Bayangan Rindu

Bayangan Rindu
BAB 9 TINTA HITAM SUDAH HABIS


__ADS_3

Satu bulan berlalu tubuh Anand semakin lemas dan lemahbahkan tidam ada tanda-tanda kesembuhan apalagi Anand sendiri menolak untuk melakukan kemoterapi,ia takut kakak nya akan marah,di sisa hari-hari Anand ia tetap menulis sebuah kata-kata terus menerus ia takut kalau tiba-tiba besok sudah tiada dia mejadi takut,karena malam-malam tiba-tiba tinta hitamnya macet,ia buka bolpoint miliknya ternyata habis,"Habis satu bolpoint buku ini tinggal 90 lembar,"gumam Anand.


"Apakah ini pertanda,"ucap Anand lalu menatap ke langit-langit kamar miliknya dipandangi sekeliling kamarnya,sampai ia menolehkan wajah nya kepada kaca di kamar miliknya,ia melihat tetesan darah di lantai ia meraba hidung nya ternyata mimisan.


"Tuhan apakah boleh aku menyerah sekarang aku sangat lelah dengan semua ini."


Tiba-tiba pintu kamar Anand terbuka,"Anand bangun !."


Aku pun terbangun dan menatap abangku yang sudah berdiri berdecak pinggang,"Kamu tahu tidak?,aku menyekolahkan mu bukan untuk mendapatkan nilai buruk!!."


"Bang maafin Anand ,Anand cape pengen istirahat tidur Anand lelah,"ucapku lalu memegang kepalanya.


"Dasar pemalas,"ucap Wisnu lalu mendorong tubuh Anand sampai ia terhuyung .


"Bang pengen peluk abang."


"Mimpi!,"ucap Wisnu lalu melempar beberapa kertas kepada ku lalu menutup pintu kamar ku dengan keras.


BRAKKK


Aku pun terkejut lalu memunguti beberapa kertas yang berhamburan di lantai,ternyata ini adalah kertas ku kertas ujianku,ternyata nilai tertinggi hanya 20 begitu buruknya diriku ini,sudah penyakitan bodoh lagi itulah aku apa yang diharapkan lagi dari diriku ini.


Mending diriku mati saja dari pada menjadi beban,kasian kakak ku,ku remas kertas ujian milikku,ku masukkan kedalam laci sebelum itu kertas ujianku ku usapkan pada hidungku sampai memperlihatkan darah disana.


"Darah ini akan kau lihat nanti saat aku sudah tiada,aku harap abang tidak sedih saat aku menutup mataku untuk selamanya,"ucapku lalu tersenyum getir pada remasan kertas itu.

__ADS_1


Setelah itu aku pun mengambil pulpen tinta merah milikku ,"Tinggal ini temani aku ya selama 90 hari kedepan sedikit lagi dan hanya sebentar saja.


Disisi lain,tepatnya dirumah Zafran dan Virgo,"Kak aku kangen sama Anand."


"Besok kita kerumahnya,kakak juga kangen sama dia."


"Bener ya ,awas saja bohong".


Keesokan harinya Zafran Dan Virgo naik ojek berdua mereka turun di depan rumah Anand ,bisa dilihat Anand sedang duduk melamun di teras ketika gerbang sudah dibuka.


"Anand!!!!!!."


Anand pun berdiri langsung merentangkan tangannya,"Kesini aku rindu sekali pada kalian,"akhirnya mereka bertiga pun saling berpelukan.


"Rindu banget sama kamu Nand."


"Belum ,aku belum melakukan apapun sampai saat ini karena ya aku takut kakak ku ."


"Jangan takut Nand demi kesembuhan mu."


"Kakak ku bukan Kakak Wisnu yang dulu dia sudah berubah ."


"Kau diapakan selama ini?."


Anand menggelengkan kepalanya pelan membuat Virgo dan Zafran memicingkan matanya tidak percaya.

__ADS_1


"Nand?,"panggil Virgo pada Anand lalu menyerahkan sebuah bolpoint berwarna hitam.


"Aku rasa tidak perlu karena aku sudah memiliki dua bolpoint ya meskipun yang hitam sudah habis tapi aku masih memiliki tinta berwarna merah."


"Aku membelikan mu ini,aku harap kamu terima."


"Maaf Anand gabisa."


Virgo menghembuskan nafasnya kasar,"Baiklah kalau kamu menolak tapi untuk sebentar lagi ini kamu dilarang menolak."


"Apa?."


"Aku dan adikku Zafran akan membiayai mu kemoterapi."


"Biaya nya mahal,jangan aneh-aneh aku ga sanggup untuk mengembalikannya."


"Tidak perlu kami berdua ikhlas memberikannya padamu."


"Tidak usah aku tidak perlu itu".


"Perlu karena ini harus."


"Terserah lah,ayo."


"Ayo aku yakin kamu pasti akan sembuh!!!!."

__ADS_1


Aku hanya menjawab dengan sekedar tersenyum,aku tidak yakin akan kesembuhan ku ini , aku malahan takut karena efek kemoterapi ini bisa menimbulkan kakak ku curiga nanti bisa-bisa aku diusir kakak,aku tidak mau itu terjadi.


BERSAMBUNG


__ADS_2