Bayangan Rindu

Bayangan Rindu
BAB 2 BONEKA MAMPANG


__ADS_3

Saat tiba dirumah kumuh bawah jembatan,Anand enggan untuk masuk kedalam rumah tapi tangan kecilnya tetap ditarik oleh Zafran anak kecil yang dikenalnya tadi.


"Kamu kenapa??,gamau masuk ya?? kita hanya tinggal bertiga kok kamu,aku,dan satu temanku yang bernama Virgo jadi tenang aja."


"Emm bukan,bukan begitu tapi aku tidak terbiasa dengan semua ini,dulu aku tinggal di panti yang tempatnya bersih tapi sekarang malah sebaliknya,tapi tidak papa lama kelamaan aku akan terbiasa,"ucapku lalu tersenyum.


"Yaudah ayo,kalau kamu nanti terbiasa."


Aku mengikuti langkahnya masuk kedalam rumah sempit dan kumuh itu,tapi disisi lain aku bersyukur dengan sangat karena aku mempunyai tempat tinggal sekarang daripada hidupku mengemper dijalanan mending tidak.


"Tunggu disini,jangan kemana-mana kamu masih bocil jadi gausah jalan kesana kemari kepo sana sini ya,nanti aku tunjukkan apa aja tapi dengan ku mengerti!,"gertak Zafran yang diangguki oleh Anand.


Sepeninggal Zafran ,Anand duduk sembari memandang keluar berharap ada yang datang,tidak lama kemudian ada boneka mampang upin berlari kerumah miliknya membuat Anand bingung dan berteriak.


"Ahhhh!!!!,jangan dekatin aku!!!,"teriak Anand yang membuat Zafran berlari tergopoh-gopoh dari arah dapur.


"Ada apa Nand?."


Anand tidak menjawab ia hanya menunjuk kearah boneka mampang itu,membuat Zafran tertawa terbahak-bahak,"Itu Virgo, Anand astaga!!."


Seketika Virgo membuka topeng boneka mampanganya ,"Huh panas,astaga kamu siapa???,"tanya Virgo lalu mendekat kearahku.


"Jangan dekati aku!!,sana!."


Virgo menghentikan langkahnya lalu ia tersenyum,"Baiklah kalau begitu aku akan berganti baju dulu dan mandi ,ini Fran sana kamu beli makan ya tiga bungkus abang punya banyak uang."

__ADS_1


"Iya bang!,"ucapku lalu berlari keluar rumah.


"Sana!,"usir Anand yang membuat Virgo terkekeh.


Virgo pergi meninggalkan Anand,tidak lama kemuadian mereka bertiga berkumpul ,Anand pun menceritakan bagaimana dia bisa sampai disini kenapa,semuanya diceritakan olehnya,membuat Virgo dan Zafran menganggukkan kepalanya bersamaan.


"Kamu tinggal disini saja ,tidak apa tidak masalah juga untukku,nanti kalau kamu sidah bertambah tinggi sedikit kamu bisa ikut kami,ya kan Fran?."


"Iya,aku tidak akan memaksakan kehendak aku kan orang baik begitu pula aku sama sama baik."


"Iya baik,makasih ya bang."


"Sama sama dek."


"Kamu dirumah saja ya Nand bahaya."


"Tapi kak??,masa Anand sendirian!."


"Kamu masih bocil Nand ,lebih baik kamu nonton tv ya!."


Anand menggelengkan kepalanya,bulir-bulir air jatuh dari matanya membasahi pipi chuby miliknya,membuat Zafran panik,"Eh jangan menangis kita berdua hanya sebentar kamu gausah nangis nonton sana kartun ipin upin itu kan kesukaan mu."


"Jangan lama-lama aku takut."


"Enggak tenang saja kamu."

__ADS_1


"Bener ??,baiklah kalau begitu."


Ditinggalnya Anand sendirian dirumah,Anand dengan cepat masuk kedalam kamar dan menguncinya ia sangat takut kalau dirumah sendirian,"Kakak Anand kangen,"isakku dalam.


Sedangkan disisi lain tepatnya dirumah Wisnu,ia akan berangkat ke sekolah internasional dan terkenal tentunya,diantar oleh ibu dan ayahnya sampai gerbang yang sangat menjulang tinggi,"Sayang bunda selalu mendoakan mu semoga kamu menjadi anak sukses."


"Aamiin makasih bun,ayo yah!."


"Ayo sayang,"ku gandeng tangan anak angkatku itu ternyata Wisnu adalah anak yang diam sangat diam berbeda dengan bayangan nya kalau anak ini pasti brutal.


"Yah nanti pulang sekolah kita ke panti ya."


"Mau ngapain kita kesana ??."


"Lihat Anand,nanti sekalian kita belikan baju ya untuk Anand Yah,kasian anak itu Yah."


"Baiklah,"jawabku.


Setelah sampai di sekolah Wisnu segera berlari masuk kedalam sekolah besar itu,ia melambaikan tangan nya kepad ayah tersayang nya itu,"Dadah ayah!!!."


"Iya."


Setelah melihat Wisnu masuk kedalam sekolah aku pun menginjak pedal ku dan meninggalkan sekolah itu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2