
Pagi ini adalah pagi terindah sepanjang hidupku dimana ,aku menjadi CEO diperusahaan ayahku,sungguh aku terkagum-kagum dengan keindahan dan kemewahan perusahaan ini,seperti bermimpi di negeri dongeng.
Aku duduk di kursi kebesaranku sambil menatap ke arah langit-langit ruanganku,lalu diriku beranjak dari sana dan berjalan ke arah jendela besar yang diruangan ku,ku tatap jalanan yang sangat padat merayap,"Ya tuhan aku tidak pernah sekalipun pernah membayangkan bisa duduk di sini,ini adalah kursi kebesaran bukan sembarangan orang bisa duduk disini,sungguh ini semua berkat Anand dan tuhan,tanpa campur tangan mereka berdua aku tidak akan sesukses ini,"gumam Zafran.
Sedangkan disisi lain juga di rasakan oleh Virgo,"Mewah sekali ruanganku,apakah aku sedang bermimpi? ya tuhan aku sangatlah bersyukur padamu sepuluh tahun yang lalu aku menjadi gembel dan sekarang engkau naik kan drajatku,tapi aku tidak boleh besar kepala ,aku harus menjadi pemuda yang suka memberi anak yatim piatu dan jalanan karena aku dulu juga seperti itu,dan aku tidak boleh melupakan itu selamanya,harus aku kenang selalu."
Sedangkan untuk Wisnu ia malah melamun kursi kebesarannya ia pindah ke depan jendela ruangan nya,ia menghembuskan nafasnya beberapa kali demi merasakan kenyamanan tapi dia tidak merasakan itu,"Ahhh sial kenapa aku tidak tenang seperti ini,apakah Anand rindu dengan ku?,aku harus ke makam Anand,"gumam ku lalu beranjak dari sana.
Setelah sampai di makam aku melihat seorang wanita dengan pakaian lusuh menangis terseduh-seduh disana membuat diriku merasakan kasian yang teramat dalam,"Permisi bu,,,maaf saya mau berkunjung juga ke adik saya,"ucapku secara halus dan perlahan.
Orangtua itu pun mendongakkan kepalanya membuat diriku terkejut bukan main,"Bun,,b-bunda?,"panggilku linglung.
"Ka-kamu nak ini kamu apakabar kamu nak?,"tanya Farah lalu beranjak dari makam.
"Ya seperti yang bunda lihat aku baik-baik saja,"ucapku kemudian.
"Alhamdulilah."
"Bunda sudah bebas?,kenapa tidak kembali kerumah?."
"Sudah nak sejak empat tahun yang lalu,tidak bunda tidak mau menyusahkan kalian lagi pula bunda sudah di talak tiga sama ayah dulu,berarti sudah bercerai secara agama belum hukum."
__ADS_1
"Berarti ayah masih cinta ke bunda."
"Mungkin,yaudah bunda pergi dulu ya nak."
"Tunggulah aku bun,bagaimana pun kamu tetap bundaku,sebentar aku mau ke Anand."
Beberapa saat kemudiam setelah aku berdoa menaburi bunga dan menyampaikan kerinduanku psda Anand aku pun pergi beranjak meninggalkan makam,dan bertolak menuju rumah sesampainya dirumahFarah mengenggam kuat tangan ku seakan ia takut untuk masuk,ternyata rumahnya sudah berubah total malah sekarang lebih terawat dan semakin besar dan mewah.
"Assalamualaikum ayah!,"teriak ku.
"Waalaikumsalam,,kok sudah pulang?,"tanya Ayah lalu berhenti ketika tau siapa wanita yang sedang bersamaku.
"Iya habis dari makam,yah ini bunda kasian yah bunda di makam sendirian tadi."
"Lah emang kenapa?."
"Dia bukan istri ayah!."
"Yah jangan seperti itu,bisa rujuk kembali kan?,dari Anand aku belajar jangan pernah menyiayiakan selagi orang itu masih bersama kita,yah aku harap ayah memikirkan itu lagi agar tidak seperti diriku,menyesal di akhir tidak ada gunanya,"ucapku lalu pergi meninggalkan kedua orangtuaku yang mungkin mau berbicara berdua aku pergi ke kamar menghampiri Bella istriku yang mungkin saat ini dia masih tidur.
"Farah aku bingung mau gimana?."
__ADS_1
"Entahlah mas aku juga ,maaf kan aku mas aku salah padamu memang kata maafku ini tidak dapat merubah segalanya tapi aku mohon mas maafkan aku,dan aku mau memperbaiki itu semua."
Yuanda menghembuskan nafasnya kasar,"Baiklah kita rujuk dan buktikan kalau kamu bisa memperbaiki semuanya !,"ucapku tegas lalu merentangkan tanganku,dan merengkuh tubuh sang mantan istri.
"Aku rindu kamu Farah makannya aku tidak membawa ke pengadilan,"gumam Yuanda yang jelas masih bisa didengarkan oleh Farah.
"Makasih mas makasih bisa menerima ku."
"Cieeee,,,, ayah kembali ke masa muda lagi nih ye sama bunda!,"ejek Wisnu yang turun bersama Bella.
Ejekan sang anak membuat Yuanda dan Farah melepaskan pelukannya seketika dan menunduk bersama,"Ehem!kenalkan dia menantuku Bella namanya gadis baik dan sederhana yang dipilih Wisnu."
"Ahh iya sini nak ini Bunda."
"Iya bund!!,"ucapku lalu emeluk tubuh ibu mertuaku.
Sedangkan Wisnu dan Yuanda tersenyum bersama,tidak lama kemudian datanganlah Virgo dan Zafran mereka berrdua pun sama sama terkejut melihat siapa yang didepannya.
"Ada Virgo Zafran sini kita pelukan bersama,keluarga kita menjadi lengkap sekarang."
"Iya ayah!!!,"Zafran dan Virgo yang tidak mengerti apa-apa itu langsung berlari dan tancap gas berpelukan juga disana mereka berenam pun berpelukan dengan erat seakan takut kehilangan satu sama lain.
__ADS_1
Akhirnya keluarga Yuanda pun bersama kembali dan cerita ini dinyatakan telah SELESAI
nb : masih ada tambahan tentang kata-kata Anand ,Wisnu & Yuanda di bab selanjutnya istilahnya Goresan rindu .