
"Anand,"sapa Virgo.
"Ahh iya kak ada apa?."
"Besok jadwal kamu kemoterapi untuk pemulihan,"ucap Virgo pada Anand.
"Iya,makasih ya."
"Heem."
Keesokan harinya Anand sudah siap dikursi rodanya , begitupula Virgo dan Zafran ia juga sudah terlihat tampan,dan siap mengantarkan Anand.
Mereka bertiga disusul oleh Yuanda ,dengan sabar Yuanda memasukkan kursi roda anand ke mobil lalu memapah Anand,didalam mobil hening tidak ada suara apapun,nampaknya tiga bocah itu enggan membuka suara.
Sesampainya dirumah sakit mereka berempat,dipersilahkan duduk dikursi sedangkan Anand ia rebahan di ranjang,"Sakit ya dok?."
"Iya sedikit tahan ya,"ucap dokter itu,ia tusukkan secara perlahan tepat dipembuluh darah membuat Anand meringis,"Ahhh sakit!!!,"teriak Anand saat obat masuk kedalam tubuhnya sakit sekali andai aku boleh menjerit pasti sudah kulakukan,tapi tak aku sadar bahkan untuk saat ini membuka mulut saja sulit karna merasakan sakit yang luar biasa.
"Maaf dok setelah kemoterapi saya minta periksa lagi ya dok ini teman saya merasakan sakit di ulu hatinya dari setelah pencakokan sumsum kemarin,"pinta Virgo dengan tulus.
"Baik dek."
__ADS_1
Yuanda pun mendekati ke ranjang Anand,disitu Anand nampak meringis menahan sakit dengan air mata yang sudah menetes perlahan membasahi pipi tirusnya.
"Yang semangat ya nak ,saya akan berusaha semampu saya agar kamu bisa sembuh dan bisa merasakan indahnya dunia seperti dulu lagi."
"Iya makasih om,"jawabku dengan tersenyum."
Setelah selesai kemoterapi Anand di Ct scan lagi diseluruh tubuhnya,entahlah cobaan apalagi kali ini sungguh anand sampai takut,beberapa saat kemudian hasil telah leluar,Anand menghembuskan nafasnya kasar dia berharap semoga setelah ini tidak ada lagi penyakit yang membuat dirinya takut dan terbayang-bayang akan kematian yang selalu membayanginya.
"Terdapat seperti flek berwarna putih di ulu hati Anand,dan kita akan melakukan tindakan secepatnya saya takut kalau itu adalah.,"ucapan dokter itu terpotong ketika Yuanda langsung menginjak ujung sepatu dokter tersebut.
"Adalah apa dok?,"tanya Anand dengan wajah sedih dan sendu.
"Tidak ,saya akan menyelidikinya dulu,saya takut kalau tiba-tiba saya berbicara ini salah."
"Iya ,jangan buat aku menunggu."
"Anand mau makan?,"tanya Zafran.
"Tidak,aku tidak nafsu makan,"jawab Anand lemas.
"Jangan gitu,kamu mau sembuh kan?."
"Mau!."
__ADS_1
"Makannya makan yang banyak ya."
"Apakah kalau aku makan nasi 50 kilogram aku akan sembuh Zafran,tidak kan?,makannya entah aku makan atau tidak sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan sakit ku ini."
"Setidaknya kamu tidak terlalu kuruud Nand."
"Iya aku tahu Fran,tapi aku tidak selera ayo pulang saja."
Empat orang itu pun kembali kerumah,Yuanda dengan sabar mendorong kursi roda Anand ,sedangkan Anand merasakan pusing dan sakit di bagian perutnya tepatnya di ulu hatinya,ia sesekali meringis tapi ia tetap berusaha tegar karena dia takut menjadi beban ,sesampainya dirumah Yuanda langsung berpamitan untuk pulang kerumah nya karena dia ada kepentingan yang harus dibicarakan dengan keluarganya.
"Hati-hati ya om ,makasih udah anter Anand dan biayain Anand."
"Sama-sama."
Yuanda pun menaiki mobilnya untuk meninggalkan pekarangan rumah Anand,Zafran,dan Virgo.
"Anand kamu tidur ya istirahat sana."
"Iya,"ucap Anand lalu pergi masuk kedalam kamar,didepan cermin Anand memandangk tubuhnya apalagi satu yang menarik perthatiannya adalah kepala miliknya apalagi rambut yang memiliki daya tarik sendiri kemana rambutnya??,kenapa aku jadi jelek botak seperti ini padahal rambut itu mahkota bagi kita,Anand pun menjerit pelan ia serasa tidak ingin melihat dirinya lagi,ia ambil buku diary miliknya.
..."Ya tuhan kenapa hidupku semenderita ini,kenapa engkau memberikan diriku cobaan begitu besar aku lelah sebenarnya,tapi aku masih sedikit semangat karena mendapatkan support,kalaupun tidak dapat mungkin aku sudah tiada,engkau tahu??,hamba menahan rasa sakit ini semua serasa raga hamba mau pergi dari jiwa hamba,hamba sebenarnya sudah lelah,lelah sekali hamba ingin tidur hamba lelah,tapi sebelum itu izinkan kakak ku Wisnu memeluk erat diriku."...
__ADS_1
Harapan Anand ialah sederhana hanya dia ingin dipeluk erat kakak nya ia ingin merasakan pelukan yang pernah ia rrasakan 15 tahun silam,setelah bertemu bukannya tambah sayang ia tambah benci,dan Anand berharap di setiap coretan kertas yang ia buat akan menjadikan kenanagan kerinduan untuk sang kakak meskipun hanya lewat sebuah bayangan.
BERSAMBUNG