Bayangan Rindu

Bayangan Rindu
BAB 19 SISA HIDUP ANAND


__ADS_3

Di ranjang rumah sakit dengan berbagai macam alat medis menempel pada tubuhnya,badan yang terkulai lemas hanya terdengar deru nafas seorang Anand,nafas yang berhembus dengan teratur,nafas yang hanya bisa dihitung tinggal berapa kali hembusan dalam hidupnya.


Mata yang masih setia memejam,membuat semua orang disekelilingnya ketakutan , Yuanda adalah salah satunya entahlah apa yang dirasakan dia saat ini dia tidak sama sekali pulang ataupun memalingkan wajahnya dia hanya menatap Anand yang masih setia dalam pejaman matanya.


"Maaf dengan bapak Yuanda,anda di pinta masuk ke ruangan tes DNA pak,karena hasilnya sudah keluar."


"Baik."


Yuanda pun meninggalkan Anand,"Saya ke ruang tes DNA dulu ya ,tunggu Anand disini jangan ditinggal sendiri kasian dia."


"Iya om,"jawab Zafran dan Virgo bersama.


Yuanda melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Anand,ia berjalan dengan harap-harap cemas sesampainya di ruang tes DNA Yuanda diberikan amplop diruangan itu juga ia membacanya dan sudah dapat dipastikan 99,98% sama membuat Yuanda terduduk lemas.


"D-dia anak ku."


"Pak,ini hasil nya Valid tanpa rekayasa hasilnya sudah mengatakan semua bentukan gen yang berada dalam diri bapak sembilan puluh sembilan persen sama dengan Anand."


"Iya,"Yuanda pun berdiri lalu berlari menuju ruang rawat inap Anand.


Dilihatnya ternyata Anand sudah terbangun di temani oleh kedua sahabatnya,"Kenapa mataku jadi begini kabur semua,,,hiks hiks,"tangis Anand.


"Sabar Nand,pasti sembuh kamu."


Anand hanya tersenyum kecut mendengar penuturan dari sahabatnya itu,"Bisakah ? orang penyakitan seperti diriku ini bisa sembuh?,bahkan obatnya saja tidak ada bagaimana kamu bisa berbicara seperti ini."


"Anand anak ayah!,"lirih Yuanda yang sudah berdiri di sebelah Anand.


"A-ayah,ini om Yuan kan,"ucap Anand lalu meraba-raba tubuh Yuanda.


"Iya ini om,om ayah kamu nak!,"ucap Yuanda lalu merengkuh tubuh Anand.

__ADS_1


"Ayah,sa-sakit tubuh Anand,"ucap Anand pada Yuanda ,"Iya nak iya Ayah tau,ibumu harus tahu kalau kamu anak ayah."


"Ibu??."


"Iya ibu kandung mu ibu angkat dari kakak Wisnu."


Sedangkan Zafran dan Virgo yang tidak mengerti apa-apa ia hanya tersenyum karna dia tidak mengerti bagaimana Yuanda memanggil ayah pada diri nya sendiri untuk Anand.


"Kak Virgo,ambilkan buku diary ku."


"Baik bentar."


"Ini,"diserahkannya buku diary itu pad Anand ,Anand menerimanya lalu meraba-raba disana nampak bercak darah di kertas itu,tapi tidak ada yang berani berucap apalagi bertanya karena Anand bilang ini adalah buku kenangan coretan kertas terakhir Anand.



..."Entahlah apa yang kurasakan saat ini,rasanya hanya perih dan sakit di raga ku,terasa ingin lepas saja disisa hidupku ini aku berharap aku bisa melihat kakak ku,tapi? takdir berkata lain tuhan membuat diriku buta,sampai aku hanya bisa mendengar suara tanpa melihat,tubuhku terasa lemas dan remuk,tapi aku berusaha tegar agar bisa menuntaskan ini semua,di sisa hidupku yang hanya tinggal hitungan hari,jam maupun detik disaat inilah aku menulis bayangan rindu untuk abang ku sahabatku,dan siapapun orang yang berarti dalam hidupku,aku ingin bersama nya tapi? tidak bisa aku sudah merasa dijemput oleh seseorang tapi entahlah siapa itu?,siapa wanita yang persis seperti ibuku dalam mimpiku ,wanita itu tersenyum dan menyuruh diriku pergi dari padang savana yang nan luas sangat luas seperti tak berujung."...


"Bisa yah,tapi mungkin jelek ,"Anand pun terkekeh.


"Kamu mau apa nak ,main?."


"Iya aku ingin pergi berlibur ke pantai."


"Baik tunggu kamu sembuh ya nak."


"Kalau aku menunggu untuk sembuh,aku sudah tidak disini lagi yah,sembuhku berbeda dengan yang lainnya ,sembuhku untuk hidup kekal nantinya yah."


"Nand?."


"Apa yah?."

__ADS_1


"Jangan berbicara seperti itu pertemuan kita masih sebentar."


Anand tersenyum kecut,lalu meraba-raba wajah Yuanda perlahan,"Ayah ayah nya Anand kan?,suka kan kalau ayahnya Anand ini kalau anaknya sembuh untuk selamanya tidak seperti ini tubuhku terasa sakit yang tak berujung,kalau ayah rindu Anand pergi lah kepantai lihatlah langit malam dipantai sana ,kalau tidak lihatlah senja itu Anand yang sedang tengah membuat dunia tersenyum penuh kebahagiaan,"ucap Anand panjang lebar Yuanda pun tak kuasa menahan tangis,apakah pertemuan Anand dan ayahnya akan berakhir sebentar lagi??,ataukah hanya untuk menakuti saja.


Anand pun menutup buku diary nya,"Sudah ini jangan dilihat ya karena belum waktunya,"ucap Anand lalu cekikikan ."


"Iya Nand siapa juga mau ngintip gr amat,"ucap Zafran.


Tiga hari berlalu kini waktunya Anand kembali kerumah,dengan senang hati Annad kembali kerumahnya,rumah yang ia rindukan selama dirumah sakit,"Mau makan bubur ayam boleh tidak?,"tanya Anand pada kedua temannya.


"Boleh ,bentar ya Fran jaga Anand."


"Iya bang."


"Kamu suka tidak aku bertemu ayahku?."


"Suka lah Nand."


"Kalau nanti aku sudah tiada di dunia ini,kamu jaga ayah ku ya,aku ingin juga melihatmu meraih gelar sarjana mu."


"Mana bisa Nand,aku tidak bersekolah."


"Kejar paket ."


"Bisa?."


"Bisa tenang saja aku nanti bilang ayah kalau ayah kemari ya."


"Makasih Anand!!!,"ucap Zafran,ia sama sekali tidka bisa menyembunyikan kesenangannya saat ini.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2