Bayangan Rindu

Bayangan Rindu
BAB 3 FAKTA


__ADS_3

Sore hari nya Wisnu berjalan kaki, dengan semangat ya karena sore ini Wisnu akan menemui adiknya di panti asuhan,bersama juga ayahnya,"Ayok Yah!!!."


"Ayo."


Aku dudik dibangku depan sambil tersenyum terus tersenyum ,"Dek sebentar lagi abang akan menemui mu kita jumpa kangen ya."


Beberapa saat kemudian ,sampai lah mereka berdua di panti asuhan dengan senangnya dan gembiranya,ia langsung nyelonong masuk tanpa menunggu sang ayah.


"Tunggu ayah!!,"ucap Yuanda.


"Iya!!!,"teriakku tapi kaki ku tak berhenti untuk melangkah.


Sesampainya di depan pintunkami berdua dipersilahkan duduk ,"Ibu mana Anand,aku kemari ingin bertemu dengannya!,"ucapku.


"Maaf Anand telah di adopsi oleh orang dan sudah dibawa ke luar negeri."


Mataku seketika mendelik,apa keluar negeri??? bagaimana bisa?kapan adopsi nya??,banyak sekali pertanyaan yang keluar dari otakku.


"Bohong!!!,"teriakku pada ibu pantibyang telah mengasuhku.


"Beneran ibu tidak bohong ."


"Hiks hiks ayah,"ucapku lalu memeluk tubuh ayahku.

__ADS_1


"Sudahlah memang kalian berhak bahagia sayang,lupakan adik kamu ya sayang kamu hanya anak ayah tidak ada yang lain."


"Tapi yah."


"Ssttt sudah adik kamu sudah tiada anggap saja seperti itu ya."


"Iya!."


Agak berat aku menganguk dan berkata iya dari mulutku,tapi mau bagaimana semoga Anand ku bahagia disana ,setelah beberapa saat aku dan ayahku meninggalkan panti asuhan hatiku begitu sakit dan hancur adik yang selama ini aku dambakan dan ku rindukan ternyata sudah pergi bersama keluarga barunya.


Sedangkan disisi lain Anand ,begitu ketakutan dikala ada suara petir menyambar dengan begitu kuatnya dilangit-langit rumahnya,"Anand!,"teriak seseorang dari luar aku berjalan dengan perlahan ,aku sedikit ketakutan apa dia adalah kakak."


Ternyata benar itu Zafran dan Virgo mereka tersenyum di balik jendela,aku membuka kan pintu untuk mereka berdua,"Kakak takut!!!,"ucapku pada mereka berdua.


"Iya!."


Kami bertiga pun makan bersama setelah Zafran Dan Virgo mandi,kami bersenda gurau bersama sampai makanan itu habis ,"Nand ini aku ada buku diary dan pulpen kamu boleh menulis apapun dibuku ini."


Kulihat ada dua bolpoint satu berwarna hitam dan satunya lagi berwarna biru,"Bagus sekali tapi aku gamau."


"Lah kenapa??."


"Tidak."

__ADS_1


"Nand ini pemberian kami tulislah sebanyak mungkin kata rindu kepada abangmu di diary ini sampai habis kalau perlu."


"Lembaran ini jangan sampai kamu coret selembar pun karena disini kamu mulai menuliskan perjalanan hidupmu nanti jadi kamu silahkan tulis apapun sampai buku ini habis."


"Iya nan betul kata kakak Virgo,kamu gunakan lembaran buku ini untuk menuliskan perjalanan hidupmu,kalaupun tinta itu habis dan buku itu belum habis berarti kamu masih bisa meminta padaku."


"Kalau habis keduanya?."


"Berarti tidak bisa karena jatahmu hanya satu buku,"jawabku lalu tertawa terbahak-bahak membuat Zafran dan Anand pun mengikutinya.


Aku menghembuskan nafas kasar,"Bisa aja kamu ini bang,ayo deh kita bertiga tidur Anand mengantuk."


"Iya ayo."


Lalu kami bertiga berjalan menuku kamar ,kami tidur bertiga dan untungnya ranjang itu besar,jadi aman lah untuk kita bertiga.


Dimalam yang sepi kerinduan ku kepada kakak ku mencuat aku berharap dia yang sekarang bisa memelukku dikala aku kedinginan seperti saat ini.


"Kak!!, kakak-kakak!!,"racau ku lalu aku terbangun ku turun secara perlahan dari kasur agar tidka membangunkan Virgo dan Zafran.


Ku ambil buku diary kecil yang terdiri dari 250 lembar,"Aku tidak tau dan aku memiliki sebuah firasat kalau aku menulis dibuku ini berarti hidupku hanya bisa dihitung hari seperi lembaran buku ini,tapi Anand tidak mau menulis sekarang kapan-kapan saja,"ucapku lalu beralih melihat kedua orang yang tengah tertidur pulas,"kalian pasti lelah kan,sama Anand juga lelah."


Anand tersenyum lalu merangkak tidur kembali diatas ranjang,ia akhirnya pun tertidur pulas menyusul Zafran dam Virgo.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2