BERTAHAN TERLUKA BERPISAH TAK BISA

BERTAHAN TERLUKA BERPISAH TAK BISA
Astaghfirullah alazim


__ADS_3

Sesampainya di rumah mereka masih diam.


Ersa menaruh Shaka di kamarnya sendiri,ya sejak Shaka genap usia dua tahun,Ersa sudah membiasakan untuk tidur di kamarnya.tapi tetap dia selalu bangun untuk mengecek ke kamarnya apakah shaka terbangun.di rasa Shaka sudah tertidur pulas.ersa pun keluar kamar nya.


sementara di dalam kamar Hadi,susah berganti baju dan di duduk di bangku di dalam kamar,sambil memainkan ponselnya, Ersa yang melihat Hadi pun langsung ke kamar mandi guna bersih bersih diri.baru juga Ersa keluar kamar mandi Hadi sudah menghujaninya dengan berbagai pertanyaan.


"Kamu sudah cerita apa saja Sam sahabat mu itu?kok orangtuanya bisa berkata seperti tadi"


"Aku ga pernah cerita ke Vita mas soal rumah tangga Kita,ya menurut ku sih wajar,om dan Tante bicara begitu karena mereka sudah menganggap aku anak mereka kamu dengar sendiri kan tadi"


"mana mungkin ga cerita ,,terus kamu seneng tadi bisa tebar pesona lagi sama teman teman SMA kamu"dari nada bicaranya sepertinya Hadi marah.


"Maksudnya apa mas"jawab Ersa yang ga paham .


"Mas mereka tuh hanya teman teman bisa aja,aku pun ga pernah marah mas kamu mau reunian sama teman SMA,teman kuliah kamu,padahal aku tahu bagaimana teman cewek cewek kamu itu bersikap sama kamu,aku tetap diam"jawab Ersa yang tidak terima di bilang tebar pesona.lalu dia lanjut berkata


"mas ada lihat ga tadi aku bersikap genit sama mereka,ga kan aku tahu mas aku bisa menempatkan diri aku bagaimana harus bersikap"


tapi rupanya jawaban Ersa malah membuat Hadi marah,dia langsung menarik dan menampar pipi Ersa.


plak

__ADS_1


plak


reflek Ersa kaget dia langsung memegang pipinya yang panas akibat tamparan suaminya.


"Kamu ngomong sekali lagi coba ayo"teriak Hadi.


Ersa memilih diam kalau sudah seperti ini.diaa takut suaminya akan berbuat lebih kasar lagi padanya.


"Jangan samakan teman teman aku sama teman teman kamu.mereka ga sebanding."bentak Hadi.


"kamu puas tadi sudah buat aku malu di sana"


teriak nya lagi di depan muka Ersa.


melihat suaminya sudah marah besar Ersa pun memberanikan diri untuk menjawab.


"Aku ga membuat kamu malu bagaimana mas,di sana itu aku tidak meninggalkan kamu sendiri,aku memperkenalkan kamu mas sebagai suami aku"


Hadi yang rupanya sudah terbakar amarah karena cemburu pun kembali menarik Ersa di tamparnya lagi istrinya dan di lemparkan istrinya ke dekat lemari.sampai sudut bibi Ersa berdarah dan memar biru di pipinya.(wow berarti kencang sekali ya tamparan nya,,ih ngeri ih,Hadi kalau sudah marah)


Ersa hanya bisa pasrah kalau suaminya sudah marah seperti ini.sambil menangis sesenggukan.

__ADS_1


"Mas istiqfar mas istighfar, jangan kamu turutin amarah mu mas,,kita sudah punya Shaka"ucap Ersa sambil sesenggukan menahan tangisannya.


Hadi yang duduk di tepi tempat tidur nya meremas rambutnya lalu dia berteriak kencang sekali


ini lah Alesan nya mengapa dia memisahkan Shaka untuk tidur di kamar sendiri.dua tidak mau anaknya melihat papa nya seperti ini berbuat kasar padanya.


Ersa duduk di bawah dekat lemari,dia akhirnya menangis sejadi-jadinya .lalu dia berkata.


"Maaf kan aku mas kalau aku sudah buat mas marah karena tadi,aku ga bermaksud seperti itu.mas tahu aku ga mungkin berbuat macam macam mas ,kita sudah punya shaka.buah cinta kita mas,aku minta maaf mas"ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


Hadi yang melihat nya langsung memeluknya dan berkata,


"Maafkan aku sayang"sambil memeluk istrinya dan menangis juga.


Entah kenapa Hadi terlalu cemburu terhadap istrinya,padahal dia tahu istrinya tidak mungkin macam macam di belakang nya.


di angkat nya istrinya ke atas tempat tidur.du cium nya kening istrinya.lalu berkata.


"maaf kan aku ya sayang ku khilaf aku terlalu cemburu terhadap mereka.aku ga terima ada yang memuji istriku selain aku"


(Hadi Hadi ya tapi ga gitu caranya dong,,masa tiap cemburu Ersa selalu yang jadi pelampiasan ga gitu juga Hadi)

__ADS_1


__ADS_2