BERTAHAN TERLUKA BERPISAH TAK BISA

BERTAHAN TERLUKA BERPISAH TAK BISA
selamat jalan nenek ,maaf mah


__ADS_3

Siang ini Ersa mendapat telepon agar langsung pulang karena nenek nya di kampung sedang kritis, keluarga nya bermaksud ingin ke sana menengok sang nenek.akhirnya Ersa mengambil cuti yang tidak pernah dia ambil.


"Bu Nia saya mau mengajukan cuti,selama satu Minggu Bu,karena nenek saya sedang kritis Bu.,maaf kalau dadakan Bu"Ersa menghadap bagian personalia,dan akhirnya Ersa pun diizin kan,karena Memang Ersa tidak pernah cuti selama dua bekerja.


Sampai rumah nenek ternyata sudah banyak orang yang datang,dan adek adeknya sedang menangis,dan tambah histeris setelah melihat keluarga papanya datang dan Ersa kakaknya.


"Papa,,nenek pah,,nenek sudah ga ada pah,huhuhuhuuuuu"tangis Mila semakin kencang, sementara Siska sedang duduk didepan jenazah nenek.sama seperti Mila Siska pun histeris setelah melihat papanya dan kakaknya datang.


"Kak,,,,nenek ka,,,kita sama siapa nanti ka nenek sudah ga ada,huhuuuuuu"


"Sudah jangan nangis ya dek kan masih ada kakak,Papa dan Mama"Ersa menenangkan adek nya walaupun sebenarnya dia pun sangat sedih nenek yang dia sayang telah pergi jauh.


"Mama Yanti ga datang kak"tanya Mila.


"Kemungkinan mama Yanti besok pagi dek,tadi sudah dikabarin kok."


karena hari sudah malam juga dan mama Yanti belum datang jenazah nenek belum di kebumikan.rencananya besok pagi setelah kedatangan mama Yanti jenazah nenek segera dikebumikan.


Benar saja pagi pagi sekali mama Yanti dan suami barunya datang,dan seperti yang sudah di rencanakan setelah di mandikan dan dikafani jenazah nenek Langsung di bawa ke pemakaman.


"Nek selamat jalan nek terimakasih sudah menjaga Mila dan Siska selama ini,maaf ya nek Ersa belum bisa membalas Budi baik nenek,huuuuu"di pemakaman akhirnya tangis Ersa pecah juga,setelah iya tahan sejak kedatangan nya.Siska Mila Adit dan Dina yang melihat Ersa menangis mereka pun tak kuasa menahan air mata, mereka memeluk Ersa bersamaan.


Mama Yanti yang melihat anak anaknya telah tumbuh dewasa sangat senang sekali.


tapi Mila dan Siska tidak merespon setiap perkataan mama Yanti.mungkin karena sejak kecil mereka tidak mendapat kasih sayang dari mama Yanti.


setelah pamakaman selesai semua pelayat yang ikut mengantar nenek pun bergantian pulang satu persatu.tinggal keluarga inti yang ada di rumah nenek.


Mama Yanti memulai bicara"Mila Siska kalian ikut mama ya ke rumah mama"


Mila dan Siska saling pandang.lalu mereka berkata"maaf mah,kami ikut papa Yanto aja.kan kak Ersa sudah kerja jadi kami sama kak Ersa,"


mama Yanti kaget mendengar jawaban anak anaknya.yah dia sadar anak anaknya akan jauh dari dia karena sejak bayi mereka sudah di urus Yanto adek nya.


"Iya yan ,,biar saja Mila dan Siska ikut kamu'


"Mama silahkan lanjutkan kehidupan mama aja mah,"jawab Ersa.lalu dia berkata lagi"kami sudah besar kalau mama kangen sama kami mama bisa ke rumah papa Yanto".Yanti hanya mengangguk dan melihat ke arah suaminya.dan dia pun mengenalkan suami baru nya"Yanto kenalin ini suami saya"

__ADS_1


orang yang di maksud suami oleh mama Yanti pun berbicara"salam kenal saya Rudi"


lalu mama Yanti pun berkata kepada anak anak nya"Ersa Mila Siska sini nak ,,ini papa kalian yang baru,"


Ersa Mila dan Siska pun mencium tangan pria yang di maksud mama nya .si pria yang bernama Rudi pun langsung menghampiri mereka"papa harap kalian mau tinggal sama papa dan mama,,di sana juga ada adik kalian "


"tidak terimakasih atas tawaran nya,tapi biarlah kami sama papa Yanto aja"


Rudi pun hanya tersenyum mendengar nya,"baiklah,pintu rumah kami selalu terbuka buat kalian".


Rudi terlihat baik tidak terlalu tua juga tidak terlalu muda,,yah mama Yanti pun masih terlihat cantik.


karena sudah larut malam mereka pun seger tidur di kamar yang ada di sana,Ersa Mila Siska dan Dina tidur satu kamar,dan yang lainnya menempati kamar yang masih kosong.


suara azan subuh telah terdengar dari pengeras suara di masjid.Ersa yang sudah terbangun dari tadi pun bergegas keluar kamar mengambil wudhu"ceklek"suara pintu terbuka dan di luar sudah ada mama Yanti sedang menyiapkan sarapan pagi dan minuman.


"Sudah bangun Ersa kamu"


"iya mah"Ersa pun berlalu ke kamar mandi belakang dan segera mengambil wudhu .


Sudah siang suasana kampung sangat lah sejuk,mama Yanti pamit pulang karena besok dia dan suaminya harus kerja,juga ada anak bayi yang dia tinggalkan dengan pembantunya.


Mama Yanti pamit,dia memeluk ketiga putri nya sambil berkata"kalian main ya ke rumah mama,mama tunggu"


Ersa dan ke dua adeknya hanya tersenyum melihat mama Nya.


Sang papa baru pun mencium kening ke tiga putrinya "papa tunggu ya kalian semuanya di sana"


"Iya pah, insyaallah,titip mama ya pah,,salam hangat buat adek bayi kami"kata Ersa kepada papa baru nya itu.


papa Yanto yang menyaksikan itu pun berusaha menahan air mata nya.pertemuan yang mengharukan untuk ketiga putri nya dengan mama kandung nya.


"dek Yanto dek Rini,mba pamit ya,titip anak anak mba ya"Yanti pun bersalaman dengan Yanto adeknya dan istrinya.


"Iya mba,sering sering lah main ke rumah kami,dan hati hati ya mba"


"mas Rudi titipba Yanti ya,jagain dia untuk kami"

__ADS_1


"iya Yanto , tenang saja ,pasti saya jaga,kalian main ya ke Rumah kami"jawab Rudi.


sejak kepergian Mama Yanti,Ersa dan yang lain nya hanya diam.tiba tiba papa Yanto membuka pembicaraan"Mila Siska kalian sekolah nya sudah selesai kan"


"Kalau Mila sudah pah,Siska kan masih kelas satu SMA pah"jawab Mila


" Berarti Siska pindah ya nak sekolah nya"


"iya pah"


"Biar besok papa yang urus ya,besok pagi kita ke sekolah ya, sekarang kalian berkemas dulu,nanti kalau sudah selesai urusan di sini kita pulang ke Jakarta"


"Iya pah"Mila dan Siska pun masuk ke dalam rumah dan berkemas sesuai perintah papa Yanto.


Papa dan Siska pergi menuju sekolah guna meminta surat pindah sekolah.setelah selesai urusan sekolah,Siska pamit ke pada teman sekelas nya,yah walaupun Siska tidak terlalu terkenal di kelas nya tapi dia termaksud murid pintar di kelasnya.siska pamit pada sahabat nya Irma,"Irma ,Siska pindah sekolah yah,, terimakasih sudah mau jadi teman Siska,"tak kuasa Siska berkata kata lagi karena air matanya sudah turun sedikit demi sedikit ke pipinya,begitu juga Irma dia memeluk Siska sahabatnya dari SD,itu tempat dia curhat,


"iya sis,semoga kamu betah ya ditempat baru, jangan lupakan aku ya sis"


Siska pun tak lupa pamit kepada guru kelas nya."Bu Siska pamit ya, maafkan kalau Siska suka buat Ibu marah,karena ulah Siska"


"iya Siska,tidak kok kamu murid kesayangan ibu, insyaallah ditempat yang baru kamu lebih sukses lagi ya nak,hati hati ya"


Besok siang Setelah papa Yanto menyerahkan urusan rumah nenek kepada kerabat dekat papa, untuk mengurus rumah nenek,


Mila dan Siska sebenarnya berat meninggalkan rumah yang penuh kenangan itu,dimana nenek sudah membesarkan mereka,hanya nenek yang menjadi tempat mereka bersandar di rumah itu, kenangan mereka bersama nenek begitu banyak.tapi tidak mungkin juga mereka tinggal di rumah itu setelah kepergian nenek.


Ersa yang melihat ke dua adik nya berat meninggalkan rumah berusaha menghiburnya,


"Sudah nanti kan kita bisa ke sini lagi main sambil nengok makam nenek, sekarang kita pulang ya"


"iya kak,"jawab mereka serempak.


"Sudah dibawa semua nya kebutuhan kalian,baju kalian,dan yang kalian perlukan lainnya"papa berkata pada mereka.


"Sudah pah, semua sudah masuk ke dalam koper besar"jawab Mila sambil menunjuk koper besar yang dimaksudkan.


"baiklah kita berangkat ya sekarang, BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM"

__ADS_1


Dalam hati Mila dan Siska berkata"selamat tinggal rumah penuh kenangan, selamat tinggal nenek,kami pasti akan rindu"


__ADS_2