
Keesokan harinya Anand dengan begitu segarnya keluar dari kamar,"kak,Anand pusing banget ga ikut kerja gapapa??."
Lantas aku tersenyum dan mengangukkan kepalaku,"Boleh Nand lagian badan sakit itu diem dirumah bukannya ikutan kerja!."
"Nand!!,hidung mu mimisan!!,"ucap Zafran dengan cepat aku pun menggunakan kaos ku untuk mengelap mimisan itu.
"Pusing,"keluhku lagi."
"Mending duduk dulu,"ucap Virgo lalu mengandeng tangan Anand untuk duduk di kursi.
"Fran mending kamu diumah jaga Anand abang bentaran doang kalau ngamen nanti dhuhur abang balik deh janji."
"Beneran ya bang."
"Iya ,sana bikinin Anand teh hangat,biar badannya anget."
Setelah diberi teh hangat aku memutuskan untuk tidur dikala sakit di kepala ku malah menjadi bukan semakin reda,"Buku diary ku ambilkan tolong Fran."
"Iya!,"dengan cepat aku berlari masuk kedalam kamar Anand betapa terkejutnya ku melihat banyak tisu berceceran dengan darah yang menempel disana.
"Nand!,sebegitu parahnya sakit mu sampai kamu seperti ini??,kamu kenapa Nand."
"Fran!!!,"teriakku dari kursi.'
"Iya!!,"jawabku lalu berlari kearahnya,"inu bukunya."
"Makasih."
Ku buka buku diary itu ku tuliskan sebuah kalimat dan kata-kata yang mengambarkan perasaan ku seperti apa saat ini.
..."Kenapa semakin hari semakin mejadi sakit ini disini aku merindukan kakak ku,hanya itu aku ingin sembuh tolong sembuhkan aku,aku tidak mau menjadi beban Zafran dan Virgo aku merindukan mu bang,abang dimana abang kenapa tidak kangen ke Anand?? bang Anand pengen dipeluk dicium abang."...
"Kamu istirahat aja sana nanti kita ke dokter."
"Iya!."
__ADS_1
Aku meninggalkan Anand yang sendirian di dalam kamar di ruang tamu aku memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada kamu Nand,kenapa kamu ada apa????,banyak sekali pertanyaan yang muncul tapi Zafran tidak berani berucap hanya diam membisu sembari melamun.
Sedangkan disisi lain Virgo dengan semangat mencari uang ,sampai dia tidak sengaja menyenggol sebuah mobil mewah membuat sang empunya murka.
"Punya mata tidak!!!."
"Ma-ma maaf tuan saya tidak sengaja sungguh."
"Ciuh,dasar miskin!,ganti rugi cepat!."
"Ma-maaf tuan saya tidak punya uang."
"Dasar sudah tau miskin banyak tingkah belagu lagi,"ucap Wisnu lalu mendorong Virgo sampai terjungkal.
"Ahhh sakit."
Aku tidak peduli dengan teriakan laki-laki yang aku dorong saat ini yang aku pedulikan hanyalah kerja uang dan bermain dengan wanita di club.
Setelah kepergian laki-laki tadi diriku berlari menuju kontrakan dan kulihat adikku Zafran menangis tersedu sedu diteras.
"Ka-kakak, Anand hidungnya berdarah lagi kasihan kak,tolongin dia."
"Iya ayo ke rumah sakit."
"Ayo."
ku masuk kedalam rumah kubopong tubuh Anand yang sudah lemas sekali seakan pria yang berada di panggulan ku ini sudah tidak bernyawa.
Sesmpainya dirumah sakit,pihak rumah sakit dengan sigap dan cepat mengecek keadaan Anand dengan melakukan test darah utuh dan ditemukan kalau Anand menderita Leukimia atau kanker darah.
"A-apa dok kanker darah???."
"Iya dengan berat hati kami sudah memvonis beliau dan sudah masuk ke stadium 3 ."
"Apakah bisa sembuh dok??."
__ADS_1
"Kemungkinan sembuh ada mungkin 40-70% ."
"Kenapa sedikit sekali dok ."
"Anda tau kan kalau orang sakit seperti ini berakhir seperti apa??,ya begitu pula teman anda hidupnya mungkin tinggal beberapa bulan lagi ,kalau tidak segera kemoterapi."
Dibalik kelambu aku mendengarkan penuturan dokter itu,aku telejut bukan main bagaimana bisa ini terjadi padaku,biaya nya mahal sedangkan aku hanya upik abu dijalanan.
Ku dengar suara tapak kaki mendekat kearah ku dengan cepat aku memejamkan mataku lagi,"Kamu yang sabar ya Nand sembuh kamu pasti."
Anand membuka matanya,dengan air mata yang menetez perlahan,"Fran,Vir aku rindu kakak."
DEGGG ,,,"Kakak mu siapa namanya biar aku carikan."
"Dia Wisnu Wayan Saputra namanya."
"Oke aku akan mencarikannya untukmu sebaiknya kamu istirahat ya."
"Mau pulang!,biaya rumah sakit mahal."
Zafram menghembuskan nafasnya,"Tidak gapapa kok."
"Gamau."
Setelah kepergian Zafran dan Virgo aku pun mengeluarkan diary ku di dalam tas yang aku bawa tadi.
..."Sebegitu beratnya hidupku ,waktu kecil diriku sudah diusir dari panti asuhan dan ketika aku sudah besar aku mengidap leukimia,dilain sisi aku merindukan kakakku,kak Anand kangen!! pengen peluk kakak."...
Anand menulis di buku diary miliknya tanpa disadari darah mimisan menetes mengenai buku diary miliknya,"Darah!!,"ucapku lalu mengelap darah itu dengan cepat.
"Jangan keluar lagi ya."
Setibanya Zafran dan Virgo aku pun turun dari ranjang dan pergi dari rumah sakit itu,meskipun diriku masih sempoyongan tapi aku tidak mau membebani mereka berdua.
BERSAMBUNG
__ADS_1