Bayangan Rindu

Bayangan Rindu
BAB 4 ADA APA DENGANKU


__ADS_3

15 Tahun kemudian kini umur Anand sudah menginjak 20 tahun ,diamana dia masih tetap menjadi pengamen jalanan tapi yang berbeda ia dan kedua temannya sekarang tinggal disebuah kontrakan tidak di bawah kolong jembatan lagi,sedangkan Wisnu barusan saja ia meraih gelar magister nya di salah satu universitas terkenal di Jakarta.


Wisnu sekarang berumur 23 tahun diaman ia sudah diangkat menjadi CEO di perusahaan ayahnya,kehidupan yang berkebalikan tidak membuat mereka berdua menyerah,apakah kalian tahu selama 15 tahun ini Wisnu mencari adiknya ,jawabannya tidak Wisnu seakan lupa dengan daratan dia menjadi pria angkuh,keras kepala dan sombong.


Seperti hari ini ditengah terik matahari ,Anand dan ketiga temannya sedang mengamen di lampu merah dan ketika ada sebuah mobil sport berwarna hitam dan kelihatan mewah,Anand dengan seribu langkah ia mengamen di sebelah kaca,ia menyanyi dengan suara indahnya.


Membuat sang empunya merasa risih,seketika dia membuka kaca mobilnya ,"Bisa diam tidak!!,"bentak laki-laki itu.


Anand pun seketika diam,ia membisu lalu menunduk kan kepalanya ketika pemuda tampan di depannya melemparkan uang ratusan ribu ke arahnya.


"Ma-makasih!,"ucapku lalu berlalu.


Aku berlari terus berlari untuk pylang ke kontrakan milikku,disana ternyata sudah ada kedua temanku yang sedang menantiku.


"Gimana lancar??."


"Iya ini,"ku serahkan uang seratus ribuan pada mereka berdua buat beli makan.


"Hehhh,banyak sekali Nand dapat dari mana kamu."


"Ada orang yang kasih ke Anand tadi,kakak Anand laper mau makan."


"Iya iya ayo."


"Ayo-ayo kita saja mau beli makan,yaudah Nand ,Fran kalian dirumah aja biar kakak yang beli nasi bungkus ya."

__ADS_1


"Iya,"jawab kami berdua lalu ia masuk kedalam rumah.


"Zran aku ke kamar dulu bentar saja ya."


"Iya sana jangan lama-lama."


"Nggak sebentar aja kok."


Aku masuk kedalam kamar ,ku buka laci ku disana ada buku diary sudah lima belas tahun ternyata aku menyimpan buku ini,ku buka buku tersebut dan aku menuliskan kalimat.


..."hari ini aku berjumpa dengan orang yang sangat baik dia memberikan ku uang lima lembar seratus ribuan,aku berharap bisa bertemu lagi dengannya dan mengucapkan banyak terimakasih."...


"Ahh,"tiba tiba kepala ku terasa pusing dan tidak lama kemudian darah segar keluar dari hidungku,dengan cepat aku menghilangkan nya ku usap dengan kaos ku yang ternyata malah berpindah darah itu ke kaos milikku.


"Aku kenapa??,kenapa kepala ku pusing sekali serasa berat juga."


"I-iya,"dengan cepat aku berganti baju lalu menutup pintu kamar ku dengan perlahan.


"Nan kenapa??,kenapa tubuhmu lebam seperti ini?,habis di hajar sama siapa?."


"Hah?,"aku cengo mendengar penuturan abangku lebih tepatnya abang mengaku haha.


"Iya lihat lah tangan mu kaki mu penuh kebam."


"T-tidak Anand tidak habis dihajar Anand saja baru menyadari kalau tibuh Anand seperti ini."

__ADS_1


"Nand kamu gapapa kan?."


"Gapapa bang,Anand its oke."


"Yang bener nand?."


"Iya !."


Jawabku lalu memeluk tubuh Virgo,"Anand gapapa abang jangan terlalu khawatir sama Anand."


Virgo hanya mengangukkan kepalanya lalu menuntun diriku untuk duduk,"Makanlah hari ini abang beli ayam geprek."


"awahhh suka!!!,teriak ku membuat Virgo dam Zafran menggelengkan kepalanya.


Setelah makan diriku berpamitan pada Virgo dan Zafran,"Anand mau ke kamar dulu ya Anand capek!."


"Iya sana istirahat."


Setelah kepergian Anand Zafran menyenggol lenganku,"Ada sesuatu yang terjadi dengan Anand seperti nya bang,tadi pas Anand datang tidak ada lebam sama sekali."


"Ck masak iya tadi di kamar Anand menonjok badannya sendiri?,sangat tidak mungkin."


"Tapi?."


"Sudah lah penting Anand gapapa sekarang,kita harus giat cari uang dek nanti kalau Anand makin menjadi kita bawa dia ke rumah sakit."

__ADS_1


"Iya."


BERSAMBUNG


__ADS_2