BERTAHAN TERLUKA BERPISAH TAK BISA

BERTAHAN TERLUKA BERPISAH TAK BISA
Bertahan


__ADS_3

Mungkin kali ini Ersa masih bisa merahasiakan perilaku suaminya kepada keluarganya.karena Ersa masih berharap suaminya bisa merubah tabiat buruknya.


"Pah mah inep saja di rumah kami, mungkin besok Ersa boleh pulang"pinta Hadi pada mertuanya.


"Iya pah mah tidur saja di rumah kami,biar diantar mas Hadi ke sana"Ersa pun meyakinkan orang tuanya.


"Baiklah,tapi biar kami sendiri yang ke sana Hadi Biar di sini menemani kamu,"jawab sang papa.


"Tidak apa pah mas Hadi yang anterin "jawab Ersa lagi.


"Jangan sayang,kamu masih sakit , harusnya seorang suami itu ada di samping istrinya bukan malah pergi pergian"jawab si mama yang begitu mengena di hati sang menantu.


Hadi pun hanya bisa diam tak mampu berkata lagi.tapi lagi lagi sang istri membelanya


"Mah,mas Hadi dari kemarin selalu di sini jagain Ersa,dia tidak kemana-mana,tadi memang Ersa yang menyuruh nya pulang untuk lihat Ruman keperluan Ersa."


(tuh Hadi kurang apa coba istri kau, selalu membela kamu,mikir dong mikir).


Sementara di sofa Mila sedang chating dengan Vita, memberi tahu kabar kakak nya.tanpa sepengetahuan Ersa .


sang sahabat betapa kaget mendapatkan chat dari Mila,dia pun tanpa menunggu lama langsung meluncur ke rumah sakit yang sudah diberitahu Mila.


"Ya sudah kalau papa sama mama mau nya sendiri ke rumahnya,Hadi di sini nemenin Ersa,tapi beneran tidak mau Hadi antar"


tiba-tiba pintu ada yang mengetuk.


tok


tok


tok

__ADS_1


"Assalamualaikum"ucap yang di depan pintu.


"waalaikumsalam "jawab semuanya.


dan setelah membuka pintu kamar berapa kaget Ersa kalau Vita sahabat nya itu yang datang.tapi dia berharap Vita datang sendiri tidak bersama toni.ersa masih takut Hadi cemburu dan akan marah.


"Ersa,,,,,,kenapa sayang,"ucap Vita langsung di peluknya Ersa sahabat nya itu.


"Jahat kamu ga kasih kabar aku tahu dari Mila"lanjut nya lagi.


Ersa langsung melihat adeknya,tapi si yang empunya nama hanya bisa senyum kuda.


"Kamu jangan marahin Mila dia juga adikku,"karena Vita tahu sahabat nya itu pasti akan marah.


orangtua Ersa yang melihat itu pun tersenyum ya karena dia sudah mengenal Vita sejak kecil.


"Kenapa bisa gini di sa,,"tanya Vita.


"Mas kamu jahat ya kenapa ga di jaga si sahabat ku ini"Vita malah memarahi hadi.itulah Vita dia berani pada siapapun yang akan nyakitin sahabat nya itu.


"Vit,,itu bukan salah mas Hadi kok,aku yang kurang hati hati"lagi lagi Ersa membela suaminya.(hadehhh Ersa Ersa makin gede rasa deh tuh si Hadi)


Hadi hanya bisa diam.kala Vita memarahi nya.


"Lain kali kalau di kasih kepercayaan harus di jaga mas,awas aja kalau sampai kaya gini lagi"omel Vita.


Vita tidak tahu kalau Hadi sebenarnya cemburu sama Toni .makanya ini semua terjadi.


"Aku tau ersa semuanya"bisik Vita,


degh,,,Ersa menatap sahabat nya,,iya pun memeluk sahabat nya itu dengan erat.

__ADS_1


makin jadilah tangis Ersa, membuat yang di ruangan itu heran,kenapa Ersa nangis padahal tadi dia tegar.dubals pelukan Ersa lalu Vita berkata.


"Jangan nangis ya ada aku dan bang Toni yang selalu ada"bisiknya lagi.


lalu si papa menanyakan kabar Toni pada Vita.


"Loh Vita,,ko Toni tidak di ajak"ya karena di papa tidak tahu bagaimana cemburunya sang mantu pada Toni.


"Iya bang Toni minta maaf tidak bisa ikut pah,mau sidang skripsi katanya sama masuk malam kebetulan,salam saja buat semuanya"


"Oo gitu,iya tidak apa sampai kan kembali sama kami"ucap papa.


Ersa langsung melihat reaksi Wajak suaminya kala sang papa menanyakan toni.terlihat jelas kalau Hadi kesal dan jengkel kenapa selalu Toni yang di tanyakan.


"Ersa bang Toni pesan kalau pulang kabarin ,teman teman kerja mau menjenguk katanya,di rumah"ucap Vita yang seperti nya sengaja.hahahaha makin panas aja tuh si Hadi.


"Aku pamit ya sa,,kebetulan ada jadwal jaga di rumah sakit,kabarin ya keadaan kamu.semiga dikasih kepercayaan lagi ya,"


lalu dipeluknya sahabat nya itu kembali dia berbisik.


"kamu masuk mau bertahan untuk suami mu itu"


Ersa menjawab dengan mengangguk kan kepala sekolah.


"pah mah,,Vita pamit ya,,maaf tidak bisa lama lama di sini"


"mas Hadi ,aku pulang jagain Ersa ya,,"


lalu di cium tangan orangtua Ersa satu persatu ,,dan Vita pun membuka pintu ruangan itu lalu pergi.


Ersa merenung meresapi perkataan sahabat nya itu,

__ADS_1


ya dia akan bertahan sampai suaminya benar benar berubah.


__ADS_2