Bayangan Rindu

Bayangan Rindu
BAB 7 JADWAL KEGIATAN


__ADS_3

Keesokan harinya tubuhku sedikit segar dan bugar entahla aku merasakan hal yang sedikit berbeda ,atau kah penyakit itu sudah hilang dari tubuhku aku juga tidak tau karena aku sudah lama tidak check up dan kemoterapi semenjak aku tinggal bersama abangku,hari ini adalah hari dimana akan ada guru ku kemari untuk mengajariku.


"Baik saya sebutkan jadwal mu selama kamu tinggal disini,"ucap Wisnu.


"Pukul 05.00 kamu bangun tidur,pukul 07.00 sampai 15.00 kamu bersekolah pukul 16.00 -21.00 kamu les private lalu tidur ,dan seterusnya seperti itu."


"Bang,kalau aku capek?."


"Tidur!."


"Emmm iya."


"Sana!."


"Iya bang,makasih dah peduli ke Anand,boleh aku peluk abang?."


"Tidak ,sudah sana atau kamu saya usir ."


"Iya bang ,aku mau sekolah dulu."


Ketika aku pergi kepala ku sedikit nyut-nyutan dan berkunang-kunang tapi dengan sekuat tenaga aku cegah itu lalu berpegangan pada gagang pintu kamar tidur ku,"Pusing."


"Ya allah den mari saya bantu,"tawar bi Inah yang aku angguki dengan kepala.


"Den,kalau sakit tidak usah sekolah den,istirahat saja nanti saya bilang pada den Wisnu."

__ADS_1


"Jangan!,aku gapapa kok hanya darah rendah saja jadi aku gapapa."


"Baiklah kalau begitu."


Setelah kepergian bibi aku pun duduk di ranjang tempat tidurku,ku lihat perubahab sedikit pada tubuhku,"Kenapa aku menjadi seperti ini!,dulu aku tidak se ringan ini dulu aku gembul,"ucap Anand lalu terkekeh.


"Anand!!!,guru mu sudah sampai!!,"teriak Wisnu dari bawah membuat aku bergegas turun,aku duduk di depan guruku yang tengah tersenyum,ternyata masih muda beruntung sekali sekalian cuci mata.


"Anand saya bu Miska ,yang akan mengajarimu."


"Iya bu,anand sudah tau."


"Hehehe ,iyadeh."


Pembelajaran berlangsung lancar tapi di akhir tubuhku terasa lemas ,dan mata ku seketika kabur dan akupun ambruk ke lantai pada saat itu membuat bi Inah dan bu Miska terkejut untungnya kakak ku Wisnu tidak ada bisa-bida aku kena marah.


"Ah iya saya bibi nya."


"Keadaan pasien sangat menghawatirkan sel-sel kanker sudah menyebar ke tubuh lebih baik segera melakukan kemoterapi."


"A-Apa kanker???,"bi Inah terkejut bukan main mendengarkan penuturan dari sang dokter.


"Iya bu,apakah ibu tidak tau bahkan sudah menjalar ke stadium tiga,kalau tidak mendapatkan donor sumsum tulang belakang saya takut keadaan nya akan seperti ini terus.”


"Lakukan apa saja dok,lakukan demi kesembuhan anak juragan saya."

__ADS_1


"Ja-jangan,"Anand pun membuka suara ,"aku gamau melakukan itu aku gamau jadi anak lemah aku Anand yang kuat aku gamau botak!."


"Den demi kebaikan anda."


"Tidak!."


Aku bersikukuh tidak mau bukan karena sebab karena aku takut kakak ku curiga lalu membuangku ,aku juga tidak mengerti kenapa kakakku jahat seperti ini padaku padahal aku tidak tahu apa salah ku.


Akhirnya kami pun pulang,sesampainya dirumah kakak ku sudah berdecak pinggang,"Ohhh hebat baru sehari tinggal disini kau sudah menyusahkan,lihat gurumu sudah menunggu mu dari tadi dasar tidak tahu malu kamu ini,"ucap Wisnu lalu mendorong tubuh kecil Anand sampai terbentur meja.


"Ahhh kakak ampun pusing kepalaku."


"Tidak peduli!,cepat berdiri sana belajar yang benar,dan kau bi Inah sana ke dapur jangan pedulikan Anand atau kamu saya pecat,mengerti!!!,"bi Inah hanya berani menganggukkan kepalanya lalu berlalu pergi.


"Bangun!,dan pergilah ke guru les mu kasian dia menunggu ."


"Iya bang,"aku bangkit dengan darah yang mengalir dari pelipis ku,tidak lupa dengan darah segar yang juga menetes dikit demi sedikit dari hidungku.


Ku terdiam ku pandangi wajahku di cermin kamarku,sudah berbeda sedikit,aku mengambil buku diary ku.


..."Aku menyayangimu bang,meskipun kau sangat jahat padaku,aku selalu ada untukmu bang meskipun nanti aku sudah tiada di dunia ini aku mohon jangan menangis dan bersedih ya bang karena aku sudah merasakan nya."...



"Aku merindukan sebuah kasih sayang dari kakak ku,karena hanya dia yang aku miliki saat ini,karena aku dan dia terlahir yatim piatu,aku tidak mengerti apa kesalahan aku dan kakak ku dimasalalu sampai -sampai kedua orang tua ku tega membuangku dan kakak ku,aku ingin peluk kakak sekali saja aku ingin damai dipelukan kakak,karena aku takut ketika aku menutup mata ku untuk selamanya belum sempat untuk memelukmu."

__ADS_1


Anand menulis sesekali ia menghapus air matanya yang menetes dengan perlahan dia menghitung lembar demi lembar buku di depannya ,tinggal 100 lembar apakah 3 bulan lagi?? ,tapi sebelum itu izinkan aku ya allah untuk memeluk tubuh kakak ku."


BERSAMBUNG


__ADS_2