BATAS RASA

BATAS RASA
Hidup kembali


__ADS_3

"Mau kemana kamu?"


Suara bariton seorang pria membuat Clara berhenti berontak. Awalnya karena Clara Pikir itu orang jahat jadi dia memberontak, tapi setelah tau orang yang menarik tangannya adalah suaminya sendiri Clara mulai berhenti memberontak.


"M-mas Ervan. Bikin jantungan aja." Clara mendengus kesal, hampir saja dia meneriaki suaminya sendiri."Aku tidak ingin kemana-mana, hanya ingin duduk di sana menunggu supir." imbuh Clara.


"Ya sudah, ayo ikut aku." ucap Zhak menarik tangan Clara untuk ikut dengannya.


"Kita mau kemana mas?" tanya Clara setelah ia masuk ke dalam mobil.


"Aku ingin Membawamu bertemu Mommy." jawab Zhak.


"Bertemu Mommy?. Tapi bukannya Ibu Mas Ervan sudah-" Clara diam, dia tidak melanjutkan ucapannya karena takut Zhak marah.


"Mommy ku tidak seperti yang di beritakan, aku sengaja menyembunyikan Mommy agar terhindar dari incaran media." jelas Zhak.


Zhak tau jika Clara mengetahui tentang rumor dirinya dan juga Mommy nya. Dan Zhak percaya jika Clara bisa memegang rahasia dirinya.


"Lalu yang di pernikahan waktu itu?"


"Dia Tante Maya, adik kandung Mommy. Selama ini dia yang mengurus ku, jadi aku memanggilnya Mama." Clara mengangguk tanda mengerti.


"Apa tante Maya sudah menikah? "


"Kenapa?"


"Tidak, hanya ingin tahu saja."


"Tante Maya sudah menikah, dia memiliki 2 orang putra, dan suami dari tante Maya adalah dokter terkenal di kota ini. Dan salah satu putranya juga sedang mengejar gelar kedokteran. Dan kalau tidak salah dia datu kampus denganmu." Clara sedikit terkejut mendengar penuturan Zhak.


"Benarkah itu." Zhak mengedipkan bahunya pertanda jika ucapannya benar.


Zhak kembali fokus pada jalan karena Clara juga sudah berhenti bertanya. Zhak mengendarai mobilnya menuju sebuah tempat terpencil, tetapi tempat itu terlihat begitu indah. Selang beberapa jam Mobil Zhak berhenti di sebuah pinggir danau.


"Ini dimana? bukankah kita akan pergi menemui Mommy mas Ervan?"

__ADS_1


"Hmm." jawab Ervan malas.


"Mas tunggu. Ini kita mau kemana? kenapa jadi merinding ya." ungkap Clara. Dia benar-benar merasa takut, takut jika Zhak akan membunuhnya dan membuang mayatnya ke danau.


Tak...


Zhak menyentil kepala Clara. Bocah kecil ini benar-benar punya pikiran dangkal."Berhenti membayangkan hal yang tidak-tidak dan angkat kepalamu." perintah Zhak.


Clara perlahan mengangkat kepalanya. Betapa terkejutnya Clara melihat bangunan yang ada di depannya. Mulut Clara bahkan sampai menganga lebar.


"Indah." satu kata yang keluar dari mulut Clara, yang membuat Zhak sampai tertawa tebahak.


"Astaga, kau ini lucu sekali." ucap Zhak dengan tawa yang masih terdengar nyaring.


"Kenapa? apa ada yang lucu? ini wajah kan, aku juga baru pertama kali melihat rumah yang begitu mewah di dekat hutan seperti ini." ucap Clara sambil memajukan bibirnya. Dia tidak terima jika Anak mentertawainya seperti itu


"Ini bukan Hutan, tapi ini taman dan Danau buatan. Aku membuatnya untuk kenyamanan Mommy. Dan disini lah Mommy ku tinggal." balas Zhak.


"Ayo masuk." Zhak menarik tangan Clara masuk kedalam rumah mewah itu.


Keterkejutan Clara semakin menjadi saat melihat betapa indahnya sisi dalam rumah itu. Tidak mirip seperti rumah, tapi lebih seperti Villa.


"Selamat datang." suara seorang wanita menyapa merdu. Terlihat seorang wanita yang begitu cantik nan anggun turun dari lantai atas. Mata Clara bahkan tidak berpaling sampai wanita itu menampakan kakinya sejajar dengan mereka.


"Selamat datang Ervan, dan menantuku." ucap Mawar tersenyum ramah.


"Apa kabar Mommy, Mommy sehat." ucap Zhak sambil mencium pipi sang mama.


"Baik sayang, kamu sekarang kurusan." goda Mawar." Ah ini Clara kan." Mawar mengalihkan pandangannya, dia melihat istri putranya begitu anggun dan cantik, walau Clara berpenampilan begitu sederhana.


"Iya Tante, saya Clara." Clara mencium punggung tangan Mawar sebagai tanda kesopanannya.


"Jangan panggil Tante, panggil Mommy saja ya." ucap Mawar lembut.


"Baik Mommy."

__ADS_1


Setelah sesi perkenalan Mawar membawa Clara untuk jalan-jalan. Semetara Zhak sedang berada di ruang pribadinya untuk mengerjakan pekerjaan penting yang harus selesai hari ini.


"Clara, boleh Mom bertanya."


"Tentu Mom. Mom bisa menanyakan apapun kepadaku."


"Siapa nama Orang tuamu nak?" Clara diam sejenak, dia tidak menyangka jika Mommy Zhak akan menanyakan itu.


"Kenapa sayang, apa Mommy salah bertanya." ucap Mawar saat melihat ekspresi Clara.


"Tidak Mom, tidak ada yang salah." ucap Clara mencoba untuk tersenyum." Burhan Mijen dan Laras Wijaya Mijen." jawab Clara akhirnya.


"Laras Wijaya." ucap Mawar


"Iya Mom, Laras wijaya itu nama Mama Clara."


"Benarkah, Laras Wijaya adi putra, anak dari pak wijaya adi putra, benar." wajah Mawar berbinar, dia seperti menemukan harta karun.


"Mommy tahu dari mana?" tanya Clara yang mukai bingung. Darimana Mama mertuanya tau itu.


"Astaga jani benar kamu anak Laras." ucap Mawar girang. dia bahkan sampai memeluk erat Clara karena senangnya.


"Mommy kenal mama Clara?" tanya Clara saat pelukan mereka terlepas.


Wajah Mawar berubah sendu, dia mengingat masa-masa dirinya dulu bersama Laras."Nak, Mama kamu dulu sahabat Mommy. Kami bersahabat sejak SMP, tapi sayangnya kami tidak pernah bertemu lagi setelah Mama kamu pindah kota." jelas Mawar.


"Ah ya Cla, Sekarang dimana mama kamu? Mommy ingin bertemu dengannya." ucap Mawar penuh semangat, sementara raut wajah Clara berubah sendu.


"Clara, kamu kenapa sayang?" tanya Mawar melihat perubahan wajah Clara.


"Mama sudah lama meninggal Mom. Clara tidak tau kenapa, tapi Papa bilang Mama meninggal karena kecelakaan." Mawar menutup mulutnya tidak percaya. Mawar yang mengerti kesedihan Clara lansung memeluknya.


"Sayang, kamu yang sabar ya. Mommy yakin, mama kamu sangat bangga mempunyai putri yang cantik dan baik seperti kamu. Jika kamu merindukan Mama kamu. kamu bisa menganggap Mommy ini Mama kandung kamu." Clara mengangguk di pelukan Mawar. Kenyamanan dan kehangatan seorang Ibu Clara rasakan di dekapan Mawar.


Hari Ini Clara benar-benar merasakan kehidupan baru, Clara sangat bersyukur karena papanya sudah membuat kesalahan menjualnya ke keluarga Zhak. Yang kenyataannya Clara mendapat kasih sayang berlimpah di sana.

__ADS_1


.


.


__ADS_2