
Mungkin jika seseorang tidak memiliki beban dalam hidupnya akan sangat mudah menjalani hari. Tetapi bagaimana dengan orang yang memiliki beban dalam hidup dan hatinya, apakah mudah menjalaninya? atau bahkan untuk melangkah pun akan sangat sulit !
--_-_-_-_-_-_-_-_-_
Sore ini Clara memutuskan untuk pergi ke sebuah Mall untuk membeli beberapa keperluan untuk dirinya yang sudah mulai habis. Clara tidak sendiri, ia bersama dengan Diana.
Setelah cukup lama berbincang di halaman belakang rumah kediaman Wijaya, Clara mengajak Diana untuk menemaninya.
"Cla, lo mau beli apa aja?" tanya Diana saat mereka berada di stan make up
"Yang kayak biasanya sih, tapi ini kok stoknya gak ada, habis kali ya !" ujar Clara saat melihat barang yang ia cari tidak ada di tempat biasanya.
"Hmm, mungkin aja." Diana memutar kepalanya, mencari karyawan yang bertugas." Nah itu ada mbaknya, gue tanya dia deh."
Diana melenggang ke arah pelayan." Mbak maaf, stok barang yang itu masih ada gak ya?" tanya Diana sambil menujuk rak yang kosong.
"Ohh itu, iya lagi kosong mbak." jawab pelayan itu
"Ohhh, ok. Terimakasih mbka." pelayan itu mengangguk dengan senyum ramah, Diana pun membalas lalu kembali mendekati Clara.
"Cla beneran kosong, kita cari yang lain aja yah." ujar Diana
Clara mengangguk, mereka pun berlalu mencari keperluan lainnya.
Setelah beberapa jam berkeliling tanpa mereka sadari hari mulai gelap. Clara mengajak Diana untuk pulang, tetapi Diana menolak. Ia mengajak Clara makan es krim di tempat biasa mereka nongkrong.
"Bang, es krim biasa dua yah." pesan Diana pada abang tukang es krim.
"Ok neng, segera siap." ujar abang es krim
Beberapa menit eskrim pun sudah di dapat oleh keduanya, mereka mencari tempat untuk mereka duduk menikmati es krim mereka.
Canda tawa terdengar saat mereka mengobrol, seperti tidak ada beban dalam diri mereka berdua. Clara bisa melupakan sedikit beban di hati, sementara Diana bisa melepas sedikit beban yang ada di pundaknya.
"Cla, ada yang mau gue omongin." ujar Diana di sela-sela canda mereka.
Wajah yang tadinya ceria berubah menjadi sedikit tegang.
"Lo lagi ada masalah?" tanya Clara.
Diana mengangguk." Ayah, jodohin gue Cla." jawab Diana
__ADS_1
"Lo serius?" Diana mengangguk
"Dan lo nerima?' tanya Clara lagi.
Diana menunduk, ucapan ayahnya kembali terngiang di telinganya.
"Gue udah nolak Cla, hanya saja Ayah gue punya alasan yang kuat untuk gue merubah keputusan gue. Dan alasan itu yang membuat gue akhirnya gak bisa nolak." ujar Diana.
Clara menepuk bahu sahabatnya itu, tidak ada nasehat yang bisa ia beri karena dirinya pun mengalami hal yang sama. Bahkan saat ini ia tidak tau sanib pernikahannya akan bagaimana?
"Di, gue gak bisa memberi nasihat apapun buat lo. Karena bagi gue itu tidak pantas, karena pernikahan gue aja gak tau akan jadi seperti apa. Tetapi, gue berharap lo bisa ngambil keputusan dalam tenang dan keadaan kepala dingin. Tetapi apapun keputusan yang lo ambil se masih itu untuk yang terbaik, maka gue akan selalu dukung lo."
Diana tersenyum, terlihat butiran bening menetes di pipi mulus Diana. Mereka berdua saling memeluk untuk saling menguatkan.
_-_-_-_-_-_-_
Diana sampai dirumah sekitar pukul 10 malam di antar oleh supir pribadi Clara.
Rasa malas melangkah ke dalam rumah di rasakan oleh Diana. Jika bisa memilih Diana lebih memilih untuk tidak pulang, tetapi Diana tidak bisa. Ayahnya sedang sakit, dan Ibunya juga sudah pergi entah kemana.
Malam itu sebuah pertengkaran hebat terjadi di rumah sederhana berlantai satu. Diana hanya bisa menutup telinga dan menangis mendengar pertengkaran orang tuanya.
Tidak ada rasa malu, padahal mereka sudah memiliki putri yang bahkan umurnya sudah cukup untuk tau segalanya.
"Buk, Ayah mohon Ibuk jangan pergi. Apa Ibu tidak malu, Diana sudah dewasa bahkan putri kita itu sudah kuliah. Seharusnya kita malu dengan dia Buk." suara Ayah Diana menimpali.
"Ahhh, Ibuk tidak perduli yah. Ibuk sudah tidak kuat lagi."
Itu kata-kata terakhir yang Diana dengar dari Ibunya. Dan setelah itu Ayah Diana mulai sakit-sakitan.
Diana tidak bisa mencerikan ini pada siapapun, apalagi pada Clara. Diana tau jika sahabatnya itu memiliki masalah yang lebih besar dari dirinya. Selama ini Diana menyimpan rasa sakitnya sendiri, tidak ada yang bisa dia bagi. Diana mencoba menjadi gadis yang kuat dan tegar demi sang ayah yang terbaring lemah di tempat tidur.
Diana mengusap sisa air matanya yang tidak pernah ia perlihatkan di depan sang ayah. Diana selalu mencoba untuk memperlihatkan senyum terbaiknya.
"Ayah." panggil Diana
Dia tau jika Ayahnya belum tidur meski ini sudah cukup larut.
Mario, Ayah Diana membuka matanya yang memang hanya terpejam saja.
"Kamu udah pulang nak?" pertanyaan.
__ADS_1
Suara itu begitu tertatih, lemah dan tidak berdaya. Diana ini menangis tetapi ia sekuat tenaga untuk menahannya. Diana berlutut lalu menggenggam tangan rapuh sang ayah.
"Ayah kenapa belum tidur? ini sudah malam yah."
Mario tersenyum." Ayah belum ngantuk, kamu sudah makan nak?"
"Diana udah makan kok yah, maafin Diana ya yah, Diana pulang kemaleman. Tadi Diana mampir ke rumah Clara dulu." ujar Diana
"Gak apa-apa sayang."
"Ayah udah makan kan, udah minum obat juga kan?"
"Udah sayang, tadi sore bibi kamu kerumah dan ngasi Ayah makan dan obat."
"Syukurlah, sekarang Ayah tidur ya, udah malam. Diana mau bersih-bersih dulu." ujar Diana.
Sebelum meninggalkan Ayahnya, Diana menarik selimut untuk menutupi tubuh Mario, tidak lupa Diana mematikan lampu kamar Mario karena ayahnya memang tidak akan bisa tidur jika lampu kamar itu masih menyala.
Malam ini Diana cukup lega bisa menceritakan beban dalam dirinya meski hanya sedikit. Kehadiran Clara kembali mungkin bisa menjadi motifasi untuk Diana menjadi lebih kuat. Karena Diana tau jika Clara memiliki beban yang sangat berat lebih dari dirinya.
.
.
**HALO SEMUA
HARI INI AUTHOR DABEL UP YA
KARENA ADA SATU HAL YANG INGIN AUTHOR SAMPAIKAN.
YANG PERTAMA YAITU TENTANG PERUBAHAN JUDUL YANG Dari CLARA Menjadi BATAS RASA
NAH AUTHOR SEDIKIT MENJELASKAN KENAPA?
KARENA AUTHOR INGIN SEDIKIT MERUBAH CERITA INI YANG TADINYA HANYA ADA SATU PERAN AKAN MENJADI DUA PERAN YANG DI TONJOLKAN.
ALASAN NYA SIMPEL
KARENA CERITA INI SUDAH CUPUK LAMA TIDAK DI BUAT DAN AUTHOR SEDIKIT LUPA AKAN ALUR YANG AWALNYA INGIN AUTHOR BUAT.
JADI SEMOGA KALIAN AKAN SUKA DENGAN ALUR CERITA KALI INI.
__ADS_1
🐶TERIMAKASIH😊**