
Malam yang buruk bagi Clara sudah berlalu, pagi ini dengan tertatih dan susah payah Clara bangkit dan berjalan ke dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi Clara tertunduk di bawah guyuran air sower dengan terisak. Sesekali Clara memukul dadanya yang terasa begitu sesak.
"Mah, Clara kangen Mama. Clara ingin Mama memeluk Clara, hiksssss."
Clara tidak pernah merasa sehancur ini. Setelah cukup lama berada di bawah guyuran air, akhirnya Clara keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat dan badan gemetar. Clara yang terlihat begitu lemah mencoba mencari pakaiannya, tetapi sebelum ia mendapatkannya tubuh Clara tiba- tiba ambruk.
"Brak...!
Suara yang begitu keras membuat beberapa pelayan terkejut, mereka berlari ke kamar Clara dan menemukan Clara tergeletak di lantai.
"Astaga nona, ada apa dengan anda." ucap salah satu pelayan.
"Bagaimana ini, tuan tidak ada di rumah, sementara pak Sen juga tidak ada. "ucap temannya yang lain.
"Lebih baik kita ganti baju Nona, dan membaringkannya di tempat tidur. Dan lis, kamu hubungi dokter keluarga Edward." pelayan yang di panggil Lisa itu segera turun ke bawah untuk memghubungi dokter keluarga. Sementara yang lainnya menggantikan pakaian Clara dan mencoba sebaik mungkin untuk membuat Nona muda mereka sadar.
Beberapa saat kemuadian Dokter keluarga pun tiba. Elios manuel Radiansyah, sahabat dari Zhak. Pria muda dengan wajah yang begitu tampan itu melenggang cepat ke dalam, entah apa yang ada di fikirannya, tetapi saat pelayan rumah Zhak mengatakan jika Nona muda mereka pinsan itu membuat dahi Elios mengkerut.
"Dimana dia?" tanya Elios
"Nona ada di kamar Tuan muda." jawab Lisa
"Kamar Zhak?" pelayan itu mengangguk yakin.
Elios langsung pergi ke kamar Zhak. Disana Elios melihat seorang gadis dengan wajah pucat tengah berbaring di tempat tidur king Size milik Zhak.
"Siapa dia, dan ada apa dengannya?" tanya Elios sambil mengeluarkan beberapa alat dari dalam tasnya.
"Dia Nona Clara, istri tuan Muda Zhak." jawab Mira, salah satu pelayan.
Elios menatap pelayan yang menjawab tadi, tatapan penuh tanya dan rasa tidak percaya sangat kentara di wajah tampan itu.
"Baiklah, sepertinya aku harus meminta penjelasan pada Zhak. Tetapi dimana tuan muda kalian itu sekarang?' tanya Elios lagi.
"Maaf tuan, kami tidak tau dimana tuan muda, karena sejak semalam tuan tidak kembali ke rumah." jawab Lisa.
__ADS_1
Elios mendengus kesal."Baiklah. Maaf sepertinya saya harus membawa nona kalian ke rumah sakit, karena sepertinya nona kalin bukan demam biasa." Elios sudah selesai memeriksa Clara, dan dia cukup ragu dengan apa yang ada di pikirannya. Tapi untuk memastikan hal itu Elios harus membawa Clara ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Rumah sakit Ardiansyah
Elios memanggil beberapa dokter untuk memeriksa keadaan Clara. Dan beberapa jam pemeriksaan akhirnya semua terungkap, dan apa yang ada dalam pikiran Elios ternyata benar. Tetapi yang ada di pikiran Elios saat ini ialah, siapa yang melakukan ini pada Clara? Zhak kah? dan jika itu benar maka Elios akan menghajar Zhak habis-habisan.
Bagaiamana bisa Zhak melakukan hal kotor kepada istrinya sendiri.
Dengan perasaan kesal Elios mencoba menghubungi Zhak, tapi sayang ponsel Zhak tidak bisa di hubungi, dan itu membuat Elios semakin kesal.
"Kau keterlaluan Zhak, benar-benar keterlaluan." gumam Elios.
***
Hari semakin sore, Elios memeriksa keadaan Clara.Entah kenapa gadis di depannya belum juga sadar. Elios kembali memeriksa tekanan daran Clara." Sudah normal." gumam Elios.
Elios menghela nafasnya, selesai memeriksa Clara, Elios keluar dari ruangan itu, tetapi saat Elios membuka pintu tiba-tiba ada yang mengerang seperti kesakitan.
"Aduhh, siapa sih yang buka pintu sembarangan." teriak seorang dari balik pintu.
Elios melihat ke balik pintu, terlihat seorang wanita sedang menggosok-gosok dahinya yang terlihat memerah.
"Aduh mas, kalau buka pintu itu pelan-pelan dong, jangan main buka gitu aja. Sakit ini." ucap Diana dengan wajah kesal. Diana tidak sengaja menoleh ke dalam, matanya mendelik saat melihat sosok yang begitu dirinya kenal.
"Ma-
Diana mendorong tubuh Elios sebelum ia menyelesaikan kalimatnya. Diana menerobos masuk ke dalam tanpa permisi, sementara Elios yang melihat hal itu di buat kesal.
"Maaf Nona, anda tidak bisa main masuk se'enaknya." ucap Elios sambil menahan tangan Diana.
"Ihhh, lepas." Diana menghempas tangan Elios dan tidak terima dengan perlakuan pria di depannya."Jangan pernah anda sentuh saya, karena saya tidak ada urusan dengan anda." ucap Diana ketus.
"Maaf Nona, tapi tentu saja saya ada urusan dengan anda, karena anda sudah masuk begitu saja dan mengganggu ketenangan pasien saya." ucap Elios tidak kalah ketus.
"Saya tidak perduli." Diana menantang, ia tidak memperdulikan Elios, rasa khawatir melihat sahabatnya terbaring lemah membuat Diana tidak memperdulikan apapun.
__ADS_1
"Cla, astaga. Lo kenala Cla, bangun dong Cla." ucap Diana sambil mengusap pipi Clara.
Wajah Clara yang begitu pucat membuat Diana sangat takut.
"Maaf, anda mengenal Clara?" tenya Elios mendekat perlahan.
"Tentu saya mengenalnya, dia sahabat saya." jawab Diana dengan wajah sedih.
"Jadi, anda juga tau jika sahabat anda sudah menikah?" Diana mengangguk. Dia tau apapun yang di alami Clara, hanya hal ini yang dirinya tidak tau.
"Ada apa dengan Clara? apa suaminya mencoba menganiaya Clara?" tanya Diana cepat.
Elios menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia tidak tau harus menjawab pertanyaan gadis di depannya atau tidak.
"Emm, bukan begitu. Clara hanya kelelahan saja." bohong Elios."Maaf, saya permisi. Anda bisa menungguinya disini jika anda mau."
Diana mengangguk, sementara Elios mencoba mengubungi Zhak lagi. Tetapi tidak ada hasilnya, Elios yang tidak tau harus bagaimana mencoba menghubungi Dika, mungkin Dika tau tentang keluarga Clara.
"Hay Dik, lo sibuk?" tanya Elios lewat panggilan telpon.
"Aku lagi di kampus bang, memang ada apa?" tanya Dika
"Gak, gue cuma mau tanya, apa lo tau tentang keluarga Clara? istri abang lo, Soalny-
"Clara, ada apa dengan Clara bang? dia baik-baik saja?" potong Dika. Suara Dika terlihat panik.
"Jadi lo kenal Clara? ohh ya ,tentu saja dia kan kakak ipar lo ya." ucap Elios sambil tersenyum tanpa curiga.
"Gue kenal Clara bukan karena dia kakak ipar gur bang. Clara itu sahabat baik gue, dan sekarang jelasin ke gue Clara kenapa?"
"Ok, ok. Lo dateng ke rumah sakit gue, akan gue jelasin disana."
"Ok bang, gue segera kesana."
Dika menutup ponselnya, setelah mendengar jika Clara di rawat Dika sangat kesal. Setelah tau tentang keadaan Clara ia akan membuat perhitungan pada kakaknya. Karena dika yakin jika kakaknya lah yang sudah membuat Clara seperti ini.
__ADS_1
"Gue gak akan biarin lo tenang kali ini kak." batin Dika dengan rahang mengeras.
😉