
Setelah mengetahui Ersa pacaran sama Hadi teman temannya sangat senang akhirnya Ersa membuka juga pintu hati nya.termaksud Toni walaupun hati nya berkata tidak tapi dia senang Ersa bisa bahagia.sekarang dia ikhlas melepas Ersa untuk Hadi.dan Ersa sendiri sampai sekarang tidak tahu kalau Toni suka pada nya.rasa cintanya hanya Mia yang tahu.
"Tringg tringg tringg,"suara dering hp Ersa,tidak menunggu lama Ersa langsung menjawabnya"waalaikumsalam,,"jawabnya
"Ersa masuk apa Abang jemput ya"
"iya bang jemput ya ,Ersa pulang malam nih"
"siapa aja yang masuk sayang,"
,"hari ini masuk sama mba Mia sama mba Tia dan bang Toni "
"oo ada Toni juga"
"iya,, loh Abang kenal bang Toni,,wah kebetulan dong dia baik banget bang sama Ersa,yah udah anggap Ersa adek nya"
tanpa basa basi Hadi seperti tidak suka Ersa membicarakan Toni,dia pun langsung menutup telepon nya.
"loh ko di matikan sih,,ah biarin deh,,yang penting nanti di jemput"
"siapa Sa"tanya Mia.
"itu bang Hadi,,aku lagi ngomongin bang Toni,eh langsung di tutup telepon nya,"
Mia yang mendengar itu langsung terdiam karena dia tahu kenapa Hadi berbuat begitu,sebab Toni tahu semuanya tentang Hadi.
"terus kamu di jemput dek"
"di jemput dong Mba"
"dek Mba boleh tanya,Hadi selama jalan sama kamu ga melakukan apapun kan"
"maksudnya gimana Mba"
"ya kasar gitu atau apalah gitu,ya nyakitin kamu dek"
"gak Mba,kenapa ko nanya gitu Mba,"
"ga dek,mba cuma takut kamu kenapa-kenapa aja,kamu kan baru pertama kenal cowok tapi langsung Deket mba takut kamu di apa apain dek, syukur Alhamdulillah kalau Hadi ga macem-macem"
"tenang aja Mba, insyaallah Ersa bisa jaga diri Ersa Mba"
"Ersa,, Ersa,, Ersa,,"suara Toni memanggil Ersa.
"iya bang kenapa"
"kamu di jemput ga,kalau ga aku antar ya"
"terimakasih bang,tapi Ersa di jemput bang Hadi,tuh orang nya "jawab Ersa sambil menunjuk ke arah Hadi yang sedang menunggu nya di Deket taman.
"oo ya udah,hati hati ya,,salam buat Hadi ya"kata Toni sambil berjalan ke arah baseman,, parkir motor.
"hai Toni,,"sapa Mia
"haii,, Mia,di jemput ga"
"kebetulan ga nih,,dia lagi demam"
"ya udah naik sini,aku anterin ya" tawarnya kepada Mia.
__ADS_1
"boleh,,ga ngerepotin kan"
"ga lah tenang aja,"
"tadi niatnya mau anterin Ersa,eh ternyata dia di jemput Hadi,ya sudah"
"oo gitu,iya tadi Ersa bilang kalau di jemput,"
"kelihatan nya makin serius ya mereka, mungkin Hadi sudah berubah"
"mudah mudahan"jawab Mia singkat,Mia malas membahas Hadi karena takut salah bicara, seperti yang dia dengar tadi Hadi juga sepertinya enggan mendengar nama Toni.
"Abang,,kita makan dulu ya,,laper nih,,"ajak Ersa
"nah gitu dong kalau lapar bilang, jangan diem aja,kasian loh cacing di dalam pada disko,hahaha"jawab Hadi sambil tertawa.
"iya deh mulai sekarang kalau lapar Ersa akan bilang"
"mau makan apa nih,,silahkan"sambil berjalan pelan dengan motor nya.
"lagi mau makan bakso ,,boleh kan"
"apa bakso,cuma itu doang"
"iya lah bakso aja"
akhirnya Hadi melaju dengan kecepatan tinggi menuju Restoran bakso yang katanya enak.
"ayo turun,dah sampai nih"
Ersa bingung kenapa di ajak ke restoran bakso ,kenapa ga bakso kaki lima aja,pikir nya.
"silahkan dipilih menunya,ini ada Macam macam bakso ada disini"kata Hadi sambil memberikan buku menu pada Ersa yang ada di meja.
Ersa akhirnya memilih bakso larva,dan tulang sumsum, minumnya es campur.hadi pun ikut seperti yang dipesan Ersa.
sementara sambil menunggu pesanan datang,Hadi menggenggam tangan Ersa dan berkata."Ersa do you want Mary me".
Ersa yang mendengar itu, seperti tidak percaya dia langsung menarik tangan nya.dan membuang tatapan matanya ke segala arah,dan berkata."ihh Abang apaan sih becanda aja,ini yang lapar kan aku kok Abang yang ngawur bicara nya.
"Ersa ,,Abang serius sayang,mau ga Ersa jadi istri Abang"
"tapi bang,,Abang yakin,ga nyesel nantinya"
"yakin sayang,,gimana kamu mau kan jadi istri Abang"
Ersa terdiam sejenak kemudian berkata"Ersa ga bisa jawab sekarang ya bang Ersa harus bicarakan dengan orangtua Ersa dulu,"
"ehmm Abang ga marah kan"
"baiklah kalau begitu,,Abang tunggu ya sayang"
sampai di rumah Ersa langsung masuk kamar.saat Ersa mau memejamkan mata pintu kamar di ketok"tok tok tok,kak,,kakak,,sudah tidur belum"terdengar suara Mila.
"belum dek,,masuk lah"jawab Ersa.
"ceklek,,"suara pintu terbuka
"kakak cape ya ka"
__ADS_1
"iya dek,,kenapa emangnya, tumbenan kamu,ada apa,oh iya gimana kuliah kamu,Siska mana,,kakak kangen nih"
ga lama kemudian Siska pun masuk.langsung memeluk kakaknya Ersa.
"kakak kangen nih,,kakak sibuk banget sih jalan jalan yuk,,"rengek,,Siska adeknya ,,ya memang sejak Siska tinggal bareng Ersa lagi,Ersa sangat sibuk karena jadwal kerjanya.
"nanti ya kalau pas kakak libur oke kita jalan jalan ya, adek kakak yang cantik"
"bener ya kak,,aku tunggu ya"
"kakak cape ya sini Siska pijat ya ka"Siska pun langsung memijit kaki dan tangan serta pundak ersa.
Mila yang sedari tadi sibuk baca buku cerita ,"Mila tadi kamu mau ngomong apa ,beli buku paket lagi"
"iya kak,,tapi kalau kakak cape besok aja deh,"
"eh kak,,pacar kakak bang Hadi ya, namanya"
"iya mil,kamu belum pernah ketemu ya"
"belum ka,kan aku pulang malam terus,"
"besok ya kakak kenalin,"
"sip lah,,ya sudah kak tidur lagi sana,aku mau kerjain laporan dulu"
"Mamah,,mamah sibuk ga,, kakak mau bicara dong ber 2 aja sama mama"
"ihh,, tumbenan nih,anak mama ada apa kak?"
"di kamar kakak yuk mah "ajak Ersa sambil menggandeng tangan mama nya.
"ada apa sih kak"
"mah,bang Hadi melamar Ersa mahh, kemarin"
"tapi Ersa belum jawab, menurut mama gimana mah,Ersa bingung mah"kata Ersa sambil menunduk.
"ehmmm,,, serius tuh,Hadi lamar kamu,ya ikut kata hati kakak aja ya kak,kan kakak yang jalanin,jadi kakak yang tahu baik buruknya pilihan kakak,mama sama papa dan yang lain hanya bisa mendukung dan mendoakan kakak"mama terdiam sebentar dan lanjut berkata lagi.
"sekarang mama tanya Ersa beneran sayang dan cinta ga sama Hadi,ingat loh kak ini pernikahan itu bukan untuk main main,,"
"Ersa sayang dan cinta mah sama bang Hadi.Tapi ga sekarang juga nikahnya,kan Mila masih kuliah Siska masih sekolah menengah atas mah,masih banyak biaya nya"
"kasian papa kalau harus nanggung semua nya.
"kakak itu sudah jadi tanggung jawab kami orangtua,kalau memang kakak sayang dan cinta ya terima lamaran Hadi,ajak Hadi menghadap papa sama Mama,mama Yanti juga harus tahu soal ini"
"hufff"terasa berat nafas nya Ersa.
"baiklah mah,akan Ersa jawab lamaran bang Hadi"
"terimakasih ya mah atas masukannya,Ersa sayang sama mama"sambil memeluk mama nya.
"iya kakak,,ya sudah kamu masuk apa sekarang ini,"
"Ersa masuk malam mah"
setelah selesai bicara dengan mama nya Ersa pun mantap banget tuh untuk menjawab untuk menerima lamaran Hadi
__ADS_1
"