
Pagi ini tepatnya di panti asuhan Mawar,semua pada berkumpul karena kedatangan tamu yang sangat-sangat dihormati dan disegani disana karena yang berkunjung kali ini beliau adalah salah satu orang yang berpengaruh di panti asuhan Mawar karena penyumbang dana terbesar disini dia bernama Yuanda Abska dan istrinya Farah Nadelina Abska.
Aku tidak tau kenapa dia kesini ,tanpa curiga aku dan adikku duduk di depan sendiri,adikku dengan manjanya kepala miliknya disandarkan pada bahu ku.
"Kak,Anand takut."
"Takut kenapa dek??,ada kakak gausah khawatir gausah takut aku ada di sampingmu dek,"ucap Wisnu lalu mengelus-elus kepala sang adik.
Beberapa menit kemudian Farah membisikkan sesuatu kepada Yuanda entahla apa yang dibisikkan itu,melihat respon Yuanda yang mengangukkan kepalanya membuat diriku penasaran.
"Hallo adik manis,"kulihat kakak ku yang sedang tersenyum kepada orang itu.
"Hai om!,"ucapku lalu tersenyum.
"Apakabar??."
"Baik."
"Mau tidak kamu menjadi anak angkat saya,saya punyak banyak mainan loh dirumah."
Aku tidak langsung menganggukkan kepalaku,ku lihat adikku yang sedang menundukkan kepalanya sesekali ia menyeka air matanya.
"T-tidak mau."
"Kenapa??,mainan dirumah saya bagus-bagus kamu pasti belum melihat nya makannya kamu tidak mau."
Setelah beberapa jam kemudian akhirnya aku terbujuk,dan hari ini aku terpisah dengan adik kandungku Anand,entah kapan aku bisa bertemu lagi dengannya aku merindukannya jujur itu pasti karena cuman dia yang aku punya.
__ADS_1
"Kakak mau ninggalin anand???."
"Maaf dek,kakak hanya menjalankan apa yang diinginkan."
"Tapi kakak ga mau atau ga sayang lagi ya ke anand??."
"Enggak dek ,kakak sayang ke kamu."
"Tapi kenapa kalau kakak sayang ke Anand,tega ninggalin anand????."
"Dek!,"belum selesai berucap Wisnu sudah digandeng oleh Yuanda dan Farah.
"Sudah kakak mu sudah sah menjadi anak saya ,jadi kalau kamu mau bertemu kapan-kapan saja,"setelah berucap seperti itu pada Anand Farah pergi meninggalkan nya.
"Kakak!!,"gumam Anand.
"Iya ibu ,Anand pergi juga."
Tidak ada jawaban dari ibu panti,membuat Anand menangis ia menitihkan air matanya ,sembari sesekali menatap panti asuhan tempat dulu ia dibesarkan,miris bukan anak usia 5 tahun disuruh pergi dari panti asuhan.
Disisi lain tepatnya pada Wisnu ia sedari tadi hanya terdiam padahal Yuanda,dan Farah mengajak ia berbicara terus menerus tapi tidak ada respon sama sekali dari Wisnu.
"Wisnu kenapa???."
"Wisnu kangen adek yah,bun kenapa ayah sama bunda hanya mengadopsi diriku kenapa tidak sekalian dengan adikku."
"Maaf kami hanya berniat mengadopsi dirimu."
__ADS_1
"Jahat!!!!,"teriak Wisnu lalu ia menangis sesengukan di belakang ,ia mengingat bagaimana keadaan adiknya sekarang padahal belum ada sejam mereka berpisah tapi dia sudah merindukan sang adik ,bagaimana kalau ini bertahun-tahun .
Disisi lain Anand berjalan kaki tanpa arah kaki kecilnya melangkah perlahan menyusuri jalanan ibu kota,"Anand harus kemana??? bagaimana ini,kalau semisal Anand da preman gimana abang tolong Anand!."
Sesampainya di lampu merah Anand tertunduk lesu,"Bagaimana ini banyak pengamen kecil takut!!,"gumam Anand lagi.
"Hai nama kamu siapa???."
Anand menolehkan wajahnya lalu ia tersenyum,"Anand."
"Nama yang bagus kenalin aku Zafran ,aku adalah pengamen kecil disini,kamu sama siapa??."
"Sendiri."
"Mau ikut ngamen??."
"Boleh?,tapi apakah ada monster besar??."
"Pfft,maksudmu apa??? bos?? gada kalau itu kita berbeda."
"Ayo,anand ikut!."
Setelah itu Anand sah menjadi pengamen jalanan ,dan mulai disini hidup Anand diuji mulai dari sakit parah yang akan dideritanya.
bagaimana kira kira kisah anand???nantikan nanti.
BERSAMBUNG
__ADS_1