BATAS RASA

BATAS RASA
Hal tak terduga


__ADS_3

Hari menjelang sore, Clara dan Zhak berpamitan karena malam ini ada acara makan malam di keluarga besar Zhak.


"Sayang, jaga Clara baik-baik. Jangan pernah kamu menyakiti dia." pasan Mawar pada Zhak.


"Tentu Mom, Mommy tidak usah khawatir, karena Zhak mengerti apa tugas Zhak."


Kini Mawar beralih menatap Clara, wajah cantik Clara mengingatkannya pada Laras. Menurut Mawar mereka benar-benar mirip.


"Clara sayang, sering-sering berkunjung kesini yah, lain kali Mommy akan mengajarimu banyak hal." ucapnya


"Iya Mom, jika Mas Ervan mau mengantar, Clara dengan senang hati akan sering berkunjung kesini." Mawar tersenyum mendengar ucapan menantunya.


"Jaga diri Mommy baik-baik, Zhak dan Clara akan sering berkunjung kesini." ucap Zhak.


Mereka berdua melambaikan tangan, Zhak mengendarai mobilnya dengan pelan. Di dalam perjalanan pulang, Zhaj melirik dari ekor matanya. Kali ini ekspresi wajah istrinya terlihat lebih ceria dan tampak sekali jika dia sedang bahagia. Entah apa yang membuatnya begitu senang, hanya karena berbincang dan belajar memasak dari Mommy. Tapi tentunya itu membuat Zhak senang, melihat jika Clara bisa dekat dengan Mommy nya begitu cepat.


"Mommy mas Ervan sangat baik, dan aku tidak menyangka jika Mommy pernah bersahabat dengan Mama." Clara membuka percakapan begitu mereka sampai di rumah.


Zhak memalingkan wajahnya, sedikit terkejut mendengar ucapan Clara barusan.


"Benarkah? kenapa Mommy tidak menceritakan itu padaku."


Clara mengedipkan bahunya." Entahlah, mungkin Mommy lupa jika Mas itu anak kandungnya." jawab Clara asal.


Zhak mendelik mendengar ucapan Clara, sementara Clara yang kelewat senang tidak memperdulikan raut wajah Zhak. Clara berlalu begitu saja.


"Dasar bocah tengil." gerutu Zhak.

__ADS_1


Zhak Menyusul Clara masuk ke dalam. Mereka berdua bersiap untuk menghadiri pesta makan malam yang sudah di rencanakan oleh keluarga Edward.


Sementara di kediaman Edward seorang pria tampan baru saja pulang ke rumah nya. sejak beberapa hari ini pria itu tidak pulang ke rumahnya, dia sedang sibuk dengan skripsinya. Bahkan dia tidak tau tentang pernikahan Zhak, kakak sepupunya.


"Waow, sepertinya akan ada pesta. Untuk apa semua ini di adakan, Mom?"


"Aka, kau sudah pulang. Mom kira kau sudah lupa dengan rumahmu." tungkas Maya kepada putra sulungnya.


"Mom, mana mungkin aku lupa dengan rumahku sendiri. Lagipula Aka tidak pergi jauh, hanya menenangkan diri di apartemen." ucap pria yang di panggil Aka.


"Dan apa ini, untuk apa Mom memasak begitu banyak?" tanya Aka.


"Hari ini rumah kita akan kedatangan anggota keluarga baru, dan Mommy sengaja memasak sendiri untuk menyambutnya." jawab Radit, adik dari Aka.


"Anggota baru? siapa? kenapa aku tidak tahu!"


Radit menepuk bahu kakaknya."Jelas kau tidak tau, dimana kau saat kak Zhak menikah, kau bahkan tidak bisa di hubungi."


"Makanya, kalau punya ponsel jangan di anggurin doang." ledek Radit


"Yee, gak usah ngeledek gue deh lo, kayak lo gak gitu juga." balas Aka.


"Kalian ini, gak usah berantem. Mending bantu Mommy, siapin ini makan di meja, bentar lagi kakak kalian pasti dateng." ucap Maya.


"Iya Mom."jawab keduanya kompak.


Pukul 7 malam

__ADS_1


Seluruh anggota keluarga Edward sudah berkumpul di meja makan, mereka hanya sedang menunggu kedatangan Zhak dan Clara. Canda tawa riang begitu terdengar di sana, sayang hanya Mawar yang tidak ada di dalam anggota keluarga itu. Bukan tanpa alasan, Zhak menyembunyikan keberadaan Mommy nya. Semua karena Oma Zhak yang tidak pernah menyukai Mawar.


Deru mobil terdengar di halaman, semua anggota keluarga berdiri menyambut pasangan pengantin baru itu. Bahkan Aka yang begitu ingin tau bagaimana wajah kakak iparnya langsung berlari untuk menyambut mereka berdua.


Clak


pintu besar utama di buka, Aka melihat dua orang sedang berjalan beriringan ke arahnya. Tapi saat melihat wanita yang berjalan di sebelah Zhak raut wajah Aka langsung berubah. Begitu pun dengan Clara.


"Wow, sepertinya kau baru ingat jika ini rumahmu" ledek Zhak sambil memeluk adik kesayangannya Aka.


Aka mencoba menampakan senyumnya walau pandangan matanya masih terarah pada Clara. Sementara Clara yang juga sama terkejutnya hanya bisa menunduk, dia tidak pernah menyangka akan terjadi hal seperti ini.


"Wah, pasangan baru kita sudah datang, ayo masuk sayang." Maya berjalan ke arah Clara lalu mengajaknya masuk.


Semua orang menyambut kedatangan Clara dengan suka cita. Hanya ada satu orang yang sejak tadi terlihat muram.


"Clara sayang, kamu masih kuliah nak?" tanya Maya membuka percakapan .


Clara menghentikan aktivitas makannya, ia menatap Maya sambil tersenyum." iya tante, Clara sedang mengejar S2 Clara, itupun dengan membagi waktu sambil bekerja."


"Bekerja, kamu bekerja sayang?" tanya Maya kaget.


"Iya-


Trang....


Aka meletakan sendok makannya dengan kasar sebelum Clara menyelesaikan ucapannya. Semua orang yang berada di sana menetap aneh kepadanya. Aka yang tidak perduli apapun langsung berdiri, berjalan ke arah Clara dan langsung menyeretnya keluar. Seluruh anggota keluarga berdiri dan merasa terkejut akan kelakuan Aka.

__ADS_1


.


.


__ADS_2