BERTAHAN TERLUKA BERPISAH TAK BISA

BERTAHAN TERLUKA BERPISAH TAK BISA
ngidam


__ADS_3

"Assalamualaikum,,sayang,kamu di rumah"


Hadi mencari ke dapur dia melihat di atas meja ad makanan tapi tidak bisa menemukan istrinya.


"mungkin di kamar "ucapnya dalam hati.


ceklek,,


dia melihat istrinya tertidur lelap sekali,dia duduk di tepi tempat tidur,dia pandangi wajah istrinya yang tertidur.di usap lembut rambut Ersa,di usap juga perutnya ,tapi rupanya itu membuat Ersa terbangun kaget karena merasakan ada yang mengusap perutnya.


"Loh mas ,sudah pulang ko aku tidak di bangun kan"


"Habis kamu pulas sekali tidurnya,"


"iya mas lelah banget "


"mas sudah makan,"


"belum sayang,"tiba tiba terdengar suara panggilan alam dari perutnya yang lapar.(hihihi)kriuk, kriuk.


"kamu beneran laper mas,hihihi, kasian ,, banget"


dengan tampang melas dan bibir di manyun Hadi tampak kesal di ledek istrinya.


Ersa pun langsung bangun dan keluar kamar di ikuti Hadi juga.


"Sebentar aku panaskan dulu ya"


Hadi pun duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya.


"Ayo,mas kita makan"


"ini karedok kan,pasti mama yang buat"tebak hadi


"Iya tadi aku kepengen makan karedok,,"namun tiba tiba saja,perut Ersa seperti di aduk aduk berasa mual dia segera berlari ke kamar mandi.dan huek,huek huek,,, karena belum makan maka hanya air saja yang keluar.


"Kenapa sayang,dd bayinya mual lagi"


Ersa mengangguk kan kepala nya ,karena mulutnya masih berasa mau muntah.

__ADS_1


setelah dirasa enakkan Ersa pun berjalan keluar kamar mandi dengan di tuntun Hadi.


"Mas kamu makan dulu sana,kan kmu lapar,aku temenin aja ya"kata Ersa sambil menarik kursi.


"kamu bener ga mau makan,"


"ehm,,aku makan buah aja "


"mas,,,cape ga,,aku kepengen makan,nasi goreng yang di ujung jalan pertigaan sana"rengek Ersa sambil bermanja di pundak Hadi.


"Nasi goreng,,, hadehhh,,kan jauh itu,,yang Deket aja ya"


"ga mau,,,aku mau nya di sana "katanya sambil memanyunkan bibirnya,


"ya udah kmu tunggu di sini ya"jawab Hadi lagi.


"aku ikut,,,mau nya makan nya di sana juga"kat Ersa lagi.


"ikut,,,dingin sayang,dah malam juga, kasian sama dd bayi nya"jawab Hadi menjelaskan.


"ga pokoknya aku ikut ,, anaknya mau nya makan di sana"


"tapi pakai jaket ini ya,ga boleh nolak"yang sudah mengambil jaket dari dalam lemari.


"iya papa,"suara Ersa meniru kan Suara anak kecil.


"iih,,gemes nya "sambil mencubit pipi Ersa Hadi pun membukakan pintu mobil.


"mudah mudahan masih ada ya,, soalnya di sana itu rame sekali"kata Hadi yang berharap tukang nasi gorengnya masih ada.


butuh waktu dua puluh menit ke tempat nasi goreng,begitu kelihatan gerobaknya ersa langsung tersenyum gembira,


"yeaaa,,,masih ada"teriak nya


sambil memarkir kan mobilnya,rak Jun dri gerobak nasi.


"masih ada nasi goreng nya,pak"tanya Hadi.


"masih mas kebetulan tinggal satu porsi gimana nih"

__ADS_1


"Alhamdulillah,,iya pak tidak apa, untuk istri saya,"


karena terlalu lama menunggu Ersa pun ikutan nyamperin tukang nasinya.


"pak yang pedes ya nasi nya,sama telor nya di dadar ya pak"pinta Ersa .


"apa pedes ,,engga sayang,,kasian dd bayinya."kata Hadi yang kaget karena tiba tiba Ersa pesennya pedes.


"ga mau pokoknya harus pedes"jawab Ersa


"iya sayang tapi kasian dd bayi nya,"


karena mendengar perdebatan itu si tukang nasi goreng pun ikutan berkata.


"wah,,si mba nya lagi hamil ya,"


"iya pak, makanya kasian kalau pedes nasi nya"


"wah mas kalau lagi hamil,mah harus diturutin mas,biasnya si bayi yang mau,nnti bisa ngeces mas anaknya kalau tidak di turutin.


"tuh ,bapak nya aja tau,boleh ya,,ini anak kmu loh yang minta"kata Ersa alih alih dapat pembelaan dari si bapak nasi goreng"


seperti tadi Hadi ga bisa berkata lagi.


dalam hati Ersa pun senang,dia tersenyum.


matanya melihat sekeliling ternyata banyak sekali jajanan kuliner .tiba tiba matanya tertuju pada gerobak martabak manis, air liurnya beras ingin keluar,dia pun mencolek suaminya. karena sedang asik dengan ponselnya Hadi pun tidak tahu.


"mas,mas,mas,,,ih,,mas Hadi,,"rengek Ersa


"ehm,, kenapa sayang,"jawabnya dengan mata masih melihat ponsel, tapi langsung di tarik wajahnya sama Ersa .


"mau itu mas,,"kata nya sambil menunjuk ke sebuah gerobak martabak manis.


"sayang,,,nasi goreng nya belum di makan loh,,udah mau martabak,ya ampun"


dan nasi goreng pun datang,lalu si bapak nya berkata lagi,"sudah mas belikan saja,kasian istrinya lagi ngidam itu"


dan terpaksalah akhirnya Hadi membelikan juga martabak manis itu,Karen iya tidak mau di bilang suami yang tidak sayang istri nya.lagi lagi Ersa tersenyum manis,dalam hati ia pun berkata' semoga mas Hadi selalu seperti ini dan tidak akan bersikap kasar lagi kepadanya'.

__ADS_1


__ADS_2