Bayangan Rindu

Bayangan Rindu
BAB 10 KEMOTERAPI


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit aku pun di dudukkan di sebuah kursi selagi aku menunggu hasil dari dokter.


"Baik sudah Ananda Anand dipersilahkan rebahan di bad ya prosedur kemoterapi akan segera dimulai."


"Iya,tapi sebelum itu bolehkah saya bertanya?."


"Boleh tentang apa ya?."


"Tentang efek kemoterapi ini saya takut ."


"Baiklah efek kemoterapi bermacam-macam ada yang mengurangi nafsu makan,muntah,kulit menghitam,turunnya imun dalam tubuh,dan penyebab kerontokan pada rambut."


"Baik terimakasih."


Akhirnya akupun naik ke bad,disana sudah beberapa macam alat medis disuntikkanlah sebuah cairan ketangan ku,tubuhku terasa perih dari ujung rambut sampai kaki,sampai-sampai aku meringis karena menahan sakitnya.


"Kak kasihan Anand ,pasti itu sakit."


"Tentu sakit tidak enak lagi."


"Aku harap Nand kamu bisa sembuh,"gumam Zafran lalu menatap Anand intens.


Dua jam berlalu kemoterapi telah selesai badanku terasa lemas keringat bercucuran dimana-mana ,saat ini jam sudah menunjukkan pukul empat sore dimana aku dilarang pulang dan disarankan besok saja karena dokter disini ingin memantau keadaan ku,aku pun mengiyakannya.


"Ananda Anand anda menginap disini dulu ya besok pagi kalau sudah setabil anda boleh pulang."


"Emmm i-iya,"jawabku ragu karena aku takut kalau kakak ku akan mengamuk tapi ya aku akan siap menerimanya.

__ADS_1


Ku ambil buku diary ku,ku tulis dengan sebuah kata-kata melalui tinta merah yang masih banyak di bolpoint ku



..."Hari ini aku merasakan sakit yang teramat luar biasah dari tubuhku,dimana aku dimasukkan cairan melalui tanganku,tangan besar dengan guratan nadi yang terlihat begitupun otot yang tercetak jelas dalam tanganku,aku sangat bersyukur bisa mengenal Zafran dan Virgo yang rela menabung uamg demi kesembuhanku,aku ingin sekali juga membahagiakan dia tapi disisi lain aku tidak yakin,karena aku merasakan kalau raga ku ini sudah lelah dalam jiwa ku saat ini,serasa ia ingin selalu lepas dalam tubuhku,tapi aku tidak mau untuk saat ini impianku hanya satu memeluk tubuh kakak ku,dan mengantarkan ku ketidur panjangku."...


"Nand nulis apa serius amat??,"tanya Virgo.


"Eh nggak,hanya coretan rindu di sebuah selembar kertas."


"Halah kata-katamu bak seorang puitis saja Nand."


"Iya dong itu cita-cita ku".


"Aku akan selalu mensupport mu apapun pilihan mu kelak ,aku akan selalu ada untukmu."


"Tentu apapun itu asal kebaikan."


"Kalau kebaikan itu tentang kematian diriku bagaimana ??,apakah kamu akan terus mensupportku??."


"Hus Nand!!,apa yang kau katakan kau tidak pantas berbicara seperti itu,hanya tuhan yang tahu dan berhak tahu kita hanya dipintanuntuk mempersiapkan karen ajal itu sewaktu-waktu."


"Aku tahu,lalu apakah aku salah berucap seperti itu?."


"Salah omongan mu mendahului takdirmu manusia seperti kita tidak boleh berucap seperti itu."


"Maaf."

__ADS_1


"Tidak apa."


Setelah berbincang-bincang dan sedikit perdebatan akhirnya Anamd tertidur begitu pula Virgo dan Zafran,keesokan harinya Anand terlihat fresh dan lebih bugar dari biasanya,mereka bertiga siap-siap untuk pulang kecuali Anand dia harus menyiapkan mental.


Sesampainya dirumah Anand dengan langkah perlahan masuk kedalam rumah disana sudah ada kakak nya Wisnu.


"Hebat!! laki-laki hebat main seharian tidak pulang,sekalian saja kau pergi dari sini Anand!!!,pergilah kerumah orang tuamu sana!."


"Bang,Anand ga punya orang tua!."


"Bohong,kamu diadopsi belagak bodoh ya kamu,nilai mu kamu rendah-rendahkan ,agar apa?? agar kamu mempermalukan aku kan! jawab!!!!."


"T-tidak seperti itu bang,aku.memang tidak memiliki orang tua."


"Dasar sampah manusia tidak berguna,pergi kau!!!,"ucap Wisnu lalu mendorong tubuh Anand sampai dirinya terjatuh dan mencium lantai.


I-iya Anand pergi sebelum itu bolehkah aku peluk abang?."


"Mimpi!!!."


"Bang Anand kangen sama abang."


"Bullsihit makan omongan sendiri sana ,adikku sudah tiada adik yang selalu ku tunggu sudah tiada sekarang pergi dari rumahku dasar kuman!."


"Baiklah,Anand tunggu pelukan terakhir abang,"ucap Anand lalu pergi meninggalkan rumah Wisnu sembari membawa tas punggung nya.


"Apa salahku,siapa yang bilang kalau aku diadopsi orang kaya raya dan sekolah ke luar negeri,"gumam Anand lalu berjalan pergi dari kediaman Wisnu.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2