Berjuang Dalam Diam

Berjuang Dalam Diam
Eps 22


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu. Ujiannya telah selesai, dan hari ini adalah hari di mana pengumuman kelulusan.


Asha menggendong tasnya. Keluar dan menyalami ayah, ibu dan kedua kakaknya serta mencium adik bungsunya.


"Dadah adek jelek." Bisik Asha di telinga Roy.


"Semoga hasilnya memuaskan kakak jelek." Roy kembali meledek Asha dengan bisikan hingga Asha menoyor kepalanya.


Orang-orang di meja menatapnya acuh tak acuh kecuali Murfazan dan Hiana. Murfazan melihatnya dengan penuh kasih. Melihat interaksi baik antara adik kecilnya dan adik besarnya.


Sedangkan Hiana menatapnya dengan rasa cemburu dan iri hati. Belum pernah ia merasakan kehangatan dari adik kandungnya itu.


"Bisa enggak kalo mau pergi, pergi aja. Gak usah bisik-bisik segala?!" Bentak Hiana.


"Ngurus!" Jawab Asha dan Roy secara bersamaan.


Asha pun pergi meninggalkan mereka. Sedangkan Roy kembali makan sarapannya. Murfazan hanya bisa menyembunyikan senyumnya melihat tingkah kedua adik yang amat ia sayangi. Dan Hiana geram akan itu.


Dia menggebrak meja dan membanting sendok bekasnya makan ke meja. Lalu ia pergi dengan menghentakkan kakinya ke lantai.


Di posisi Asha...


Ia tersenyum senang mengingat Hiana yang terbakar api cemburu. Soal ibu dan ayah, Asha memang kalah. Tapi tentang Murfazan dan Roy, ia bisa mendapatkannya.


Asha datang di rumah Moza. Ia memanggil nama Moza dengan suaranya yang lantang.

__ADS_1


"Ozaaa!!!! Ayo sekolah!!" Teriak Asha.


Tapi bukannya Moza, malah Kinanti yang keluar dari rumah. Seperti biasanya ketika Asha ke rumah Moza, mereka pasti menyuguhkan segelas air untuknya.


Awal-awal Asha ke rumah, ia di beri pertanyaan untuk memilih teh, susu atau air putih. Tapi berkali-kali ia memilih air putih. Dan hingga saat kini, mereka selalu menyuguhkan air putih.


"Minum dulu nak." Ucap Kinanti sembari memberikan gelas yang ada di tangannya.


Dengan senang hati Asha mengambilnya dan mulai meneguknya perlahan.


"Habiskan ya..." Ucap Kinanti lagi di sela-sela Asha minum. Asha pun menghabiskan airnya.


Selang beberapa lama kemudian, muncullah sosok Moza keluar dari balik pintu. Ia sudah berpakaian lengkap.


"Ayo!" Ajak Moza. Mereka berdua pun menyalami Kinanti yang masih berdiri setia menunggu putri dan orang yang telah ia anggap seperti putrinya itu.


"Wa'alaikumussalam."


_______


"Novel kamu lancar kan Sha?" Tanya Moza.


Mereka kini sudah sampai di sekolah. Dan sekarang mereka sedang menghadang sarapannya di kantin sekolah. Duduk dengan santai dan menikmati nasi uduk buatan ibu kantin.


"Alhamdulillah lancar." Ucap Asha sembari mengunyah nasi yang ada di mulutnya.

__ADS_1


"Kamu beneran mau sekolah di bayarin sama om asing itu?"


"Tar entar. Jangan panggil om asing. Aku lupa buat bilang, kalo sebenernya om itu temen deketnya bapa aku."


Ohok! Ohok!


Moza tersedak makanannya ketika mendengar penjelasan Asha.


"Orang berwajah garang kek bapamu itu punya teman?!" Heran Moza. Ia berbicara dengan suara tinggi hingga membuat Asha membungkam mulutnya dengan suapan nasi.


"Brisik Za! Kita di kantin!" Kesal Asha. Dan Moza hanya menatap Asha dengan wajah yang sedang mengintrogasi.


Panjang lebar Asha ceritakan pada sahabatnya itu tentang kejadian beberapa minggu yang lalu. Moza pun mendengarkannya dengan seksama.


"Aku tau, kamu pasti bisa. Buat tante dan om itu bangga karena udah biayain sekolah kamu. Aku juga tau, kamu akan berusaha. Dan aku sebagai sahabatmu hanya bisa memberi semangat. Semangat!!" Kata Moza ketika Asha sudah selesai menceritakan kejadian dimana Edi dan Nik saling bercengkrama hangat.


"Iya, Za. By the way, kamu mau sekolah dimana?" Tanya Asha.


"Mama sama papa aku yang pilihin. Aku juga belum tau bakal sekolah dimana."


"Aku yakin, om sama tante akan ngasih yang terbaik buat kamu. Percayalah, gak ada orang tua yang ingin anaknya menderita. Mereka pasti akan mencari sesuatu yang akan membuat anak mereka bahagia."


"Iya. aku percaya kok." Jawab Moza dengan mantap.


~TEEEEETTT!!!

__ADS_1


~TEEEEETTT!!!


Bel sekolah telah berbunyi. Menandakan kelas akan di mulai. Semua murid dari ujung hingga ujung mulai berdesakkan untuk masuk ke kelas masing-masing. Begitupun Asha dan Moza


__ADS_2