
Sesampainya dirumah Anand langsung masuk ke dalam kamar miliknya ia mengambil buku diary itu lalu menulis dengan perlahan.
..."Apabila hidupku sama seperti lembaran buku ini,aku siap aku tidak papa tapi izinkan aku melihat kakak ku dulu sebelum aku tiada ,aku merindukan mu kak,kapan kakak temui Anand pagi,siang sore malam aku hanya menunggumu,Anand rindu dengan mu kak,apakah kakak sama sekali tidak merindukan Anand kalau buku ini sudah tidak terpakai lagi dan sudah habis berarti aku sudah tidak ada di dunia ini,badan ku terasa sakit semua kak,aku takut malah merepotkan kak Virgo dan Zafran disini apakah kakak tau itu,bagaimana keadaan kakak disana kakak senang tidak ?? apakah keluarga kakak menyayangi kakak?? aku harap iya aku menginginkan hidup seperti mu yang nyaman tentram tidak seperti diriku bayangan akan kematian selalu datang menghampiriku....
...aku kadang takut untuk memejamkan mata aku takut jika aku memejamkan mata dan tertidur malah tertidur untuk selamanya aku takut itu kak,Anand mau dipeluk kakak main sama kakak seperti dulu kakak dan Anand di panti.Kak aku kemarin di lemparin uang sama orang apakah kakak tahu itu?? kalau kakak tau pasti kakak akan marah tapi ini kakak tidak tau kan jadi aman heheh,"aku terkekeh berbicara sendiri dan aku jawab sendiri,"konyol sekali diriku ini....
...Aku menginginkan dirimu ada disisi ku sekarang,aku merindukan mu kak,aku kepengen peluk kakak....
"Anand??,"sapa Zafran seketika aku menutup buku diary ku.
"Iya apa??."
"Kamu mimisan!!!,"ucap Zafran membuat Anand dengan cepat menghapusnya.
"Kamu kenapa??."
"Pusing,kepala ku sakit banget ini."
"Diminum obatnya Nand."
Anand menggelengkan kepalanya "Gamau,aku maunya abang pengen ketemu abang."
"Nand nanti kamu sakit."
"Biarin ,biar aku mati sekalian."
"Anand!!!,"ucap kakak ku Virgo dengan keras membuat Anand terkejut.
"Kamu kalau bicara dijaga aku sudah menemukan kakak mu,dia adalah CEO perusahaan Abska grup,dia akan kemari esok."
"Ka-kamu serius?."
"Iya,kakak mu orang terkenal seluruh kota kenal dengan dia."
"Ta-tapi kalian jaga rahasia ya kalau aku sakit leukimia,"ucap Anand membuat Virgo dan Zafran terkejut.
"Ka-kamu tau???."
Anand menganggukkan kepalanya pelan,"Iya aku tahu aku juga tahu kalau hidupku juga sudah tidak lama."
"Nan!,kamu pasti sembuh."
__ADS_1
Anand hanya tersenyum lalu berjalan menuju kasur miliknya,"Sudah malam kalian boleh kembali ke kamar."
"Iya nand."
"Sana !,"usirku pelan lalu terkekeh melihat Zafran yang mengerucutkan bibirnya.
Keesokan harinya aku terduduk sambil memperhatikan laki-laki yang memakai jaz biru laut itu,ternyata dia adalah laki-laki yang melempariku dengan uang nya beberapa hari yang lalu,aku pun menatapnya sembari tersenyum.
"Ternyata abang ku tajir juga."
"Kau ikut aku mulai sekarang,aku akan biayai kamu sekolah awal hingga akhir."
Anand hanya mengangukkan kepala,ku kemasi seluruh barang-barangku tidak lupa dengan diary notes yang diberikan oleh Zafram dan Virgo beberapa hari yang lalu.
"Jaga diri baik-baik ya ,aku akan sering mengunjungimu."
"Iya ,aku tunggu!!!."
Aku dan kakak ku Wisnu meninggalkan rumah sederhana itu,beberapa jam kemuadian sampailah aku dirumah mewah dengan gerbang tinggi yang menjulang yang hanya menampakkan separuh rumahnya saja.
"Ini rumah abang??."
Aku dengan semangat masuk kedalam rumah abangku,dituntunlah aku ke kamar milikku,ternyata besar juga ,didalam hatiku bertanya-tanya??,mana ayah dan ibu abang??.
"Bang!."
"Hem?."
"Ayah sama ibu abang dimana??."
"Mereka pergi."
"Oh."
"Ayah ibumu kemana?,"tanya nya balik padaku
"Aku?,aku tidak pernah punya ayah dan ibu,bahkan aku pun tidak pernah seperti itu."
"Jangan munafik!,kamu disekolahkan keluar negeri kan ,ck dasar ."
"Tidak bang ,aku tinggal dengan Zafran dan Virgo selama ini disana."
__ADS_1
"Aku tidak percaya."
Anand hanya menghembuskan nafasnya,"Anand dengarkan saya,kamu saya sekolahkan home schooling dimana jadwal kamu akan padat."
"Bang Anand ga kuat kalau terlalu lama."
"Kalau tidak mau jangan tinggal sama abang,kamu harus jadi orang hebat mengerti!."
"I-iya bang."
Wisnu pun berlalu meninggalkan Anand,tiba-tiba Anand merasakan kepalanya yang membuat dirinya pusing,"Ya allah kepala ku,"ia menunduk lalu menatap lantai yang ada tetesan darah.
"Darah!!,"ucap seseorang dibelakangku aku menolehkan kepala ku sembari menutup lubang hidungku.
"Ha-hai,"sapa Anand sembari melambaikan tangannya.
"Kamu sakit?."
"T-tidak."
"Mana ada mimisan tapi tidak sakit."
"Tidak kak,saya tidak sakit."
"Yaudah kenalkan nama saya Maude dan disebelah saya Elang."
"Oh hai semua ."
Sapaku pada mereka berdua lalu aku berlalu meninggalkan mereka dan masuk kedalam kamar ,ku kunci pintu kamar milikku,lalu aku duduk dan menuliskan kata rindu.
..."Hari ini Anand bertemu abang,ternyata abang Anand orang kaya Anand sangat bersyukur bisa bertemu dengannya aku ingin sembuh kalau seperti ini."...
..."Aku tidak ingin terus-terusan sakit aku ingin sembuh demi aku bisa menghabiskan waktu bersama abangku,tuhan berikan aku kesempatan ya sekali saja untuk aku bisa menghabiskan waktu bersama abangku."...
Anand menulis sembari menangis tiba-tiba kepala dia sakit dan darah segar mengalir,"Ahhh sial darah darah terus darah ."
Ku hitung lembaran yang tersisa di buku diary ku ternyata hanya tinggal 195 lembar,"apakah hidupku ini hanya tinggal 195 hari aku takut akan kematian,aku tidak ingin sebelum aku memeluk abangku menciumi pipinya dan mengungkapkan kerinduan yang mendalam pada dirinya."
BERSAMBUNG
__ADS_1