
Tatapan mata bak elang membuat dua orang yang berada di depannya menunduk takut. Entah apa yang dua orang itu lakukan disana, tapi yang jelas mereka sedang membutuhkan bantuan.
"Apa mau kalian?" pertanyaan tegas dan dingin mulai keluar dari mulut Zhak. Tatapan matanya tidak berhenti meneliti orang yang sedang menunduk di depannya itu.
"Maafkan saya Tuan muda Zhak, saya kesini bermaksud untuk meminta bantuan anda." ucap Burhan.
Ya pria yang sedang berada di depan Zhak ialah Burhan, orang yang memiliki kekayaan ke 4 itu sekarang sedang menunduk dan meminta bantuannya.
"Hahaha." Zhak tertawa keras, dia bangkit dari duduknya lalu berbalik menatap ke luar jendela."kau serius Tuan Burhan. Bukan kah kau memiliki kekayaan yang tidak mungkin membuatmu akan meminta bantuan ke siapapun juga, termasuk aku." ucap Zhak
"Lalu apa yang membuat kau bangkrut hingga mencari ku?" imbuh Zhak
"Maaf tuan Muda, perusahaan saya kebobolan dan mengalami rugi besar, saya memerlukan suntikan dana supaya perusahaan saya tidak mengalami kebangkrutan." suara Burhan begitu lemah, dia benar-benar sudah tidak tau harus apa jika sampai Zhak menolaknya.
Zhak terlihat berfikir."Jika aku memberimu suntikan dana, apa yang akan kau beri untuk pengganti nya?"
"Aku akan menyerahkan putriku untuk tuan muda nikahi."jawab Burhan tanpa pikir panjang.
Zhak tersenyum sinis mendengar jawaban Burhan." jadi kau menjual putrimu padaku, begitu."
Burhan Diam, dia tidak tau harus menjawab apa.
"Baiklah, kebungkamanmu sudah cukup menjawab pertanyaan ku Tuan Burhan."Zhak kembali ke tempat duduknya.
"Jadi, kau mau menjual putrimu yang mana?" tanya Zhak.
"Aku dengar kau mempunyai 3 orang putri." imbuh Zhak.
__ADS_1
Burhan masih tertunduk lemah. Sebenarnya dia tidak ingin menukar putrinya dengan uang, bahkan dengan pria muda di depannya yang begitu kejam dan tidak kenal ampun.
"Tuan bisa memilih yang mana pun Tuan suka." Burhan mengeluarkan tiga foto dan memberikannya pada Zhak.
"Yang mana putri kandungmu?" tanya Zhak tanpa mengambil foto yang di sodorkan Burhan.
"Yang ini Tuan Muda." ucap burhan gemetar
Zhak menatap foto Clara, senyum sinis sangat terlihat di wajah tampannya.
"Baik, aku mau membantumu, tapi putrimu jadi milikku." ucap Zhak.
"Benarkah Tuan muda?" tanya Burhan tidak percaya
Zhak menjentikan jarinya, pertanda Max sang asisten harus mengambil proposal yang sudah dia siapkan.
Burhan membaca setiap detail perjanjian yang tertulis di dalamnya. Air mata nya menetes meliah setiap poin yang tertulis disana. Dan dengan tangan gemetar Burhan akhirnya menandatangani surat perjanjian itu.
******
Pukul 10 malam Burhan kembali ke kediamannya, langkahnya begitu berat memasuki rumah mewahnya. Surat perjanjian yang dia tanda tangani membuatnya dia merasa begitu kejam akan putri kandungnya sendiri.
Brak.....
Burhan menghempas tubuhnya di atas sofa, sesekali dia mengusap wajahnya dengan kasar.
"Mas, kamu darimana saja? kenapa kamu pulang larut begini? tidak bisa nya?" tanya Bila.
__ADS_1
Burhan menatap wajah istrinya yang sudah ia nikahi sekitar dua puluh tahun ini, menjadikan wanita di depannya sebagai ibu untuk Clara. Tapi Burhan salah, Bila tidak pernah menyayangi putrinya itu, karena Burhan tau itu, dia sering melihat Bila memperlakukan Clara dengan tidak baik, dan meski Burhan tau, dia tidak pernah bisa melindungi putrinya, semua karena satu alasan.
"Perusahaan ku hampir bangkrut Bil." ucap Burhan lemah.
"Apa, aku tidak salah dengar kan Mas, kamu bohong kan Mas?" Burhan menggeleng, dia memang tidak berbohong.
"Gak Mas, aku belum siap, aku belum siap untuk jatuh miskin." teriak Bila. Dia benar-benar kalut.
"Tenang lah Bil, kita tidak akan bangkrut, karena aku sudah meminta bantuan pada seseorang, dan dia bersedia membantu, tapi dengan satu syarat." ungkap Burhan
"Benarkah." wajah Bila berbinar, dia benar-benar lega." Apa syaratnya Mas?"
"Hahhhh." Burhan menghela nafasnya berat." Dia menginginkan Clara." ucap Burhan lemah.
"Clara!"
Burhan mengangguk, mengiyakan ucapan Bila. Burhan lalu menceritakan semua yang terjadi hari ini, sampai akhirnya dia harus menandatangani surat perjanjian itu.
"Jadi Clara harus menjadi istri Tuan muda itu?" Burhan mengangguk.
"Syukurlah dia memilih Clara." ucap Bila dengan binar kesenangan. Sementara Burhan hanya bisa menghela nafasnya, dia tau jika semua ini akan membuat istrinya begitu bahagia.
"Maafkan papa Clara, sekali lagi Papa harus mengorbankan kamu. Semoga kamu bisa mengerti Papa dan mendapat kebahagiaan kamu suatu hari nanti." batin Burhan.
.
.
__ADS_1
.