
Disisi lain Yuanda dengan senang masuk kedalam rumah mewah miliknya,dengan senyuman yang teepampang jelas diwajahnya membuat ibu Farah dan Wisnu terheran-heran.
"Kenapa sayang kamu,"tanya Farah??,"tanya Farah dengan serius.
"Kamu tau Anand??,dia dia anak kandung kita sayang ternyata dia masih hidup,"ucap Yuanda dengan senang membuat Farah menganga sedangkan Wisnu ia juga terkejut bukan main.
"A-anak?,"tanya Farah.
"Iya Anak kandung kita ,dia sekarang terkena penyakit hati juga sayang,ayo kamu gamau ngeliat keadaan Anand?."
"A-ayo,"ucap Farah lalu menggandeng tangan Wisnu,sedangkan Wisnu dengan berat hati mengikuti langkah kedua orangtua angkatnya.
Sesampainya dirumah Anand,Anand tengah disuapi oleh sahabatnya,"Anand!,"panggil Yuanda.
"Eh om,ini om Anand lagi makan bubur ayam ,minta dianya,"ucap Virgo.
"Ahh iya lanjutkan."
"Kenyang!!,ayah peluk Anand,"pinta Anand yang sudah merentangkan tangannya.
Yuanda pun dengan senang hati merengkuh tubuh Anand,"Kangen Ayah gamau jauh-jauh dari ayah,oh ya Ayah aku punya keinginan buat ayah,nanti sekolahkan Kak Virgo dan Zafran sampai lulus S3 ya yah,sampe mereka sukses seperti ayah dan Kak Wisnu."
Yuanda mengangukkan kepalanya ,"Iya pasti nak pasti."
Sedangkan Wisnu ia hanya memandang tubuh Anand nampak berbeda tidak seperti dulu,dan kenapa adiknya ini tidak melihat kehadirannya disini,"Bun Wisnu keluar dulu ya."
Anand yang mendengar samar suara Wisnu ia pun mendongak,"Ada kak Wisnu disini?,mana kakak ??,"tanya Anand,dan sedangkan Wisnu hanya memandangnya,"Apakah kamu buta dek?,sampai-sampai kamu tidak melihatku padahal aku di depan mu."
"Kak?,kakak mana??,"tanya Anand lagi.
"Dia di depanmu,"jawab Farah ketus.
"Ada ibu??,ibu ini Anand bu,"ucap Anand semangat.
__ADS_1
Yuanda pun menengkan Anand ,"tidur ya nak lelah kan kamu."
"Gamau,mau ke pantai sama kalian semua kita nikmati masa terakhir bersama ku."
"Anand!,jangan berbicara seperti itu."
Anand pun terkekeh,"Iya ayah maaf."
Anand dan beserta keluarga Yuanda pun pergi kepantai sesampainya disana Anand menatap terus ke langit seakan ia bisa melihat padahal tidak,Anand tidak sama sekali mengalihkan pandangannya.
"Nand pantainya sangat cantik,"ucap Zafran.
"Iya fran cantik sekali suka!."
"Nand,kamu jangan melihat ke langit terus lelah kepala mu,"ucap Virgo memperingatkan.
"Disini langitnya terang sekali ya,panas rasanya tubuhku ini."
"Kakak!!,kakak Wisnu sini kak."
Wisnu yang merasa namanya dipanggil ia pun menghampiri sang adik,ia tatap adiknya di depannya air matanya menetes dari pelupuk matanya,ternyata kamu bukan adik kandungku ya Nand,kamu anak orang kaya sebenarnya lalu kenapa mereka mengadopsiku bukan kamu,aku ingin tahu alasannya tapi tidak untuk sekarang.
"Kak?."
"Hm??."
Anand tersenyum lalu merentangkan tangannya,"Peluk kak!."
"Pe-peluk?."
"Iya peluk aku kak."
"Tidak ,kakak tidak sudih memelukmu."
__ADS_1
Yuanda yang mendengarkan jawaban Wisnu ia pun merengkuh tubuh Wisnu,beserta istrinya dan kedua teman Anand,dan disaat itulah tubuh Anand terasa melayang hawa dingin menyeruak di sekujur tubuhnya membuat empunya merinding dan menggigil.
"Ayah,dingin,"ucap Anand perlahan nyaris tak terdengar oleh mereka semua,beberapa detik kemudian semua melepaskan pelukan itu dan saat itu pula tubuh Anand ambruk ke pasir pantai membuat siapapun kebingungan.
"Anand!!!!!,"teriak Yuanda dan Wisnu.
Dengan cepat mereka semua membopong tubuh Anand ke mobil,dengan kecepatan tinggi membawa Anand ke rumah sakit ,setelah sampai dirumah sakit Anand langsung mendapatkan perawatan intensif.
Setengah jam kemudiam beberapa tenaga medis keluar,"Maaf mohon maaf sekali lagi penyakit Anand sudah parah dan saya hanya bisa menghilangkan rasa sakitnya saja untuk beberapa jam kemudian dan harapan hidup mungkin hanya tersisa 5-10% saja,saya undur diri permisi."
Setelah kepergian sang dokter Wisnulah yang berlari pertama ia melihat Anand yang tengah sudah membuka matanya,ia rengkuh tubuh kurus Anand,"Ini abang dek ini abang!."
Anand tersenyum,"A-abang?."
"I-iya ini abang dek,abang cinta ke adek,adek cinta juga kan ke abang?,kalau adek cinta ke abang ,adek harus sembuh."
"Anand sudah sembuh sebentar lagi,Anand sayang Abang banget cinta abang,"Anand menangis dipundak Wisnu.
"Jaga Ayah sama ibu ya bang,Anand udah capek Anand mau tidur Anand sakit semua badan Anand,nanti di laci disana ada buku diary khusus abang,abang baca ya!."
Wisnu mengangukkan kepalanya,ia remas kuat punggung Anand ,"I-iya Abang izinkan kamu tidur dengan tenang dek asal kamu sembuh abang rela abang ikhlas,"Tangis keduanya pecah antara rela dan tidak ia harus berani berucap seperti itu.
Yuanda dan kedua teman Anand pun berpelukan ,apakah ini terakhir kalinya ia bertemu dengan Anand kandungnya,anak semata wayangnya.
"Ayah,ibu Anand cinta sama kalian juga teman teman Anand makasih ya sudah bersama Anand hingga hidup terakhir Anand,Sa-sakit!!,"jerit Anand perlahan ia remas punggung Wisnu sambil meringis sesekali lalu ia bernafas panjang ,"I-ibu,"ucap Anand terputus kala ia sudah perlahan-lahan melepaskan cengkraman di baju Wisnu,Wisnu yang merasakan cengkraman Anand mengendur ia pun kembali menjerit-jerit dan menangis dengan kaki yang ia hentak-hentak kan kelantai.
"Anand!!!!,"Teriak Wisnu kala tangan itu terlepas dari cengkraman bajunya.
Sontak ia lepaskan tubuh Anand ,"Anand!! sembuh ya?",ia kecup kedua mata terpejam itu ,"Abang ikhlas dek."
Yuanda pun menangis di pelukan sang istri,jangan tanya bagaimana Farah? ia pun juga menangis ,Zafran dan Virgo dia pun menggoncangkan kuat tubuh Anand berharap ia akan terbangun tapi takdir berkata lain ,tuhan lebih sayang pada Anand.
BERSAMBUNG
__ADS_1