
"Lo salah, dia bolos karena papa marahin dia karena pilih orang yang gak bener, bahkan papa sampai sampai nampar dia, untung ajah waktu itu cuma ada gue, papa dan Luke" Jelas Ilham dengan perinci
Subhan merasa bersalah walau ekspresinya tak berubah, sedangkan Gilank merasa kalau Luke udah nggak nganggap mereka berdua sahabat karena Luke tidak berbagi masalah. Bukan kah itu gunanya sahabat?
"Terus. Lo tau kenapa Luke marah sama kita?" Gilank menanyakan itu pada Ilham karena ia khawatir jika Ilham tahu, maka akan memarahi Luke
Ilham menggeleng pelan dengan senyuman "Emang kenapa?" Ucapnya menaikkan sebelah alisnya dan sambil menatap Subhan dan Gilank secara bergantian, dengan memasukkan tangannya ke saku celananya
Tak mendengar jawaban dari Subhan dan Gilank, Ilham pun menepuk bahu Subhan dan Gilank dengan kedua tangannya sambil berkata "Kalo kalian nggak mau cerita nggak papa kok" Ujar Ilham
Gilank hanya tersenyum , memanglah beda setiap sikap Luke Arga dan Ilham. Dan yang paling Gilank kagumi adalah Ilham yang ramah dan nggak mudah emosi, jauh beda dengan Luke dan Arga
Namun Gilank tetap lebih menyayangi Luke sebagai sahabat sendiri walaupun sikap Luke yang sedikit pemarah tapi itu semua tidak membuat Gilank menghilangkan persahabatan mereka
Sedangkan Subhan dari tadi hanya diam tak ingin berbicara sepatah kata pun, ia sedang ke bingungan sekarang. Bicara pun membuatnya makin bingung
Kring
Suara bel masuk
"Mending kita masuk kelas dulu Bang" Ujar Gilank kepada Ilham dan pergi ke kelas nya bersama Subhan
###
Kelas XI Ips putra
Kelas yang paling banyak rumor tentang perkelahian tawuran dan sebagainya. Bahkan hukuman pun di jadi kan sarapan pagi oleh mereka. Tak sedikit juga guru yang lelah menghukum mereka
" Kita bolos besok!" Ali. Cowok yang sedang duduk dengan tangan melipat di dada , kaki berada di atas meja
Jam itu adalah pelajaran Biologi, namun sepertinya gurunya tidak hadir dalam mengajar di kelas itu, nampak sekali di kelas itu sangat lah ramai
Rio si ketua kelas memukul mukul meja sehingga menimbulkan bunyi seperti memainkan alat musik, dengan kedua tangan yang jago
"Kini kau menyakit kan ku........, hingga menusuk jantungku..., dan merusak hidup ku......., tapi boong, wkwkk"
Tian. Si wakil ketua kelas, menyanyikan lagu dengan khas suara laki laki nya. Kini kelas itu di jadikan konser oleh mereka
"Boong apanya, gue pernah liat lo nangis gara gara cewek" Timpal Armand
Armand. Cowok dengan abu abu yang di lapisi jaket hitam , dengan sepatu speed berwarna merah dan hitam. Cowok itu sedang ber ghibah bersama Ali, namun ia juga ikut bersenandung dalam konser Tian dan Rio
"Bacot lo!" Umpat Tian
"Woi ada yang mau bolos gak?, tenang ajah, gue traktir kalian di cafe!"
Ajakan Ali yang begitu menghipnotis. Traktir? Di cafe? , itu mah kesempatan besar besaran, karena mereka nggak hanya minum kopi tapi juga bakal beli makanan sepuasnya
"Ok gue ikut" Rio mengangguk setuju
"Tumben lo Li?" Armand merasa bingung dengan sikap dermawan nya Ali
"Kita butuh refreshing !" Jawab Ali dengan menatap teman temannya
__ADS_1
What, refreshing? Bukannya setiap hari emang selalu refreshing ya? Kita bahkan selalu nggak dengerin saat pelajaran, bahkan soal soal pun nggak pernah di kerjakan walau satupun, kita bahkan sering bolos, terus kata Ali refreshing? Terserah deh yang penting bahagia di jalan lurus
Sejenak Armand membatin
"Gue yakin maksud lo itu beda" Pekik Armand
Ali mengedipkan mata nya tiga kali "Sebenarnya gue bantuin Arga ajah, dia kan bolos, jadi kita juga bolos donk, terus kita temenin dia, gue hawatir dia ngelakuin yang nggak nggak, soalnya akhir akhir ini gue liat dia lagi banyak masalah"
"GUE SETUJU.......BERUNTUUUUNGGG!!" Teriakan Tian yang begitu menggelegar di setiap telinga yang mendengar nya.
Tian menirukan gaya Lucky yang berada di film Kyuranger sambil mengepalkan tangannya ke atas lagi lagi menirukan gaya Lucky yang berada di film Kyuranger
"Yang lain gimana, perasaan dari tadi cuma si kampret sama Rio" Timpal Armand
Tian yang menyadari dirinya lah yang di panggil kampret pun mengelus ngelus dada nya sambil berkata "Astajimmmm"
"Astaghfirullah Tian astaghfirullah!" Sahut Armand dengan nada jengkel, sedangkan Tian hanya cengengesan tidak jelas
"Ya kali kita semua bolos, bisa bisa para guru di gaji tanpa apa apa" Angga buka kata
"Terserah, pokoknya yang mau ikut gue besok , gue tunggu si cafe yang biasa kita buat mabar !" Jawab Ali dengan nada ketus lalu mengambil hp nya dan mulai mengotak atik
"Karena lo maksa, gue juga ikut" Ucap cowok berambut acak acakan dengan memakai topi khas SMA yang di pasang terbalik-Hakim-Ia mulai menyahut yang dari hanya tadi diam nyimak sambil manggut manggut
###
Plak
Satu tamparan dari Luke kepada pipi sekretarisnya, hingga pipi sekretaris itu memerah karena tamparan Luke yang begitu menyakitkan
"Sekarang lo bilang KENAPA LO LAKUIN INI !" Teriak Luke pada orang yang di depannya dengan sorot mata tajam, tangan mengepal dan rahang mengeras
Sekarang mereka ada di Gudang markas LAGA milik perusahaan yang Luke punya. Luke tidak hanya berduaan, tapi juga ada Ilham dan para penjaga yang menemani Luke di sana
Tak mendengar jawaban apapun dari Wenky skretarisnya, Luke pun mencengkram dagu Wenky dengan keras hingga wajah Wenky saling tatap tatapan dengan Luke dengan berjarak beberapa centi dan Luke manaikkan sebelah kakinya ke paha Wenky
"Lo punya telinga kan, jadi bilang ke gue kenapa lo lakuin ini!" Ucap Luke di sertai penuh penekanan di setiap katanya "Atau lo mau di potong dulu telinganya, terus lo bisa jawab. Gitu mau lo?" Lanjutnya dengan melepaskan cengkramannya dengan kasar
Wenky menelan saliva nya susah, sorot mata tajamnya berubah jadi ketakutan dalam sekejap karena ucapan Luke
Ilham-Ia hanya berdiri sama seperti para penjaga, ia tahu kalau Luke bisa dalam hal seperti itu
Luke duduk di soffa dengan menaruh kaki kirinya ke atas paha "Atau lo mau gue habisin Yani? Munkin ajah dia bersedia mati di tangan gue" Ujar Luke dengan santainya
Mata Ilham dan Wenky terbelalak mendengar perkataan Luke. Wenky pun secepat nya berkata "Se sebenarnya ak aku di di bayar oleh se seseorang, di dia menyuruhku untuk me melakukan it itu semua"
Kini mata Ilham semakin terbelalak mendengar semua itu dan ia berkata "Terus lo mau gitu? Hm?" Ucap nya dengan maju beberapa langkah menuju Wenky
Wenky mulai menangis membuat Luke dan Ilham bingung
"JELASIN!" Titah Luke tanpa rasa kasihan dengan sorot mata melotot pada Wenky
"O-orang itu mengancam sa-saya , ka-katanya jika ti-tidak melakukan pe- perintah saya maka di-dia akan membunuh Yani d-dan a-anak sa-saya " Jawab Wenky dengan terbata bata di sertai tangisannya
__ADS_1
"SIAPA YANG NYURUH LO?" Kini Luke yang sedang duduk pun langsung berdiri dengan tegas
"Na-namanya...."
"Nggak usah takut, gue sama Luke bakal ngelindungin istri sama anak lo.Percayain sama kita " Ujar Ilham sambil menatap pria yang berada di hadapannya
"Na-namanya Arif"
Nama yang cukup familiar bagi Luke dan Ilham, namun hanya saja mereka lupa siapa orang yang punya nama itu
"Siapa dia?" Luke bertanya dengan nada rendah
"Dia adalah orang pemilik dari perusahaan yang bernama Touvle "
###
Kini siang menjadi sore yang begitu damai dengan cicitan burung burung di temani dengan hangat nya hawa sore
"Assalamualaikum" Ujar Hafids sambil menghempaskan badannya ke soffa yang berada di depan televisi , nampaknya Hafids dalam keadaan lesu sekarang
Hafids melihat lihat rumahnya yang sepi seperti tak berpenghuni "Asma" Panggil nya dengan nada tinggi
"Kak Hafids lapar?" Tanya Asma yang datang dari arah dapur "Nih makanannya" Lanjutnya sambil memberikan sekotak benda berwarna putih pada Hafids dengan di kantongi plastik
"Kamu beli ?"Tanya Hafids sambil membuka kaos kaki nya dan di balas anggukan oleh Asma "Kenapa?"
"Ya nggak papa, Abi kan lagi kerja, dan Abi juga ngasih uang seratus buat Asma " Jawab Asma
"Oh" Hafids ber-oh saja lalu membuka kotak itu nampaklah isi nasi catring ngan
Asma menghempaskan tubuhnya ke kursi dan duduk di samping Hafids "Akhir akhir ini, Abi sibuk ya kak"Ucap Asma dengan nada lemas
Benar yang Asma katakan tadi bahwa Abinya selalu sibuk malah pulang larut malam berangkatpun harus pagi pagi larena harus mengurus pekerjaan kantor. Asma bukanlah anak yang miskin namun ia selalu tampil sederhana karena sederhana itu di sukai Sayyidah Fatimah Az zahra, sedangkan Asma adalah penggemar beratnya
"Jadi?"
"Pinjam hp nya dong kak, Asma bosen!"
"Nih" Jawab Hafids sambil mengeluarkan hp nya dari saku celananya dan memberikannya pada Asma
"Yeay......"
•
•
•
•
•
GIMANA DENGAN EPISODE KALI, TEGANG YA? AUTHOR PENGEN TAHU SEBERAPA TEGANGNYA SIH?
__ADS_1
@RezhaZulfa