
Yuanda menyeret Farah pergi dari area pemakaman,ia tarik tanpa memperdulikan lengan Farah yang sudah membiru akibat cengkraman Yuanda yang terlalu kuat,"Sakit sayang sakit."
"Aku tidak peduli padamu,"Didorong lah tubuh Farah masuk mobil lalu ia mengikuti masuk lewat pintu sebelah.
"Rasa sakitmu ini tak sebanding rasa sakit yang dialami Anand,dengan tega nya kau menaruh putra kandung kita darah daging kau sendiri di panti asuhan,apa yang sedang kau pikirkan kala itu hah!,Anand tidak akan mati kalau pertolingannya pas kita bisa mengobatkan Anand ke luar negeri kalau kau tidak berfikir Anand penyakitan tau dari mana kamu hah!,jawabb!!,"bentak Yuanda.
"Jadi...."
FLASHBACK
Dua puluh tahun yang lalu hari dimana Anand kecil dilahirkan ,Anand menangis keras membuat seluruh ruangan menjadi panik ya seperti biasa bayi baru lahir pasti menangis,kebahagiaan dirasakan oleh Farah dan Yuanda kala itu,tapi saat persalinan sang suami masih baru diperjalanan yang kabar nya sang suami barusan bertolak dari luar negeri.
"Bu anak anda lahir dengan sempurna tanpa secuil kecacatan tapi dilain itu anak ibu memiliki penyakit bawaan yaitu leukimia penyakit ini bisa kapan pun menyerang tanpa melihat atau memandang usia ,jadi sedini mungkin harus melakukan pencegahan ya bu."
"A-apa leukimia?."
"Iya bu,harap prosedur kesehatannya dilakukan dengan benar dan baik,agar sang putra bisa sembuh."
"I,-iya,"Jawabku ,lalu aku memandangi bayi kecil tak berdosa itu maafkan ibumu ini nak ibu tidak mau punya anak penyakitan ,ibu akan membawa mu ke panti ya nak,ibu tidak mau kamu menjadi beban keluarga,"gumam Farah.
FLASHBACK OFF
"Stopp!!!!,ucap Yuanda ."
Farah seketika pun berhenti bercerita,ketika Yuanda berteriak untuk memberhentikan sang istri bercerita nampaknya ia tidak kuat menahan semuanya.
"Ke-kenapa mas bukannya kamu ingin tahu?."
__ADS_1
"Stop!,aku sudah tau kelanjutan cerita mu,dari sini aku tahu kalau kamu memang sengaja kan marah padaku pada saat itu,saat aku bilang mengobatkan Anand,ternyata ini dibalik semua itu,Pergi dari rumah ku!,"teriak Yuanda.
"Ma-maaf."
"Tidak ada maaf bagimu dasar ibu biadap!,"ucap Yuanda lalu mendorong tubuh Farah sampai terhuyung ke belekang.
Disisi lain Virgo , Zafran merasakan kesepian dirumah itu biasanya ada Anand ,Anand yang cerewet dan berteriak ketika ingin mekan dan saat ini hanya ada sepi dan kerinduan yang menyelimuti.
"Kak kasian Anand pasti dia kedinginan sekarang."
"Tidak mungkin dek,dia kedinginan Anand merasakan kehangatan disana ,dia pasti sekarang terdenyum bahagia disana."
"Iya karena dia sudah sembuh untuk selamanya."
Sedangkan Wisnu ia sudah pulang sembari membawa buku diary ditangannya,ia melihat di depan pintu sudah ada sang bunda yang tengah menggeret koper,"Bun mau kemana?."
"Kenapa?."
"Karena dia dengan teganya membuang Anand di panti asuhan!,"ucap Yuanda menggelegar dari lantai atas membuat Wisnu mendongakkan kepalanya.
"Yah?,jadi bener ya itu semua?."
"Benar sekali itu Nu benar,Bundamu ini sangat bermuka dua dia manis ke kamu dan ayah tapi dibelakang ada sifat lainnya."
"Bun,,,apa bunda yang dengan sengaja bilang ke ibu panti kalau Anand di adobsi bun jawab bun Wisnu penasaran."
"Iya!,puas kamu bunda bilang seperti itu agar kamu membenci Anand ,biar hidup kita hanya ada kamu,ayah dan bunda tidak ada upik abu penyakitan Anand!."
__ADS_1
"Bunda jahat!!!!!,"teriak Wisnu."
Disaat pertengkaran itu sahabat Wisnu datang Maude dan Elang guna mengucapkan belasungkawa sedalam dalamnya dan mereka berdua pun sudah tau kalau sebenarnya Anand adalah anak kandung Yuanda dan Farah.
"Ap-apa yang terjadi?,"tanya Maude tergagap ketika ia mengetahui ibu angkat Anand membawa koper.
"Biarkan dia pergi kalian bertiga minggir dari hadapannya!,"perintah Yuanda.
"I-iya om,"jawab Maude dan elang bersamaan.
"Yuan kamu pasti menyesal sudah menceraikan aku!!!,"teriak Farah dari bawah Yuanda pun hanya tersenyum kecut lalu meraup wajahnya.
Sedangkan Wisnu ia menangis lalu berlari keluar rumah ia menaiki motor nya dengan kecepatan tinggi dan berhenti di pemakaman,sang Ayah yang mengetahui sang putra marah ia pun nemerintahkan kedua sahabat anaknya mengikuti karena takut terjadi apa-apa dijalan.
Wisnu pun bersimpuh dan terduduk ia peluk erat batu nisan itu batu nisan yang berukir nama Anand Wayan Saputra bin Yuanda Abska "Maafin abang dek maaf kalau saat itu aku dengerin kamu pasti kamu ga akan kayak gini dek,abang banyak sekali dosa padamu dek,apakah mau kamu mau memaafkan abangmu ini,"ucap Wisnu.
Wisnu pun merebahkan wajahnya di tanah yang menggunung itu,ia permainkan bunga-bunga diatas tanah basah yang mengubur badan Anand,"Aku kangen pengen peluk kamu."
Hujan pun tiba-tiba turun menetes perlahan membasahi tanah yang digunakan Wisnu tidur tapi ada seseorang yang memayungi dirinya,"Beridiri Nu,ayo pulang."
"Gak!gak!,kasian Anand kedinginan kehujanan dibawah sana sedangkan aku enak-enakan diranjang empukku gamau aku gamau."
"Nu ,jangan gila dibawah sana Anand sudah tidak beraga mana bisa dia merasakan Nu."
"Aku kakak jahat kakak macam apa aku hiks hiks,"ucap Wisnu sebelum kesadaran Wisnu menghilang perlahan.
BERSAMBUNG
__ADS_1