BATAS RASA

BATAS RASA
Hari pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan pun tiba, Clara memandang dirinya di cermin besar yang ada di depannya. Pikirannya melayang kemana-mana, ia membayangkan bagaimana calon suaminya, apakah tampan seperti Max?, atau dia pria tua yang mengesalkan. Pasalnya Clara pernah mendengar rumor tidak sedap tentang Zhak, yang mengatakan jika anak tunggal dari keluarga Edward itu sudah cukup berumur, dia bahkan terkenal kejam dan dingin.


Ervan Zhakila Edward adalah pewaris tunggal keluarga Edward setelah ayahnya meninggal. Zhak sudah mengelola bisnis keluarga Edward sejak umurnya menginjak 20 tahun. Sangat muda untuk menyandang gelar CEO, tapi Zhak harus melakukannya demi Mama yang ia cintai.


Clara berjalan dengan anggun memasuki area pernikahan, disana Clara melihat seluruh keluarganya sudah menghadiri pernikahannya, tidak terlalu ramai hanya beberapa dari keluarga Clara. Sementara pria yang akan menikahinya belum terlihat sama sekali. Clara merasa sangat takut, debaran jantung nya mungkin terdengar oleh semua orang disana.


Clara hanya bisa menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajah dengan banyaknya pertanyaan dalam pikiran yang memenuhi kepalanya.


Bukan hanya tentang bagaimana wajah dan bentuk suaminya, tetapi juga tentang nasib dirinya setelah menikah. Pengalaman pertama bagi Clara, dia bahkan tidak pernah pacaran, tidak tau bagaimana itu cinta.


Clara menelan ludah tanpa sadar. Tatapan mata mata Clara terarah pada Bila dan Burhan yang tersenyum bahagia karena berhasil menikahkannya dengan tuan Zhak dan menyelamatkan perusahaan dari kehancuran. Sementara Anes dan Vanessa terlihat tidak perduli, sangat terlihat dari sikap yang mereka tunjukan, dan hanya Mario yang menatapnya sendu, tapi Clara mencoba menampakan senyum terbaiknya untuk menunjukan kepada adiknya itu jika dirinya baik-baik saja.


"Apa mereka datang terlambat?" tanya penghulu yang datang terlebih dulu dengan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Burhan dan Bila mulai tidak tenang, banyak pertanyaan yang terbesit di kepala mereka. Tetapi Burhan hanya berharap seorang tuan Muda seperti Zhak tidak sedang mempermainkan dirinya.

__ADS_1


Deru suara mobil membuat semua orang berdiri. Raut wajah bahagia terlihat dari wajah Burhan dan Billa. Terlihat beberapa orang datang dengan pakaian rapi. Keluarga besar Edward semua hadir disana, termasuk Elion, paman dari Zhak yang sama terkenalnya.


Clara yang sejak tadi menunduk mencoba mengangkat kepalanya, melirik gerombolan yang datang dengan di pimpin seorang pria Dewasa, tinggi, Tampan dan memakai tuksedo berwarna putih.


Dimana calon suaminya?


Pertanyaan itu muncul karena Clara tidak tidak tau yang mana calon suaminya. Bahkan yang terlihat di sana layaknya keluarga kerajaan, para pangeran, putri, ratu bahkan rajanya. Membuat mata Clara tidak berkedip melihatnya.


"Siapa yang kamu cari?" suara laki-laki dewasa yang menggunakan tuksedo berwarna putih menyapanya. Laki-laki itu berdiri tepat di depan Clara.


Clara diam, membatu, tidak ada kata yang keluar. Clara hanya bisa menatap dengan mulut menganga lebar melihat pria tampan yang kini menatapnya heran.


"A-nda calon suami saya?" Clara memberanikan diri untuk bertanya, tangannya yang gemetar mulai mengeluarkan keringat dingin. Bahkan yang terlihat sejak tadi Clara meremas gaunnya untuk menghilangkan kegugupannya.


"Menurut kamu." jawab Zhak dengan nada kesal. Bagaimana tidak, gadis kecil di depan nya itu membuatnya malu di depan semua keluarganya.

__ADS_1


"Ja-jadi benar anda calon suami saya?"


Zhak mendesah frustasi." Tentu saya calon suami kamu." kata Zhak dengan nada datar, namun kalimat itu sanggup membuat Anes dan Vanessa menatap mereka nyalang.


Dia...Tuan muda Zhak? Benarkan?


Anes tidak percaya. Yang dia tau Zhak itu sudah berumur, dan itu rumor yang sangat hangat di bicarakan. Bahkan pemberitaan itu membuat Anes tidak menerima usulan mamanya.


"A-anda masih muda?" tanya Clara dengan polosnya. Clara tidak tahu jika pertanyaannya itu membuat semua orang di belakang Zhak cengar cengir layaknya setan kegirangan.


"Apa kamu selama ini tinggal di goa. Kamu pikir saya sudah tua." Geram Zhak. Dia sudah tidak tahan lagi. Ingin rasanya Zhak segera mengakhiri drama pernikahan ini.


Clara menggeleng takut, melihat wajah Zhak yang terlihat marah. Zhak pun berlalu mendahului Clara yang masih terpaku di tempat dia berdiri.


Hari itu mereka menikah dengan sah.Tidak ada halangan yang berarti. Lebih tepatnya tidak ada yang berani mengusik pernikahan seorang tuan muda Zhak. Walau ada satu sosok yang terlihat mengepalkan tangannya karena tidak suka melihat pernikahan itu. Tapi orang itu hanya bisa memendamnya dalam hati, dia tidak mungkin membuat masalah di sana, jika dia memiliki nyali lebih untuk melakukan itu.

__ADS_1


.


.


__ADS_2