
"Aku yakin kamu pasti sembuh Nand,"ucap Virgo yang tiba-tiba datang membuat Anand terkejut.
Virgo pun bersimpuh di kaki Anand dengan memegang lutut Anand,"Nand jangan berkata seperti itu aku sangat tidak suka yakinlah bahwasannya kamu akan sembuh ,"ucapku dengan semangat tapi nyatanya Anand hanya tersenyum.
"Vir,kalau andai nanti aku sudah tiada aku titip ya buku ini,berikan pada abangku karena dibuku ini semuanya hanya tentang dia,dan...,"belum selesai aku berucap tubuhku sudah dipeluk erat oleh.Virgo.
"Jangan gitu ,kamu pasti sembuh yakinlah."
"Aku tidak yakin untuk itu,tapi aku akan berusaha sembuh demi kalian semua."
"Makasih Nad ,aku harap itu benar ya."
Anand hanya mengangukkan kepalanya,lalu ia menatap ke langit-langit kamarnya,"Akan menjadi kenangan kalau aku sudah tiada,"gumam Anand perlahan nyaris tak terdengar.
"Yasudah,kamu mau makan apa sekarang??."
"Ayam geprek."
"Kamu kan gaboleh makan makanan yang digoreng nand ,dikukus boleh jangan deh ya jangan sembarangan kalau makan."
"Gak,aku mau ayam geprek!."
"Yaudah-yaudah tapi dikukus ya ga digoreng ."
"Jangan dong ,kan pengennya ayam geprek bukan ayam kukus."
"Baiklah tunggu ya,Zafran!!! ayo kita beli ayam geprek."
"Iya kak!!."
"Nand,aku pergi dulu kamu dirumah sendiri gapapa kan??,jangan keluar-keluar ya bahaya."
"Iya nggak sana!."
Setelah kepergian Zafran dan Virgo aku merasakan kepalaku sangat sakit sekali pusing sampai akhirnya aku reflek berdiri dan terjatuh ke lantai,"Ahhh Virgo Zafran!!."
Tubuhku terjatuh ke lantai,ingin rasanya ku berdiri tapi kaki ku sufah tidak kuat untuk menapakkan nya ,hanya rasa sakit yang bisa ku rasakan saat ini,tidak lama kemudian terdengar suara pintu rumah terbuka ,ku dengarkan baik-baik meskipun hanya samar-samar,Iya ternyata benar itu Virgo dan Zafran,yang sedang datang lalu berteriak memanggil nama ku.
"Ayo makan!!,"ucap Zafran lalu terkejut melihatku lemah tak berdaya di lantai.
"Kak!!!!!!,Anand!! ayo bawa kerymah sakit."
"Astagfirullah iya ayo."
__ADS_1
Aku di bonceng naik ojek bersama kedua temanku,tubuhku terasa lemas ingin ku tumbang sekarang tapi Virgo mencekal ku dengan kuat,dan ya tidak lupa tadi aku sempat menyambar buku diaryku.
"Dok tolong trman ku!."
"Iya."
Setelah menunggu satu jam akhirnya dokter yang memeriksa Anand keluar ,dan terlihat pias wajahnya.
"Kenapa dok ada apa?."
"Maaf,teman kalian harus segera mendapatkan cangkok sumsum tulang belakang."
"Ke-kenapa dok?."
"Dia sudah di fase stadium akhir,jadi dia harus segera mendapatkannya kalau tidak nyawanya tidak akan tertolong."
"Baik kami akan menghampiri kakak nya barangkali bisa karena ada sudara kandungnya."
"Baik saya tunggu petang nanti ya ,harus segera operasi."
Aku segera meninggalkan rumah sakit dan menuju rumah Wisnu,ya hanya Wisnu harapan ku saat ini karena Wisnu kakak dari Anand ,semoga saja dia mau karena nyawa Anand sudah ada diujung jarum.
Akhirnya Virgo sampai di rumah besar dan mewah di sinilah tempat Wisnu tinggal,aku menekan bel berulang kali sampai bel ke sepuluh baru ada yang membukakannya.
"Sa-saya teman Anand."
"Anand!,Anand siapa?."
"Anand adik anda saya temannya."
"Oh,kenapa ?."
Belum selesai berbicara ada Yuanda yang berteriak,"Siapa???,kenapa tidak kamu suruh masuk sayang."
"Oh iya,masuk sini."
Aku pun menganggukkan kepala,lalu mengikuti arah kaki Wisnu dengan cepat,diantarlah aku ke ruang tamu ternyata sudah ada pria dan wanita tua disana ya mungkin itu orangtua angkat Wisnu.
"Kenapa dia?."
"Anand terkena leumikima stadium akhir."
Seketika itu Farah yang sedang minum teh tersedak mendengar itu,"A-Anand sa-sakit leukimia?."
__ADS_1
"Iya nyonya saya kemari untuk memohon izin membawa Wisnu kerumah sakit untuk donor sumsum tulang belakang."
"Tidak."
"Kenapa?."
"Dia songong ,dia melupakan aku selama 15 tahun ."
"Maksudnya?."
"Anand pergi keluar negeri,meninggalkan aku sendiri dan tanpa pamit."
Farah pun terkejut kembali,"I-itu kan rencanaku karena aku tidak mau mempunyai anak penyakitan seperti Anand,"gumam Farah yang nyaris tidak terdengar.
"Jangan seperti itu Nu,ayo kita kerumah sakit kit lakukan cangkok itu."
"Hmm baik."
Setelah perdebatan pendek,akhirnya kami berempat pergi menuju rumah sakit dimana Anand dirawat,aku sedikit gugup dan tidak tega melihat Anand,apalagi sakit Anand yang parah membuat diriku merinding.
Setibanya dirumah sakit aku langsung diarahkan keruangan khusus untuk pengecekan apakah cocok atau tidak,satu jam berlalu akhirnya hasil itu keluar.
"Maaf keluarga saudara Anand?."
"Iya saya kenapa ?,apa hasilnya cocok?,"tanya Wisnu.
"Maaf berdasarkan hasil tes ini tidak terdapat kecocokan sama sekali disini,apakah kamu bukan saudara kandung dia?,"tanya sang dokter serius membuat Wisnu terkejut bukan main,bagaimana bisa menjadi seperti ini.
"Bagaimana bisa saya ini saudara kandungnya."
"Bukan disini tidak ada kecocokan sma sekali."
Wisnu pun akhirnya terdiam ia berbalik arah kepada sang ayah ,ia berlari lalu memeluk tubuh sang ayah kuat ia menangis dengan syahdu di dada bidang sang ayah,"Ayah bagaimana ini bisa terjadi ?,aku kan kakak Anand kenapa tidak cocok."
"Sabar,biar ayah bantu,kalau begitu cek saya ,kalau cocok saya bersedia."
"Baik mari,"ucap sang dokter kulepaskan secara perlahan pelukan Wisnu ditubuhku aku berjalan mengikuti langkah sang dokter.
"Siap ya pak akan sakit sedikit."
"Iya tak apa."
Yuanda pun memejamkan matanya ,sambil dalam hati berdoa semoga ada kecocokan.
__ADS_1
BERSAMBUNG