BATAS RASA

BATAS RASA
Malam terkutuk


__ADS_3

Clara menguap sambil merenggangkan otot-otot nya yang terasa kaku. Ia baru saja bangun setelah sinar mata hari masuk ke sela-sela jendela dan mengenai matanya.


"Hmmm, jam berapa ini." ucap Clara sambil melirik ke arah jam yang terletak di atas meja.


Mata Clara terbuka lebar saat melihat jam menunjukan pukul 11 siang." Sial, kenapa tidak ada yang membangunkan aku." umpat Clara sambil bangkit dari tempat tidur dan berlari ke arah kamar mandi.


Tapi saat Clara sampai di depan pintu, langkahnya terhenti, Clara memikirkan sesuatu." Bukannya aku ada di ruang tamu subuh tadi." Gumam Clara. dan dia merasa sangat yakin." Tapi kenapa sekarang aku ada di kamar."Pikiran Clara mulai berkelana, dia yakin jika dirinya tidak mengidap penyakit aneh yang di saat tidur bisa berjalan sendiri.


Dengan masih merasa penasaran Clara masuk ke dalam kamar mandi dan mulai melakukan aktifitas mandinya.


Selang beberapa saat Clara keluar dari dalam kamar mandi, hari ini Clara ingin pergi ke suatu tempat. Sudah lama ia tidak berkunjung, dan hari ini adalah hari spesial baginya.


Selesai bersiap Clara keluar dari kamar turun ke bawah. Tetapi di Ruang tamu tidak ada siapa pun, Clara berteriak memanggil pak Sen atau siapa pun, tetapi tidak ada yang menjawab.


"Kemana perginya semua orang? kenapa sepi sekali." batin Clara.


Clara menghela nafas, dia tidak tau harus bagaimana. Tetapi hari ini begitu penting bagi dirinya. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Clara memutuskan untuk pergi sendiri. Clara mengambil tasnya lalu mencari satu kunci mobil, Clara segera berlari ke garasi untuk mengeluarkan satu mobil disana. Mobil yang di kendarai Clara melaju kencang menuju sebuah desa.


Sementara itu di perusahaan Zhak sedang begulat dengan laptopnya. Zhak baru saja selesai melakukan rapat dengan seluruh dewan direksi atas kasus anjloknya nilai saham bulan ini. Karena terlalu sibuk dengan urusan pernikahannya, perusahaannya hampir saja kebobolan.


"Permisi tuan muda." sapa seorang wanita dengan postur tubuh ideal dan terlihat begitu mempesona dengan pakaian sexsi yang selalu ia kenakan.


"Ada apa Nandita, apa ada hal yang penting?" tanya Zhak pada wanita yang bernama Nandita itu.


"Ini laporan para investor yang masuk di bulan kemarin, dan rekaman sisi tv yang anda inginkan."


"Bagus, dan jangan lupa dengan kata-kata ku tadi." ucap Zhak dingin.


"Baik tuan, saya permisi."


" Tunggu Nandita." cegah Zhak yang ingin meninggalkan ruangannya.


"Iya tuan, ada lagi?"


"Hmm, tolong batalkan semua jadwal meting saya hari ini. Saya akan pulang lebih awal." lanjut Zhak.


Nandita mengangguk, ia langsung keluar dari ruangan atasannya.


Setelah Nandita pergi Zhak kembali melanjutkan pekerjaannya. Zhak harus menghandle pekerjaannya sendiri karena Max tidak ada di tempat.

__ADS_1


Pukul 4 sore. Pekerjaan Zhak selesai, akhirnya dia bisa pulang, tetapi saat Zhak ingin keluar, dering ponselnya berbunyi. Zhak melihat bahwa itu dari Pak Sen, kepala pelayan rumahnya. Zhak segera menerima panggilan itu.


"Iya pak Sen, ada apa?"


"Ma-af Tuan, itu-


"Bicara yang jelas pak, ada apa?"


"Itu Tuan, Nona muda-


"Clara? kenapa dengan Clara?" tanya Zhak. Dia merasa ada yang aneh.


"Nona Muda tidak ada dimana pun Tuan Muda, dan Mobil di dalam garasi berkurang satu."


"Apa, bagaiamana bisa. Kenapa kau membiarkan dia pergi hahh." bentak Zhak. Rahang pria itu terlihat mengeras, matanya memerah menahan amarah.


"Kalian semua tidak becus." bentak Zhak lagi dan langsung memutuskan panggilan telpon itu.


Zhak yang kesal dan khawatir langsung berlari ke lif. Tidak lupa Zhak juga menghubungi seluruh orang nya untuk di kerahkan mencari keberadaan Clara.


"Sial, seharusnya aku meletakan pendeteksi di setiap pakaiannya. Ahhh." Zhak mengerang, beberap kali Zhak memukul setir mobilnya. Baru kali ini Zhak merasa begitu frustasi.


Dengan rahang mengeras dan tangan terkepal Zhak mendekati Clara. Zhak berdiri di depan Clara dengan tatapan tajam.


"Mas Er-van." ucal Clara yang terkejut karena tiba-tiba Zhak berada di depannya.


Tanpa banyak bocara Zham menarik lengang Clara dan membawanya masuk ke kamar tanpa menghiraukan jerit kesakitan karena Zhak menarik tangan Clara dengan kasar.


"Brak..!


Zhak melempar tubuh Clara ke ranjang. Mata bak elang yang siap memangsa itu Zhak tunjukan untuk mengintimidasi Clara.


"Mas, aa-a-da apa?" tanya Clara dengan nada gemetar.


Bagaiamana tidak gemetar, melihat bagaimana expresi wajah Zhak yang begitu menakutkan, dan saat ini Zhak sedang merangkak naik ke atas tempat tidur. Perlehan jarak di antara mereka mulai mengikis, Clara yang semakin takut mencoba menahan tubuh Zhak dengan kedua tangannya.


"Mas ja-jangan seperti ini."


Zhak tidak memperdulikan ucapan Clara, Zhak mencekal Tangan Clara dan menahannya ke belakang.

__ADS_1


"Kau, wanita murahan." ucap Zhak penuh dengan penekanan.


Clara yang mendengar ucapan itu menatap Zhak dengan mata membola. Ia tidak mengerti dengan ucapan suaminya itu.


"A-pa mak-sud Mas-


"Diam." bentak Zhak."Jangan menjawab." imbuh Zhak penuh penekanan.


Clara yang semakin takut dengan bentakan Zhak membuatnya menangis tanpa suara. Zhak yang semakin geram melihat wajah sok polos Clara kini semakin menjadi, Zhak mencekal erat dagu Clara hingga Clara terpaska mendongak menatap Zhak.


"Kemana kau seharian ini Hahh. Dan siapa yang mengijinkanmu membawa mobilku." ucap Zhak dengan suara meninggi.


"Aku tidak menjadikan mu ratu di rumah ini untuk se enaknya bebas di luaran sana." bentak Zhak dengan menghempas wajah Clara.


"Mas maafkan aku, A-ku ha-


"DIAM, AKU BILANG DIAM." Bentak Zhak semakin marah.


Zhak men*rik Clara dan menghempasnya ke lantai." Siapa yang memberimu izin untuk bicara hahh, dan kau pikir aku akan percaya semudah itu dengan berbagai alasan yang akan kau berikan." Zhak menja*bak rambut panjang Clara yang terurai bebas.


"Siapa yang kau temua hahhh. Dika atau pria lain?" Clara menggeleng lemah, dia tidak bertemu dengan Dika atau pria lain." JAWAB." bentak Zhak.


"Ti-dak Mas, Aku tidak bertemu Dika atau pun pria lain. Aku ha-


"Plak....!


Satu tampa*an keras mendarat di wajah Clara hingga tubuh Clara terpental ke lantai.


"Krekkk


Zhak merobek lengan baju yang Clara kenakan, dan hal itu membuat Clara sangat terkejut.


"M-as, a-pa yang kau lakukan." ucap Clara dengan tubuh gemetar.


Clara mulai merasakan takut, air matanya mulai mengalir desar. Berkali-kali Clara mencoba menjelaskan, tetapi Zhak tidak mau mengerti. Bahkan Zhak menutup telinganya.


Zhak yang mulai gelap mata mulai tidak terkendali, Clara yang mencoba memebela diri tentunya kalah dengan kekuatan Zhak.


Dengan isak tangis dan menahan rasa sakit Clara hanya bisa pasras di perlakukan tidak baik oleh suaminya sendiri. Karena bagi seorang istri bukan ini yang dirinya mau, kesucian yang di pertahankannya malah di renggut paksa oleh suaminya sendiri.

__ADS_1


😉


__ADS_2