
Setelah sampai dirumah mewah miliknya Yuanda sudah disambut istri tersayang dan tercintanya,"Sayang,aku merindukan mu."
"Hahah kamu ini dasar."
Farah dan Yuanda pun bergandengan tangan masuk kedalam rumah,"Sayang aku sampai sekarang itu masih bingung,kenapa bisa ya tulang sumsum ku sama persis seperti yang Anand punya,setahuku yang bisa seperti itu hanya orang tua kandung saja."
Farah pun terdiam ia bingung mau menjawab apa,nanti kalau dia salah berucap bisa berabe lebih baik dia diam karena takut diceraikan suaminya.
"Sayang aku berniat untuk test DNA,"celetuk Yuanda membuat sang istri langsung membelalakan matanya.
"Buat apa?."
"Karena aku sangat penasaran sekali bagaimana bisa aku dan Anand hampir sama sayang,gapapa kan?."
"Gak boleh ,kamu nih apa-apaan sih sayang jelas-jelas anak kita sudah meninggal dari dia baru lahir."
"Hish iya juga ya,semenjak kita ke luar negeri kita belum mengunjungi makam anak kita sayang,kenapa aku bisa lupa ayo sayang kita jenguk anak kita."
Farah pun dibuat bingung,"Ahhh sayang kapan-kapan aja ya ,aku capek hari ini.'
Yuanda pun percaya ia menganggukkan kepalanya ,lalu beranjak dari kursi ruang tamu,ia langsung menuju kamar,Didalam kamar Yuanda dengan secara cepat mengambil baju miliknya dan tidak sengaja menkatuhkan sebuah amplop besar berwarna coklat.
__ADS_1
"Apa ini,"ucap Anand melihat amplop coklat yang sudah usang dan lama sudah tertera disana ,"Ini kan amplop akta kelahiran anak,jangan-jangan ini amplop kelahiran anak ku."
Ia buka secara perlahan ,dia lihat dan membacanya secara intens,siapa nama anakku kenapa tidak ada disini,apakah anakku tidak diberi nama oleh Farah,bagaimana bisa?? dan ini apa leukimia bawaan lahir apa arti dari semua ini,banyak sekali pernyataan dipikiran Yuanda sampai-sampai ada Wisnu yang datang.
"Ayah!,"panggil Wisnu .
"Hi son,bagaimana diperusahaan apakah ada masalah?."
"Sejauh ini aman,yah itu kertas coklat apa?."
"Bu-bukan apa-apa sayang,yaudah sana kamu mandi-mandi masak CEO bau asem kek gini."
"Hish mana ada aku wangi lah yah."
"Ga lucu bercanda ayah."
Yuanda pun hanya menanggapi dengan tersenyum anaknya ini dingin kalau diluar tapi dirumah bagaikan bayi baru lahir kemarin manja sekali.
Setelah kepergian Wisnu Yuanda kembali menatap intens kertas di depannya lagi,"Ini siapa nama anakku ya allah kenapa disini tidak nampak??,apakah nama anakku ini sebenarnya ada tapi karena sudah lama menjadi usang seperti ini."
"Sayang,"panggil istrinya dari luar membuat Yuanda melipat sembarangan kertas itu lalu memasuk kan kedalam saku celana nya.
__ADS_1
"Ahh iya ada apa?."
"Loh kok belum ganti baju sayang?,"tanya Farah lembut.
"Belum masih bingung mau pake apa sayang."
"Heheh kamu ini,kamu gausah tes DNA ya sayang buat apa habis-habisin duit aja ."
"Iya deh iya,kamu tau tidak ? Anand sekarang sakit di ulu hatinya ,katanya ada flek disana."
DEGGG.... jantung Farah seakan berhenti berdetak mendengar ucapan suaminya,ia merasa tidak tega melihat anak kandungnya kesakitan seperti itu kalau bisa ia bicara pada suaminya kalau Anand itu anak kandungnya pasti sekarang juga ia sudah langsung djtalak tiga.
"Hey kok diem aja jawab dong sayang."
"Ahh iya iya maaf,kasihan ya sayang anak itu."
"Makannya aku bantu untuk dia sembuh."
"Ngapain kamu bantu dia sih sayang,biarkan saja dia mati,"ucap sang istri pedas sekali membuat Yuanda terheran.
"Mulutmu!."
__ADS_1
Disisi lain ternyata Wisnu sedang menguping pembicaraan kedua orangtua angkatnya ia tidak menyangka kalau Anand bisa sakit separah itu,"Maafin abang ya dek abang egois karena abang masih kesal dengan dirimu,"gumam Wisnu.
BERSAMBUNG