
maaf ya author baru update lagi,,lagi sibuk nih,,lanjut yuk bacanya.
Sebulan sudah sejak Ersa di rawat,ada sedikit perubahan dalam sikap suaminya,(eh kan emang gitu ya si Hadi kadang baik,kadang tidak iya kan,hahaha), tapi buat Ersa itu sudah biasa.
sebulan dua bulan sampai satu tahun rumah tangganya adem ayem kayanya Hadi memang sudah berubah,ett jangan seneng dulu,Hadi tidak berulah,mama mertuanya yang berulah, hadehhh Ersa Ersa sing sabar ya,(kalau kata sopo Jarwo).
"Sayang main yuk kerumah mama"
"Ayo mas boleh, bentar ya aku siap siap dulu"
"Oke sip,,mas panasin mobil dulu ya"
"Sayang jngan cantik cantik nnti bnyak yang naksir"
ehh maksudnya apa nih pikir Ersa,okelah dandan natural aja katanya dalam hati.
kalau suaminya sudah berkata begitu Ersa malas berdebat ,sudah cukup tenang Adia selama beberapa bulan ini,suami kembali bersikap romantis.
"Ayo mas aku dah siap"ucap Ersa.
"Nah ini baru istri Sholehah ku,ayo "jawab Hadi sambil membuka pintu mobil untuk istrinya
"nanti di rumah mama kalau mama bicara kasar jngan di ambil hati ya sayang"kata Hadi yang tahu kalau mama nya sekarang ini entah karena apa bisa tidak suka dengan Ersa,padahal dulu Ersa mantu kesayangan banget.
"Iya mas tenang aja"jawab Ersa ,iya berharap mama mertuanya baik seperti dulu lagi.
sampai di rumah orangtuanya Hadi langsung di bukakan pintu oleh satpam yang menjaga rumahnya.
"Assalamualaikum pak sarif"ucap Salam Ersa pada satpam Ng bernama pak Sarif itu.
"Waalaikumsalam,eh ada mba Ersa sama mas Hadi."jawab pak Sarif lalu lanjut berkata
"Sehat mba Ersa "
"Alhamdulillah sehat pak,,bapak sehat"
"Alhamdulillah mba bapak pun sehat"
"Pak mama ada ga"tanya Hadi yang baru keluar mobil
"Ada mas,nyonya ada,masuk mas "
"Ya pak,kami masuk dulu ya pak"
Hadi melangkah masuk ke dalam rumah nya di ikuti Ersa..
"Assalamualaikum mah pah"ucap ersa.tapu ternyata tidak ada orang mungkin lagi di taman belakang.
mereka terus masuk mencari yang punya rumah.Akhirnya yang di cari ada di taman belakang sedang berkebun.
__ADS_1
"Assalamualaikum mah "ucap Ersa
"Waalaikumsalam,loh kalian baru sampai,"
"Iya mah,lagi apa mah perlu Ersa bantu mah"
"ini lagi ganti tanaman yang layu, emang nya kamu bisa menanam pohon Ersa,kotor loh ank sekarang mana tahu sih soal tanaman "
Hadi yang mendengar perkataan mama nya langsung melihat Ersa dia takut istrinya tersinggung.tapu rupanya Ersa malah terlihat santai.
"Bisa dong mah ,dulu waktu di rumah papa di Bogor Ersa sesering kok bantu mama sama papa menanam bunga ,malah pernah ke sawah di ajak Mbah di kampung "
sang mertua tak menyangka atas jawaban ersa.dua hanya tersenyum tipis.
"oh gitu bagus lah sini bantu."ucapnya lagi sambil memberikan tanaman bunga yang akan di tanama untuk mengganti yang sudah layu.
Ersa langsung menanam tanaman bunga itu dengan cekatan sekali.tapi dia langsung terdiam mendengar ucapan mama mertua nya.
"Gimana sudah hamil lagi belum ,sudah satu tahun loh ,masa belum ada tanda tanda si,apa jangan-jangan Ersa malah ga mau hamil dulu ya,kami butuh generasi penerus Hadi loh Ersa ,lama sekali kamu kembali hamil."
"mah apa sih bicara begitu "ternyata si papa mertua yang dari dalam mendengar omongan istrinya itu.
"Loh kok baru datang sudah di suruh bertanam.mama ini gimana sih"
"Biarin pah biar ga manja jadi istri ,jngan mentang-mentang istri bos mau nya duduk santai aja"
Astaghfirullah,,,kalau bukan mertuanya mungkin Ersa sudah pergi dari rumah ini.tapi bukan Ersa namanya klau tidak berani menjawab omongan orang.
"Yap sudah selesai semuanya mah,apalagi yang perlu di kerjakan,masak ,beberes atau apa,sini biar Ersa kerjakan."
"Tidak ada ,,,"jawab sang mama yang merasa tersindir oleh mantu nya itu.
si papa mertua dan suaminya hanya senyum melihat tingkah laku mereka berdua.
"Ayo sayang masuk ke dalam,udah jangan debat lagi sama mama,"
"Aku ga debat ko mas ,aku hanya menjawab "
"Kalian sudah makan belum"tanya papa.
"Belum pah ,bibi masak apa ya"
Ersa langsung melangkah ke dapur tanpa segan langsung cengkram dengan bibi Minah.
"Bibi assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam,,Masya Allah mba Ersa,,,buat kaget bibi saja,mba Ersa kemana saja kok ga pernah ke sini,mba sudah sehat"
"Alhamdulillah bi.Ersa sehat kaya yang bibi lihat sekarang.bibi masak apa bi,aku lapar nih"
__ADS_1
"Ih bibi kangen nih sama MBA Ersa yang selalu nanya masak apa bi"
yah begitu Ersa cepat terlihat akrab sama siapapun, malah dia tidak suka di panggil non sama pak Sarif dan bi minah,dan karena sikap cepat akrab nya itulah yang membuat suaminya Hadi tidak suka.
"Bibi.masak gado gado mba,Tuan besar minta masak gado gado,sama tempe tahu goreng,dan emping ,itu ayam bakar buat nyonya"
"Wahh,enak banget bi, sudah Mateng belum bi,"
"Sudah mba,tinggal di siap kan di meja"
"Sini Bu biar saya saja ya g nyiapin nya"
"Jangan mba biar bibi saja,mba kan.baru datang pasti cape,"
"Kata siapa saya cape bi,ga lah,,sudah bi sini biar saya saja oke bi"jawabnya sambil menata makanan di atas meja, setelah selesai, langsung di panggil nya papa dan mama mertua nya serta suaminya,mereka sangat menikmati hidangan itu,si papa mertua sampai nambah ,yah mask bi Minah memang enak.
setelah selesai makan,Ersa masih sibuk membantu Bu Minah mencuci piring, sementara itu Hadi dan orangtuanya sedang berbincang di balkon atas.tampaknya pembicaraan serius ya.
"Sudah lah mah jangan bersikap begitu sama Ersa,Ersa ga salah mah,Hadi yang salah,maaf klau Hadi jarang main ke sini,Ersa selalu ngajak ke sini tapi Hadi nya sibuk."
"Kamu jangan bela istri kamu terus dong jadi besar kepala dia nanti,"
"Mama ,mama sadar ga sih ,Ersa itu sudah sabar hadapin Hadi anak mu ini yang mungkin orang lain akan nyerah, mama lupa dia keguguran gara gara anak mu ini mah"bentak si papa.lanjutnya lagi
"Mama juga ngapain sih,pake ke tempat si Saiful,dia itu dukun sesat mah"
"eng ,,enggak kok siapa yang blg "jawab mama gugup.
"Mama masih main mistis mah"tanya hadi.lalu lanjutnya
"buat apa si mah,buat biar Hadi nurut lagi sama mama apa buat yang lain"
"Apaan sih kamu siapa yang ke sana,papa juga asal nuduh mana buktinya kalau mama ke sana"jawab mama yang sudah merasa tersudut.
"Mama ga perlu tau papa tu dari mana"jawab si papa .yah papa mertua nya ini memang bukan orang sembarangan, anak buah nya ada di mana mana ,yang siap membantu,
Tanpa sengaja Ersa mendengarkan perbincangan itu ,setelah dia selesai mambantu Bi Minah,dia bermaksud membawakan cemilan dan teh hangat untuk mertua dan suaminya.beta kaget nya ga nyangka mama mertuanya percaya hal hal mistis begitu, dia bersikap seolah-olah tidak tahu,nnti akan dia cari tahu Sendiri.
"Serius amat sih,ini mah pahas teh nya sama cemilan,"
si mama mertua kaget dia takut mantu nya denger omongan tadi.
"Oh iya taro situ aja,kmu dari tadi atau baru naik ke atas"tanya mama mertua nya.
"Baru mah tadi abis bantu bibi langsung buat cemilan dan langsung deh ke tas sini"padahal dia bohong ,tak apalah.
"Ehmm,,,enak ini kamu memang pintar mask ya ,pantas saja Hadi jadi gemuk sekarang,"celetuk si papa mertua.
"Ih,,papa,mas Hadi tuh makan nya bnyak pah,kalah Ersa "
__ADS_1
sementara si mama asik mainin HP nya sambil sesekali melihat Ersa.