Bayangan Rindu

Bayangan Rindu
BAB 12 KEDATANGAN YUANDA & FARAH


__ADS_3

Tidak lama kemudian terdengar ucapan salam dari arah pintu,ternyata Yuanda dan Farah orang tua angkat dari Wisnu,Wisnu pun dengan cekatan berdiri dan menghampiri kedua orangtuanya itu.


"Bunda!,Ayah!!,"pekik Wisnu.


"Haii boy!!,"ucap Yuanda.


"Yah,wisnu mau bertanya,apakah benar saudara Wisnu dulu Anand pergi ke luar negeri??."


"Hah?,"Yuanda kaget setengah cengo bingung mau menjawab apa pada Wisnu,Wisnu sekarang bukan anak kecil lagi yang bisa diselimurkan atau dibohongi,"Tau dari mana kamu?."


"Kata ibu panti dulu!."


"Setau ayah tidak ,tapi ya tidak tau ayah tidak mengerti."


Farah pun tak kalah terkejutnya,"S-sudah gausah ada yang bahas Anand,Anand sudah bahagia bersama keluarga barunya diluar negeri."


"Bun,,,,Anand kemarin tidur sini kurang lebih dua minggu dia membantah mengeyel kalau dia tidak pernah diadopsi bun."


"T-tidur sini??,s-siapa yang mengijinkannya??,dan siapa yang mengajaknya?."


"Aku bun."


"Kenapa kamu mengajaknya sayang,Anand itu penyakitan!,"ucap Farah sontak membuat Yuanda dan Wisnu memicingkan matanya.

__ADS_1


"Bun??,penyakitan dari mana anak sehat kayak gitu dikata penyakitan."


"Bagaimana kamu bisa tahu sayang,bahkan kamu saja tidak pernah bertemu Anand."


"Mmm mmaksud ku,dia boleh tidur sini."


Tunada pun menggelengkan kepalanya lalu melenggang pergi ke kantor miliknya ,tidak lupa ia mengajak dua sahabat dari putra angkatnya,Kini hanya ada Wisnu dan Farah yang berdiri.


"Bun?,apa alasan bunda hanya mengadopsiku bun?,kenapa tidak sekalian dengan Anand."


"Tidak mau bunda mau nya kamu!."


"Bun??,bunda tidak menyembunyikan apa-apa kan dari aku dan ayah."


Farah pun melenggang pergi ia pun masuk kamar tamu,dan langsung menguncinya rapat-rapat ia geledah setiap celah bahkan laci-laci kamar yang diyakini sudah ditempati Anand,dan ketika membuka sebuah laci bawah ia menemukan sebuah buntalan kertas berlumur darah.


"A-aapakah sakit turunan dari eyang mu sudah menjalar ke tubuhmu Nand?,maafkan ibumu yang membuangmu dan mengatakan pada ayahmu kalau kamu sudah tiada."


"Maafkan ibumu ya nak,suatu saat nanti ibu akan mengakui pada Ayahmu,ibumu siap jikalau diceraikan nantinya"


Tidak lama kemudian Yuanda pun menyusul sang istri,"Sayang sedang apa kamu disini,ini apa?darah siapa?,"ucap Yuanda kawatir.


"Da-darah Anand,"ucapku gagap karena terkejut melihat tiba-tiba ada suamiku,padahal tadi ia sudah pergi ke kantor bersama sahabt dari anaknya tadi.

__ADS_1


"Jorok sekali dia menyimpan darah mimisan di laci buang sana!,"pinta Yuanda tapi mendapatkan gelengan kepala dari sang istri.


"Jangan dibuang,"jawab Farah lalu mengembalikan bungkusan kertas tadi ke laci,setelah itu ia memeluk tubuh Yuanda erat.


"Sayang,kalau aku melakukan kesalahan apakah kamu akan memaafkan aku?."


"Kesalahan seperti apa?."


"Ya kesalahan yang besar sekali sampai kamu membenciku."


"Aku tidak akan membencimu sayang kan aku sangat mencintaimu bagaimana aku bisa membencimu,apapun kesalahan mu dan sebesar apapun aku maafkan."


"Meskipun ini menyangkut anak kita dulu ?."


"Ssttt dia sudah tenang di alam sana kita hanya bisa mendoakan nya semoga dia bahagia disana ya."


"Iya sayang."


Farah pun mengeratkan pelukannya pada suaminya,ia takut sekali benar-benar takut kehilangan suaminya yang sangat ia cintai itu,karena ya dibalik dibuangnya Anand ke panti asuhan ada suatu alasan yang membuat Anand di buang.


Temukan jawabannya nanti,harap bersabar karena ini? ujian hati dan perasaan jadi lebih baik kita?? sabar.


BERSAMBUNG .

__ADS_1


__ADS_2