Bayangan Rindu

Bayangan Rindu
BAB 13 STADIUM AKHIR


__ADS_3

Dua Minggu kemudian keadaan Anand sedikit membaik ia ikut dengan Zafran dan Virgo untuk mengamen dijalanan ibu kota,cuaca panas dan peluh yang bercucuran menjadi saksi bahwasannya hari ini sungguh teramat panas dan sebenarnya Anand sudah tidak kuat lagi menahannya tapi apa boleh buat ia tidak bisa perotes karena dirinya tidak ingin menyusahkan.


"Fyuh panas ya hari ini,"gumam Anand dibalik topeng besar boneka mampangnya.


Ia menepi ke trotoar tiba-tiba ia mendadak pusing dan merasakan ada sesuatu yang berjalan menetes kebawah ia raba dihidungnya ternyata darah.


Anand pun melepas topeng miliknya,ia elap bekas darah itu,tiba-tiba ia merasa pusing dan gambar semuanya nampak menjadi banyak,"Ahhh ya tuhan kepala ku pusing sekali,ga kuat."


Anand pun pingsan ,Virgo yang mengetahui pun segera berlari kearahnya diikuti Zafran yang tergopoh-gopoh sambil membawa alat musik miliknya,mereka bawa Anand ke salah satu rumah sakit ternama di Jakarta.


Di dalam ruangan nampak Anand dirawat intensif bahkan dokter yang masuk kedalam ruangannya itupun bergantian setelah beberapa menit kemudiam keluar lah seorang dokter yang bernama Tegar.


"Bagaimana dok??."

__ADS_1


"Leukimia sudah memasuki di fase terparah yaitu stadium empat sudah merambat ke mata,membuat jaringan mata sebelah kanan nya rusak total kalau kita tidak segera memberhentikannya dengan cangkok sumsum tulang belakang pasien akan tidak bisa diselamatkan."


"Biaya nya berapa?."


"Sekitar 500-800 juta itu sudah dengan biaya pemulihan nya tinggal pilih saja ."


"Sas-sa saya tidak punya uang segitu,"ucap Virgo sendu ia sangat takut kehilangan seorang Anand.


Sang dokter pun hanya tersenyum lalu menepuk pundak Virgo yang bertujuan untuk menguatkan sebelum ia berlalu pergi,mau tidak mau Anand harus dibawa pulang dan ia juga tidak bisa menebus obat Anand karena harga nya sudah termasuk harga fantastis karena sudah tahap dua.


"Gapapa aku ga maksa buat sembuh,"ucap Anand lalu tersenyum simpul.


Setelah pulang Anand bersandar di kursi tubuhnya terasa lemas dan tidak kuat untuk berdiri apalagi berjalan ia berada dan duduk di kursi roda miliknya.

__ADS_1


Anand pun menggaruk kulit kepalanya nampak rambutnya ikut terlepas dari pori-pori rambutnya,banyak sekali benar-benar banyak kerontokannya,Anand pun menggerakkan kursi roda nya ke kamar,ia mengambil buku diary miliknya.


Dibuka buku itu,lalu ia simpan rambut tersebut,disela-sela buku diary miliknya.



...40 Lembar lagi,ini semua akan menjadi sebuah kenangan terindah dalam hidupku,hidup yang hanya sekali diberikan oleh sang kuasa,apakah kalian tahu? kata orang 40 hari sebelum kematian orang itu akan menunjukkan sifat aslinya yang berasal benar-benar dari jati diri sendiri,yang biasanya dihindari/tidak pernah dilakukan dalam 40 hari itu dilakukan olehnya....


...Aku ingin menghembuskan nafasku yang terakhir ini dipelukan kakak ku,kakak ku yang selalu kurindukan kehangatannya seperti dulu,dikala aku kedingininan kakak ku selalu memelukku untuk menghangatkan ku. - Anand...


Ku tutup buku diary ku,ku usap naik turun secara perlahan sampai perlahan buliran bening itu menetes dari kelopak mataku,"Tuhan jika andai saja benar urutan lembar buku ku ini adalah sisa hidupku di dunia,aku memohon padamu agar bisa aku melihat kakak ku untuk terakhir kalinya,"gumam Anand.


Anand pun menegakkan tubuhnya di kursi roda diputarlah tubuhnya sampai menghadap ke jendela miliknya,ia tatap terus ternyata dia makin kecil benar aku tirus tubuhku tidak sintal dan gemuk seperti dulu.

__ADS_1


"Apakah ada harapan sembuh untuk manusia seperti ku ini,"????.


BERSAMBUNG


__ADS_2