Bayangan Rindu

Bayangan Rindu
BAB 11 DIUSIR


__ADS_3

Setelah diriku diusir dari rumah abangku,aku memutuskan untuk kembali lagi ke kontrakan kecil dimana disana ternyata ada Virgo dan Zafran yang sedang melamun sembari menatap ke langit entahlah apa yang sedang mereka berdua bayangkan.


"Virgo,Zafran!!!,"panggil Anand membuat kedua laki-laki jalanan itu menoleh.


"Anand!!!,"teriak Zafran dan Virgo lalu berlari kearahku.


"Mau kemana kamu ??,kenapa kamu bawa tas seperti ini??,jangan tinggalin kami lagi gasanggup."


Aku pun terkekeh mendengarkan kalimat yang keluar dari mulut Virgo,sedangkan Zafran dia hanya terdiam dan mengelus-elus kepala ku.


"Tidak aku tidak pergi,kalian tau tidak? aku sudah tidak tinggal bersama abangku."


"Maaf,pasti gara-gara aku antar kamu kemoterapi."


"Gapapa Vir,tenang saja aku sudah kebal menghadapi semua ini."


"Halah alesan,ayo masuk ke rumah welcome back ya ,"ucap Zafran lalu terkekeh dikalimat terakhirnya.

__ADS_1


Mereka berdua mengantarkan ku untuk ke kamar yang selama dua minggu aku tinggalkan ,kamar ini tidak berubah bahkan tatanan ku masih ada dan sama sekali tidak bergeser sedikit pun ternyata bagus juga kalau seperti ini.


Ku rebahkan tubuh lemahku dikasur kecil sangat berbeda kasurnya tidak sehalus dan seempuk seperti dirumah abangku,sudah kamarnya luas seru lagi bisa aku berlari juga disana tapi ya kembali lagi abangku tidak mengiginkan aku disana.


Aku mengambil buku diaryku lalu,ku goreskan sebuah tinta merah dibuku diary ku untuk menjadi sebuah tulisan ,sekedar untuk mengisi kekosongan dalam hidupku aku selalu menggoreskan tinta merah itu menjadi sebuah tulisan indah dan bermakna agar bisa dikenang nanti saat aku tiada dan menghembuskam nafas terakhir.



..."Andai saja semua orang tahu lelah hatiku,jiwa raga ku sekarang,aku sangat lelah kenapa tuhan tidak sekarang saja mencabut nyawa ku,aku sudah cukup menderita sekarang,apakah kamu tahu??aku sudah lelah dengan semua ini ,tapi disatu sisi ada Zafran dan Virgo yang selalu menguatkan ku,ingin rasanya diriku menjerit sekuat dan sekeras mungkin agar semua orang tahu bahwa aku saat ini sedang kesakitan sangat sakit,tapi kalau dengan menjerit semua rasa sakit ku itu hilang aku dengan semangat akan melakukan nya,tapi tidak!,tidak semudah itu diriku harusmenahan sakit juga ketika jarum kemoterapi itu menancap dikulit tangan ku,sakit sekali benar-benar sakit aku mungkin kalau masih seumuran Zafran pasti akan menangis karena tak kuasa menahan sakitnya."...


Aku menuliskan itu sembari meneteskan air mata ku,tak sanggup lagi aku menulisnya,karena ya aku selalu terbayang-bayang akan kematiam yang sewaktu-waktu bisa menjemputku,aku takut tapi dilain sisi aku berharap dan sembuh dari semua ini.


Sedangkan disisi lain tepatnya dirumah mewah milik Wisnu disana sudah ada sahabatnya Maude dan Elang,Elang bertanya dimana Anand tali Wisnu menjawab sudah mengusirnya.


"Keterlaluan kamu Nu,beberapa hari yang lalu aku melihat Anand berdarah dihidungnya,kamu tak kasihan melihat dia seperti itu??,aku harap kamu segeralah bertaubat daripada kau menyesl nantinya."


"Tidak Lang,buat apa aku menyesalinya dia dengan gamblangnya meninggalkan aku ke luar negeri dan berpendidikan disana lalu dia kembali kemari sembari menderama kalau dia selama ini ngamen dijalanan."

__ADS_1


"Mana ada anak kecil sekecil Anand bohong."


"Siap yang bilang Anand ke luar negeri!."


"Ibu panti."


Maude memutar bola matanya malas,"Kamu bodoh CEO tapi bodoh baru sekarang ini aku tahu."


"Apa maksudmu De?."


"Kamu dibohongi agar kamu membenci adikmu!."


Wisnu malah tertawa,"Kamu keracunan Anand?."


"Gak aku tidak keracunan kamu sendiri yang keracunan omongan ibu panti mu."


Ucapan Maude berhasil membungkam mulut Wisnu,apakah benar? tapi kenapa ibu panti bicara seperti itu??,alasannya apa??.

__ADS_1


Banyak sekali pertanyaan yang tercipta dari kepala Wisnu,Tapi ya Wisnu tidak menemukan jawabannya sama sekali.


BERSAMBUNG


__ADS_2