Batas Cinta (#S1)

Batas Cinta (#S1)
Bolos


__ADS_3

Brum brum brum.....


Kini bunyi motor mengegas, asap asap knalpot pun menyerbu jalanan. Beberapa motor sport mewah dengan harga fantastis itu sedang di kendarai oleh para cowok dengan menggunakan helm, tangan yang memegang erat di pengegasan dengan di lapisi kaos tangan berwarna hitam


Mereka sedang menuju ke suatu tempat yang tak lain ke salah satu cafe


Tak membutuh waktu yang lama pun sampai ke salah satu cafe


Jalu atau Arga, bersama teman teman nya itu sedang membuka helm fullface yang mereka pakai dengan berurutan yang di awali Jalu dan di akhiri oleh Angga yang terakhir


Mereka cukup gagah jika dilihat , seperti layaknya pembalap. Wajah wajah mereka begitu fresh seperti memenangkan balapan dunia. Tak banyak juga orang orang yang sedang memperhatikan mereka


Tian melihat lihat sekiling jalan raya yang ada beberapa orang yang melihat adegan mereka , Tian merasa seperti artis saja, meski hanya di satu kota.


Hakim terbatuk, sepertinya ia merusak suasana yang langka ini


Ali melirik ke arah Hakim dengan gelengan kepala sambil berkata "Lo bisa ga sih keren dikit, kita masih enak enaknya kayak Rosi , lo malah ngerusak suasananya" Ucap nya dengan serius


"Ekhem" Jalu berdehem dan pergi masuk ke cafe dari pada berdiri seperti patung yang sedang muncul mendadak


Merasa di tinggalkan oleh Jalu, mereka pun segera masuk cafe dengan cepat


5 menit


7 orang. Itu kira kira jumlah mereka yang sedang bolos di cafe


mereka bertujuh terdiam tak ada yang memulai pembicaraan karena Jalu memarahi mereka beberapa menit lalu. Jalu ennek melihat teman temannya yang tak kunjung serius, padahal Jalu sendiri adalah orang yang type orang yang bukan main main , sedang kan teman temannya malah kebalikannya.


"Mau pesan apa?" Salah satu karyawan di cafe itu bertanya pada mereka dengan memegang buku dan pensil untuk mencatat, karena tak mungkin jika harus menghafal apa yang mereka pesan sedangkan mereka bertujuh


Tian mengedipkan mata genitnya tiga kali pada karyawan muda yang cantik itu "Kalo pesan kamu ga papa kan?" Tanya nya dengan senyuman


"Hah?" Beo Karyawan itu


Armand,Cowok itu masih melihat adegan kelanjutan dari drama Tian.Bukan hanya Armand, tapi teman temannya juga, mereka juga ingin tau apa yang akan di lakukan Jalu


Mana mungkin Tian tak akan tertarik dengan penampilan karyawan muda yang cantik itu, dengan lekuk lututnya yang terlihat jelas, dan kulit putih yang bersinar membuat siapapun tertarik tak terkecuali Tian yang dengan type orang paling genit di antara mereka bertujuh


"Iya kam..,"


"Ekhem" Jalu berdehem dengan tangan melipat di dada "Yang biasa di pesan!" Ujar Jalu pada karyawan itu, ia malas untuk melihat rayuan Tian yang selalu itu itu saja, Jalu memang sudah tau apa tipu muslihat Tian


Karyawan itu mengangguk mengerti, ia sudah tahu apa yang biasa di pesan oleh Jalu karena Jalu memanglah sering mengunjungi cafe itu bersama teman teman nya terlebih lagi di saat siang yang seperti ini


"Lo nggak ada masalah kan Ga?" Tanya Ali dengan menaruh hp nya di meja bundar itu


"Masalah tuh cewek belum tuntas?" Timpal Armand dengan diikuti lainnya dengan anggukan


Karena tak mendengar apapun dari Jalu, Ali pun mengusap kasar wajahnya dan menghembuskan nafas kasar "Lo mikirin Astrit?" Tanya Ali dengan di balas pelototan oleh Hakim Armand dan Tian


Bukan tanpa sebab Tian melarang menyebutkan nama Astrit di depan Jalu. Karena Tian pernah menjadi pelampiasan saat Astrit ngehianatin Jalu bukan hanya itu, Jalu juga sering marah kesal dan kacau membuat Tian harus berjaga jaga agar tidak di jadikan pelampiasan lagi


"Gu..."


Jalu ingin mengatakan sesuatu namun pelayan sudah datang ke arah mereka dengan membawa beberapa pesanan mereka yang tertata rapi


Tin


Nontifikasi terdengar dari hp Jalu, dan Jalu pun membuka pesan itu

__ADS_1


Luke


_Bolos lo?


terbaca!


Luke


_Papa jemput lo


Terbaca!


Setelah membaca pesan yang terakhir Jalu pun menaruh hp nya di saku nya dengan santai lalu mengambil kopi latte yang berada di depannya tadi dan meminumnya dengan khidmat


"Pesan dari siapa?" Angga menyahut yang sedari tadi hanya menyimak pun akhirnya pun menyahut juga


"Papa" Jawab Jalu dengan menaruh kaki kirinya ke paha kanannnya


"Papa lo udah tau kalau kita kita ini bolos?" Timpal Rio, ia takut kalau papanya Jalu akan memberi tahu juga kepada papanya, karena papanya Jalu itu adalah rekan kerja nya Pak Brayen


Jalu mengangkat bahunya acuh "Lo takut?"


"Ya enggak lah Ga, gue? Takut?, hahahah.." Jawab Rio dengan di akhiri tawaan yang hambar


~Sementara Itu di SMA Mutiara Indah


"Sini lo ikut gue!"


Salah satu siswi menarik tangan Asma dengan keras hingga membuat Asma kesakitan, Asma tak berani memberontak karena yang menariknya itu adalah kakak kelas nya


"Shhh" Sakit rasanya, Asma hampir menangis karena ketakutan, ia bingung mau di bawa kemana dia oleh kakak kelas ini?, apakah akan di bawa ke hutan? Tapi hutan terlalu jauh


"Cemen banget, cuma gitu ajah udah nangis, hahahahah...." Ucap nya di sertai tawa bersama ke dua temannya "Nama gue Ranti dan mereka berdua Nayla dan Fika" Lanjutnya dengan senyuman sinis


Asma tetap diam menunduk, tak tahu harus bilang apa, karena jika bicara ia takut akan semakin di ceramahi oleh kakak kakak itu, kabur pun Asma tidak bisa


"Mana barang yang gue suruh bawa?" Tanya Ranti kepada ke dua temannya


Nayla pun memberikan sebuah spidol berwarna hitam dan merah kepada Ranti dan Ranti pun mengambil spidol itu


"Lo liat gue!" Perintahnya pada Asma yang sedang menunduk


Saat Asma melihat ke wajah Rantidan teman temannya, wajah Asma pun langsung si coreti spidol oleh Ranti hingga membuat Asma kaget


"Kak.... ja-ngan kak" Saat Asma ingin menghentikan tangan Ranti yang mencoret wajahnya hingga jelek, Ranti dengan tegas berkata "Lo berani lawan gue ?!"


Asma semakin takut ia menangis, Asma melihat nametage Ranti dan teman temannya yang bertuliskan nama dan kelas X Ips Putri


"Kalian ke-kenapa nyakitin aku?" Tanya Asma dengan di sertai tangisan nya


"Karena lo udah berani deket deket sama Jalu!!" Jawab Ranti dengan senyuman miring tak main main


"Dan lo juga mau genit sama Ali, eh markonah, lo jangan sok ya!" Timpal Nayla sambil memainkan mulutnya dan melipat tangannya di dada


"Lo juga anak baru tapi masih sok akrab sama Luke lagi, emang lo siapa ke banding kita kita ini?" Sahut Fika yang tak ingin kalah


Asma mengerti sekarang, ternyata benar apa yang di ucapkan Mala dan Lia kalau banyak siswi yang tidak suka kepada Asma karena terlalu dekat sama Artis di sekolah ini, sedangkan Asma yang masih anak baru itu tidak boleh terkenal mendadak di sekolah ini, memanglah menjadi aturan meski tak pernah di tulis di UUD sekolah SMA Mutiara Indah ini


"Udah" Ucap Ranti dengan memberhentikan aktivitasnya mencoret wajah Asma, karena wajah Asma sudah nampak sekali kalau Asma seperti buto ijo

__ADS_1


Mereka pun meinggalkan Asma dengan gaya jalan yang bisa di bilang jijik


Asma berdiri, ia celingak celinguk tidak jelas, Asma mengusap wajah hitamnya dengan kerudung putihnya itu agar coretannya bisa hilang, namun tidak bisa


"Emang aku pernah ngedeketin kak Ali Kak Arga dan....., Luke?" Monolognya "Abi Asma nggak suka di sekolah ini, hiks..." Lanjutnya dengan tangisan lagi


###


"Anak itu memang nggak ada kapok kapoknya berbuat nakal!"


Pria dengan menggunakan jas dan celana berwarna hitam dengan sangat rapi , di tambah lagi dengan rambut kinclong dan mobil yang mewah. Pria itu adalah Brayent ayah nya Jalu Ilham dan Luke


"Pa" Panggil Ilham dan Brayen hanya menoleh mengangkat alisnya "Kenapa papa kesini?"


"Papa mau cari dia katanya Pak Yanto dia bolos " Jawab Brayent dengan nada tegas


"Pa...." Luke menyahut dengan nada rendah karena masih sepertinya papanya masih belum memaafkannya "Aku beli air dulu pa" Lanjutnya


Pak Brayen pergi dari sekolah itu dengan mobil hitamnya tanpa menunggu Luke yang sedang membelikan air untuknya


_________


"Hiks hiks"


Luke mendengar suara tangisan di belakang toilet umum, awalnya Luke acuh terhadap suara tangis itu namun mendengar apa yang di ucapkan oleh orang itu membuat Luke mencari keberadaan orang yang menangis itu


"Emangnya siapa yang ngedeketin Luke kak Arga sama kak Ali yang jelek kayak gitu, hiks...."


Luke terbelalak mendengar ucapan orang itu dan mencari orang yang menangis itu, saat ia melihat wajah dan baju gadis itu sangat lah tak terawat


Kerudung putih berbentuk pashmina itu sudah kotor , baju putih bercambur warna merah dan hitam , dan rok nya pun kotor akan debu yang menempel membuat Luke kaget melihat itu semua , ia kira itu adalah hantu tapi melihat gadis itu yang sedang mengusap usap wajahnya yang hitam itu pun membuat Luke sadar kalau ia di bully menggunakan spidol


Asma mendongak dan melihat Luke berdiri di depannya, posisi Asma yang tadinya terduduk berubah menjadi berdiri setelah melihat Luke berada di depannya


"Ka-kamu?"


Sadar kalau gadis itu adalah Asma "Asma?"


"Ka kamu ngapain?"


"Gue tadi cuma lewat ajah , terus ada suara nangis, jadi gue cari orangnya ternyata elo"


Malu. Rasanya malu karena keadaan Asma sekarang yang kacau balau ini, Asma bingung apakah ia harus pergi dari sana menghindari Luke namun tak lama juga pasti Asma akan di tertawakan oleh banyak siswa, lebih baik Asma menunduk menahan tangis


"Lo habis ngapain?"







_________-_______________-___________-____________-____________


Jangan lupa share novelku ke orang terdekat kalian kayak Sahabat , pacar, ortu, temen kelas, temen kerja, Camer hhhhh, Mantan juga gak papa ya guys

__ADS_1


SEBERAPA GREGGERTNYA MENURUT KALIAN EPS HARI INI?


__ADS_2