
Sepuluh tahun kemudian hari ini adalah hari.dimana Zafran ,dan Virgo kembali mereka berdua telah mendapatkan gelar doktor mereka,dengan bangga nya mereka bedua melambungkan topi wisuda mereka ke atas langit berdua ,akhirnya mereka menjadi dua pemuda yang cerdas pemuda yang mengerti tata aturan tentunya,pasti Yuanda dan Wisnu akan bangga dan tidak lupa Anand.
Sesampainya di Indonesia mereka berdua disambut hangat sekali oleh Yuanda nampak Yuanda semakin tua dan Wisnu dia sudah bahagia dengan keluarga kecilnya ia sudah menikah dan sudah memiliki anak,dan Yuanda sendiri melarang Wisnu dan istrinya meninggalkan rumah karena takut kesepian dan Wisnu pun dengan semang hati menyetujuinya.
"Baiknya anak ayah udah gede ya sekarang nak,ayah menunggu kalian berdua dari dulu akhirnya kalian smpai di tanah air sini dengan selamat dan baik-baik saja alhamdulilah."
"Iya ayah"jawab Virgo dan Zafran bersama.
"Ayo ke makam Anand,"ajak Zafran.
"Ayo."
Mereka semua pun beranjak dari bandara dan menuju makam Anand sebelum itu Zafran sudah memakai topi toga nya kembali dan tidak lupa ia memakai selempang kelulusannya sebagai gelar peraih IP tertinggi di semester akhir ini,setelah tiba di makam ,Zafran berlari ia melihat makam Anand sudah berubah total,makam itu sudah bukan tanah seperti sepuluh tahun yang lalu tapi sudah berubah menjadi lantai dengan sangat indahnya hiasan itu.
"Nand kamu lihat ini ?,aku sudah sarjana. Nand ,aku bangga sekali Nand aku sudah menjadi orang sukses dan kakak ku Virgo juga dia juga sudah sukses,sama seperti ku Nand,dan topi toga imninku persembahkan untukmu ,"ucap Zafran lalu topi toga nya dan meletakkan di depan batu nisan Anand.
"Untukmu hanya untumu,"ucap Zafran.
Yuanda pun tersenyum melihat tingkah laku dari sang anak ia pun mengikuti gerakan Zafran,"Bagaimana ayah sudah menepati janji itu kan ,seneng kan kamu Nand harus seneng dong ini kakak mu Wisnu dia sudah menikah dan sebentar lagi ayah jadi kakek,tambah tua ya ayah."
Wisnu pun mendekati pusara kubur Anand,"Dek ini kakak ipar mu dia baik sekali kakak sangat menyayangi dia dek,hehe kakak sebentar lagi menjadi ayah kamu tau kan?."
__ADS_1
Mereka berenam berkumpul bersama lalu berfoto di makam Anand ,dengan bahagianya mereka bergaya kanan kiri sambil sesekali tertawa.
Setelah itu mereka pun kembali kerumah banyak sekali kejutan didalam rumah untuk menyambut kedatangan Zafran dan Virgo,mereka berdua pun terkaget dengan rumah yang sudah dihias dengan sebegitu mewah dan bagusnya,"Kalian istirahat dulu saja ya ."
"Iya ayah."
"Yah aku mau ke kamar dulu,"ucap Wisnu.
"Iya sana."
Wisnu membuka pintunkamarnya perlahan ,ia buka laci baju di alamari pribadinya,ia pegang buku diary yang sudha beberapa bulan ini tidak ia baca,"Ternyata sudah sepuluh tahun yang lalu kamu memeluk tubuhku Nand aku merindukan mu Nand sangat,"ucapku pada buku diary Anand dengan segera ia mematikan lampu kamar dan hanya membuka jendela yang mengarah ke balkonya,Wisnu nyalakan sebuah lilin kecil,ia arahkan pada atas lilin nya,dan sang istri yang baru saja masuk kamar dan melihat itu ia pun panik.
"Mas apa yang kamu lakukan,"ucap Bella sambil meminggirkan tangan Wisnu dari bara api.
Bella pun melepaskan tangannya ,ia menatap Wisnu yang tengah fokus bermain-main dengan bayangan nya,"Nand abang kangen sudah sepuluh tahun Nand sepuluh tahun kamu tidak disisi ku aku sangat merindukan mu seseorang yang selalu aku nanti dan rindu hanya kamu seorang dan lewat bayangan ini aku bisa menyampaikan rindu itu padamu,"ucap Wisnu lalu menitihkan air matanya ia menangis sesenggukan,Bella pun yang tak tega ia beranjak meninggalkan sang suami sebegitu berartinya Anand,dia semakin penasaran bagaiman sifat Anand ,Anand meninggal karena apa ia menjadi penasaran.
Beberapa jam kemudian Wisnu telah selesai merindu pada bayangannya,ia lalu menghampiri sang istri dan bermanja -manja padanya,"Sayang maafkan aku ya yang tadi kalau aku sedang seperti itu jangan diganggu."
"Iya mas maafin aku juga,kalau boleh tahu kamu menyayangi Anand sekali ya mas?."
"Iya sangat."
__ADS_1
"Emmm kalau boleh tahu dia sakit apa ya mas?."
"Leukimia."
Bella terkejut bukan main ,ternayat parah juga ya sakit Anand ,Bella kira Anand kecelakaan atau hanya terjatuh dan meninggal ternyata tidak seperti apa yang ia bayangkan.
"Tidak disembukan?."
"Dia sembuh ,tapi komplikasi sakitnya sudah meraba ke hatinya dan syaraf otaknya yang membuat dirinya buta."
"Ya allah,"gumam Bella.
"Sudah dia sudah sembuh dan kekal abadi dia sudha bahagia disana ,ayo siap-siap sebentar lagi acara."
"Ayo."
Beberapa jam kemudian acara pun telah dimulai Yuanda tidak mengingkari janjinya ia memberikan seluruh aset kekayaan nya pada ketiga anaknya secara rata tidak ada yang banayk sekali,banyak,ataupun sedikit semua sama rata dan sisanya kalau ada akan mereka sumbangkan ke yayasan.
"Baiklah sudah ya,ayah sudah bagi rata jangan sampai ada pertengkaran,ayah harap kalian bertiga bisa menjaga amanah."
"Iya ayah terimakasih,"ucap.ketiganya lalu berjalan dan memeluk tubuh Yuanda secara erat.
__ADS_1
Kebahagiaan keluarga itu sangatlah sederhana,tidak perlu gaya hidup mewah dan glamour untuk membuat semua orang terkesan.
BERSAMBUNG