
Setelah pengecekan kami semua tinggal menunggu hasilnya saja cocok atau tidak nya ini nantinya akan menjadi sebuah keberuntungan ataukah penyesalan,beberapa menit kemudian sang dokter keluar dengan membawa selembar kertas periksa tadi.
"Baik tuan muda Yuanda anda memiliki sumsum tulang belakang 99,99% dinyatakan cocok dengan Anand,baik apakah anda bersedia?."
"Be-berapa dok 99%??."
"Iya disini dinyatakan seperti itu,agak aneh tapi ini nyatanya seperti itu,baik mari tuan siap-siap Anand tidak bisa menunggu lebih lama lagi."
"Baik,"tanpa berfikir panjang lagi Yuanda melangkah kan kakinya pergi,sedangkan Wisnu ia berjalan menuju kearah Zafran dan Virgo yang tengah menatap Anand dari jendela besar itu.
"Bagaimana dia?."
"Ya seperti ini Nu."
"Sudah lama?."
"Mungkin tiga bulan yang lalu Anand seperti ini."
Wisnu pun hanya menganggukkan kepalanya,ia tatap sang adik tidur dengan tenang nafas yang kembang kempis secara teratur ,wajah yang lebih pucat dari pada sebelumnya,"Sakit sekali ya dek,"gumam Wisnu.
Sedangkan di dalam ICU ,Anand terusik ketika ia merasa ada yang mengawasinya dari jauh ,ia membuka matanya perlahan dilihatnya sang kakak tengah di melihat dirinya di jendela besar,Anand pun tersenyum tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas Anand pun mengambil buku diary nya.
__ADS_1
..."Hari ini aku diberikan sebuah kesempatan untuk bisa melihat wajah abangku lewat dekat ya meskipun tujuan ku untuk dipeluk olehnya belum terwujud tapi aku sangat bangga dan senang akhirnya aku bisa melihat dia disini,dekat lagi denganku,kupandangi matanya,mata yang hitam tepat pada bola matanya membuat diriku sontak tersenyum,tapi senyuman itu hilang ketika abangku tiba-tiba menghilang dari jendela,sedih yang kurasakan tapi meskipun begitu dilain sisi aku merasakan sejumlah kebahagiaan jika dikalikan dan dibagikan tidak akan pernah berkurang ataupun bertambah tetap sama seperti itulah perumpamaan ku menyayangi kakak ku,sedikit ribet tapi tidak papa itulah faktanya ."...
Tiba-tiba pintu kamar ku terbuka,aku pun disuntik di bagian lengan ku,katanya aku sudah mendapatkan donor sumsum tulang belakang,senang bukan??,akhirnya aku bisa sembuh.
Doaku selalu seperti itu ingin sembuh angkatlah penyakitku agar aku bisa tersenyum dan hidup bahagia bersama orang-orang sekitarku yang aku sayangi,kurang lebih dua jam Anand di dalam ruangan operasi kini diriku di dorong keluar dari ruang operasi bersama Yuanda ayah angkat kakak ku,wajah nya tidak berubah sama sekali tetap sama tampan dengan kulit putih seperti diriku.
Setelah pemulihan,aku pun dihampiri oleh ayah angkat abangku.
"Bagaimana keadaan mu?."
"Baik om heheh,"diriku nyengir kuda saat aku ditanyai seperti itu.
"Kamu jangan memikirkan apa-apa setelah ini kamu sudah sembuh,untuk biaya biar om semua yang tanggung."
Tapi dengan cepat aku hilangkan mungkin ininhanya sebuah rasa biasa yang kadang hadir pada diri seseorang.
"Akhirnya kamu sembuh."
"Semoga ya doakan aku lah."
"Iya pasti,"ucap Virgo.
Beberapa hari kemudian Anand pulang ,bersama kedua sahabatnya diantarkan oleh Yuanda.
__ADS_1
"Om tidak.mampir dulu kerumahku?."
"Tidak terimakasih,kapan-kapan saja ya."
"Baik aku tunggu,"setelah berucap akupun turun dari mobil ,aku dipapah untuk masuk rumah dan naik keranjang.
"Bagaimana perasaan mu?,"tanya Zafran dan diangguki kepala oleh Virgo.
"Pusing,disini sakit,"ucap Anand sembari menunjuk perut bagian bawahnya.
"Baik kita periksa nanti."
"Iya."
"Sekarang istirahatlah,"ucap Virgo lalu mengelus-elus kepala Anand,sampai akhirnya Anand pun tertidur.
"Sedikit lagi kamu dinyatakan sembuh kemoterapi akan berakhir,"ucap Virgo lalu pergi meninggalkan kamar milik Anand.
Setelah kepergian Virgo ,Anand pun terbangun,ia merasakan kembali sakit tapi sekarang berbeda ia merasan sakit di area ulu hatinya ,sakit sekali Anand hanya bisa meringis kesakitan tanpa menjerit karena takut merepotkan.
hayo ada apa dengan Anand??.
BERSAMBUNG
__ADS_1