin dengan ekspresi Asma yang ingin memberitahu sesuatu padanya


"Aku pulang sendiri ajah"


Suara serak yang di dengar Luke dari mulut Asma dengan nada yang sesak karena sehabis menangis membuat Luke tersenyum kecil tak tega


"Lo ga usah keras kepala kalo di bilangin!"


Asma menghembuskan nafas dengan kasar, tak tahu harus apa "Ak-aku pulang ajah" Ucap Asma lalu pergi dari hadapan Luke yang seperti sedang menginterogasinya


"Ya udah"Jawab Luke dengan bahu acuh dan mulai pergi dari tempat itu


Sementara itu, Asma berjalan menuju gerbang sekolah untuk pulang namun saat menemukan Pak satpam sedang duduk sambil memegang benda aneh di tangannya Asma pun mengurungkan niatnya, ia memilih kembali ke tempat semula yaitu toilet


"Apes banget hari ini, apa karena aku belum muroja'ah hafalah quran?. Mungkin sih, tapii....., astaghfirullah....." Monolognya sambil menggeleng geleng kacau akan keadaannya


Asma melihat ke arah gerbang sekolah lagi, nampak Pak satpam sedang berbicara dengan seseorang siswa , setelah beberapa lama Asma mencoba mengenali siswa tersebut ternyata Luke

__ADS_1


"Ngapain dia?" Tanya Asma sambil mengkerutkan dahinya


setelah Luke selesai bicara ia pun menuju ke arah Asma dan berkata "Ikut gue!"


Lalu Asma mengikuti arah Luke yang menuju ke mobil nya


"Cepet masuk ke mobil gue!"


Asma mengeleng, di pikirannya hanya ada kata 'Dosa' jika berduaan dengan seorang lelaki yang bukan muhrim nya "Bukan muhrim" Ucapnya dengan nada tegas


"Lo keras kepala benget , cepet masuk!!" Titah Luke dengan nada tegas dan nyaring hingga membuat Asma kaget dengan teriakan Luke


Kini Asma sadar kalau Luke itu adalah type orang yang ga suka penolakan, meski terkadang pernah mengalah itu pun hanya beberapakali saja


Terpaksa juga Asma harus ikut Luke


###


"M"


Ketujuh cowok yang sedang berada di pos ronda yang dekat dengan jalan raya, mereka sedang bermain tebak iklan dengan berbagai macam huruf , mereka membentuk lingkaran besar dengan sebuah pastel dan minuman di tengahnya


"Sekarang nama iklan yang di mulai dari huruf M !" Ujar Ali. Cowok itu sedang memakan pastel dengan posisi kaki menyilang


"Milkita" Sahut Jalu dengan nada datar menyandarkan tubuhnya kebenda yang berbahan kayu itu


Ali mengedipkan matanya sebelah satu kali pada Tian, dan Tian langsung mengerti dengan kedipan itu, Tian pun tersenyum


"MENTANG MENTANG PUNYA BANYAK DUIT, BELIIN ANAK SEMBARANGAN !!" Ali mulai memperagakan gaya iklan milkita


Rio. Cowok dengan topi terbalik itu sedang melihat drama berikutnya diikuti oleh Armand dan Angga.


"Elo sih....." Tian menyenggol bahu Hakim , kini perannnya sebagai kakak yang memarahi adiknya


Hakim yang mendengar ucapan Tian pun tahu apa yang harus di lakukannya


"Ini permen milkita, tiga loli milkita setara dengan .....? dengan ...?" Pikir Hakim dengan melihat ke atas sambil memegang tiga pastel " Tau ah gue kagak apal!" Ucap Hakim sambil menaruh kembali tiga pastel itu


"Hahahhhhhhhhaaaaahh" Rio sudah tidak kuat menahan tawanya dari tadi melihat mereka bertiga yang berakting tidak jelas sesekali ia juga menghapus air mata yang kekuar karena tertawa "Gue baru nyadar kalo kalian pinter banget" Ucap nya di sela sela tawanya


"Gue heran, kalian bilang milkita, tapi kenapa pastel yang di pegang?" Tanya Armand sambil melihat ke pastel itu lalu melihat ke wajah teman temannya


"Gue kan nggak punya milkita" jawab Hakim dengan mengangkat bahunya tidak tahu


"Lo semua keseringan nonton iklan sampe sampe apal semua judul sama isi isi nya" Celetuk Angga


Jalu. Cowok itu dari tadi hanya memperhatikan ke arah jalan raya yang terdapat sosok cewek dan cowok yang sedang berjalan berdua, jelasnya pakaian mereka putih abu abu seragam SMA


"Luke?" Cicit Jalu dengan pelan


"Luke?" Beo Ali . Ali mengikuti arah mata Jalu, dan ternyata benar ada Luke yang sedang berjalan dengan seorang gadis berhijab berbentuk pashmina "Asma?" Lanjutnya tak percaya kalau gadis itu adalah Asma


"Ngapain lo disini?" Tanya Jalu . Ia melihat hijab yang di pakai Asma sudah nampak kotor dan kacau membuat Jalu makin bingung


Teman teman Jalu hanya diam melihat Jalu kecuali Ali yang sudah berada di belakang Jalu


Asma menelan saliva nya kasar, tak tahu harus menjawab apa kepada cowok yang sedang berada di depannya


"Bolos" Cicitnya pelan dengan kepala menunduk tak berani melihat cowok di depannya


"Gue kira lo nggak nakal ternyata gue salah"


"Kak Arga juga bolos kan?" Tanya Asma


Jalu melihat mata Asma yang sedikit bengkak "Lo habis nangis?"


Asma tak menjawab , ia memilih terus berjalan melewati Jalu, dan tak sengaja melihat Ali lalu melanjutkan langkahnya. Namun langkah ketiga Asma berhenti karena melihat sekumpulan para cowok yang sedang nongkrong di pos membuat Asma menelan saliva nya


"Ke depan salah, ke belakang juga salah , ke kiri makin banyak orang, ke kanan mau ngapain?" Monolognya sambil menengadah ke atas " Terbang kali ya?" Lanjutnya


Asma pun kembali ke tempat semula, dimana Jalu dan Ali masih diam tak pergi dari sana, Asma mencoba melewati Jalu dan Ali dengan menundukkan kepalanya agar mereka berdua tak mengenali Asma


"Lo bolos gue bakal ngasih tahu ke guru " Celetuk Jalu sambil mengambil hp nya dari saku celananya


"Ja jangan kak!"Larang Asma dengan mengangkat tangannya lima jari mencegah Jalu "Aku nggak bolos, tadi aku udah izin sakit perut" Lanjut Asma


"Sakit perut?" Tanya Ali dan di jawab anggukan oleh Asma "Gue ga yakin lo sakit perut sampe nangis nangis gitu terus baju dan hijab yang lo pake juga kotor, kayaknya lo habis gulung gulung di halaman sekolah"


Melihat tatapan Ali yang sedang mengantimidasi nya membuat Asma makin bingung harus berbuat apa "It itu......, aku tadi sakit perut terus jatuh jadi nya aku nangis"


"Bener?" Tanya Ali dengan ekspresi tak yakin dan di jawab anggukan beberapa kali oleh Asma sampai Asma lelah mengangguk


"Gue telpon kakak lo ajah" Celetuk Jalu lalu mengetik hp nya


"Jangan kak!!!! " Larang Asma


"Jangan kak!" Larang Asma


Teman teman Jalu yang sedang duduk terdiam pun menghampiri Jalu, untuk melihat apa yang terjadi hingga Ali dan Jalu berada cukup lama di sana


"Ni cewek siapa?" Angga bertanya dengan mengangkat alisnya sebelah


"Lo nggak pernah update?, Lo tau kan kalo cewek ini viral di sosmed kita kita" Jawab Tian dengan sambil melihat Angga lalu beralih pada Asma "Dia cewek nya"


Viral di sosmed?. Asma tak mengerti dengan perkataan Tian. Mengapa harus viral di sosial media? Apakah Asma begitu terkenal di sekolahnya?. Sejenak Asma berpikir itu


"Oh cewek yang itu......, iya iya gue tahu sekarang, terus ngapain dia ada disini?" Angga berhenti sejenak dan berdiri di depan Asma " Lo bolos kan?"

__ADS_1


"Terus lo kenapa kotor gitu?" Tanya Rio


"Lo habis ngapain sih?" Kepo Armand


Asma diam, mulutnya membisu tak ingin menjawab semua pertanyaan yang di lontarkan oleh teman teman Jalu ini


"Udah udah. Lo semua kayak emak emak lagi gak dapet arisan ajah!" Ali mengalihkan pandangannya ke Asma "Terus lo mau ngapain?" Lanjut Ali dengan pertanyaan kepada Asma


Asma tak menjawab. Ia merasa bingung, mengapa harus bertemu dengan segerombolan cowok yang tidak jelas ini


"Taksi!" Panggil Jalu. Lalu taksi itu pun berhenti


"Mau ngapain lo?" Hakim buka kata


"Cepet sana masuk !" Titah Jalu pada Asma dan Asma tetap diam "Kenapa lo diem?, ga bisa jalan?" Tanya Jalu dengan suara agar keras


"Si bos kenapa?, kok beda gitu hari ini?" Bisik Tian pada Ali


"Gue kagak tau juga" Ali mengangkat bahu sebagai pertanda tidak tahu


"Ak aku ga punya uang buat bayar" Jawab Asma dengan pelan


Bukan tanpa sebab Asma tidak punya uang. Ia memang sudah di beri uang jajan oleh Abi nya namun uangnya di pegang oleh Hafids karena Hafids tahu Asma itu ceroboh, Hafids yakin kalau uang sekalipun Asma akan menghilangkannya, walaupun tidak sering tapi itu juga mubazir karena sudah membuang buang rezeki.


"Gue yang bayarin!. Cepet sana masuk lo!" Ujar Arga , nada tinggi nya pun sedikit merendah


"i-iya kak" Ucapnya lalu pergi


"Stop stop!" Ali menghentikan langkah Asma "Lo mau pake baju itu?, lo nggak sadar kalo seragam itu udah kotor dan penampilan lo juga kacau?"


Asma melihat bajunya dan hijab nya, sepatunya yang putih berubah menjadi coklat, kini dia hanya bisa tersenyum dan berkata "Nggak papa kak, aku pergi dulu" Ucap nya dengan di sertai senyuman


"Dia habis nangis kayaknya deh" Sahut Hakim "Lo tunggu sebentar, gue ikut lo! Lanjut Hakim dengan menghampiri Asma


"Mau ngapain tuh kampret?"


"Mending lo cegah dia!" Titah Jalu pada Ali


Ali pun mencegah Hakim "Lo mau ngapain?" Tanya Ali sambil memegang bahu Hakim


"Gue mau mastiin dia selamat, gitu ajah, Karna cewek itu harus dilindungin!" Jawab Hakim tanpa malu.


Tidak usah di tanyakan jika sudah menyangkut soal cewek. Hakim memang selalu memandang cewek selalu benar,Ia juga berpacaran selama tiga tahun berturut turut. Mungkin bisa di katakan Hakim adalah type cowok yang setia, dan memandang wanita itu terhormat.


"Tunggu gue!" Teriaknya pada Asma dan Asma berhenti


"Astaga!" Kaget Hakim ketika melihat wajah Asma, sebenarnya melihat hidung Asma yang mengeluarkan darah "Lo mimisan" Ucapnya lagi


Asma pun bingung harus mengusapnya dengan apa. Tangan? Tentu saja tidak itu sangat tidak berhasil. Dengan hijabnya? Tidak akan karena Asma tidak mau ada noda membandel di hijabnya yang putih ini. Asma menghembuskan nafas. Ia membiarkan darah nya menetes ke tanah


Dengan tiba tiba, ada seseorang yang memijat mijat punggung leher Asma dengan pelan membuat Asma kaget


"Ngadep atas!" Titah orang yang sedang memijit mijit leher bagian belakangnya. Asma yang mendengar pun hanya mengikuti perintahnya


"Lo ngapain Ga? Asma mimisan bukan masuk angin" Ujar Hakim


Benar. Orang yang sedang memijit leher Asma yang tak lain Jalu atau sering di sebut Arga sama temannya. Asma kaget mendengar perkataan Hakim , ia bingung apa yang di lakukan Jalu


"Ambilin tissue di motor gue!" Titah Jalu pada Ali dan Ali mengambil nya lalu memberikannya pada Jalu dan jalu memberikan tissue itu pada Asma "Nih"


Asma pun mengusap darah yang keluar dari hidung dengan perlahan , Entah mengapa darahnya tetap saja keluar hingga membuat Asma menahan hidungnya


"Nggak usah ditahan. Bahaya! Biarin ajah darahnya keluar!" Ujar Jalu sambil mengambil lagi beberapa kembar tissue dan memberikannya pada Asma


Tinn tinn!


Suara klakson mobil yang menuju ke arah mereka .


"Masuk ke mobil itu!" Perintah Jalu pada Asma


Ke enam teman temannya hanya bisa menyaksikan dan diam sambil berdiri, mereka diam karena heran dengan sikap Jalu yang aneh ini


Mins Hakim. Cowok itu mengambil kamera dan berfoto dengan teman temannya yang sedang berdiri menatap ke depan seperti layaknya menonton layar lebar


Tak ingin ketinggalan gaya. Tian. Cowok itu pun memasukkan tangannya ke saku lalu tersenyum gagah seperti superhero, ia tersenyum pada kamera yang di pegang Hakim


Sejak kapan suasana nya berubah? .


Ke inti!


"Itu bukan taksi" Ucap Asma pada Jalu.


"Yang bilang taksi itu siapa O'on?" Asma mengangkat bahu "Cepet masuk!"


Asma masuk ke dalam mobil itu . Dilihatnya juga Jalu masuk ke mobil dan duduk di bangku depan menemani supir itu.Asma melihat ke supir itu dengan seksama. Agak beda. Penampilannya seperti bodyguard yang sedang menemani tuannya, Asma menggernyitkan keningnya bingung . Membayangkan kejadian yang tadi saat mobil itu membunyikan klakson seperti sedang menjemput tuannya membuat Asma makin bingung


Jalu melihat ke kaca, terlihatlah Asma yang sedang melihat supir itu tak biasa membuat Jalu heran "Ekhem" Jalu berdehem "Ingat tujuan!" Ucapnya pada Supir itu dengan suaranya yang berat


Supir itu heran mengapa Jalu harus memberitahunya lagi, padahal ia sudah mengerti dari tadi tujuan Jalu ini. Supir itu menggeleng gelengkan kepalanya pelan





__ADS_1


**Koment lah guys tentang episode hari ini? Aku pengen tau


@rezhazulfa**


__ADS_2