
Ersa masih belum juga sadar dari habis operasi yang membuat Hadi khawatir,sampai sampai Hadi lupa mengabarkan orang tuanya dan mertuanya.
"sayang ayoo dong sadar jangan buat aku tambah bersalah"
tuh kan bukannya menyesalinya tapi malah berkata gitu,, hadehhh.
karena Ersa tak kunjung sadar Hadi keluar kamar,akhirnya menelepon orangtuanya.
"Halo mah,,,Hadi di rumah sakit,Ersa masuk rumah sakit mah"
"Loh kenapa Ersa ,,ya sudah mama sama papa ke sana ya"
setelah selesai menelepon dia pun langsung masuk kembali ke ruangan istrinya di rawat, ternyata Ersa sudah sadar,dan itu membuat Hadi tersenyum.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar sayang"
"Mas aku di mana,ada apa ini.dan aku kenapa bagian bawah perutku sakit ini"
rupa nya Ersa lupa kalau dia semalem habis keguguran.
"Hadi gimana Ersa"tanya mama nya yang baru saja datang di ikuti sang suami di belakangnya.
si papa langsung menarik tangan anaknya keluar ruangan dan "plak..."
"Apa yang sudah kmu lakukan sampai Ersa begini dan harus kehilangan bayinya ha,,,"
'Maaf pah Hadi khilaf pah '
"Khilaf kamu bilang,susah berapa sering kmu menyiksa Ersa ha,,"
Hadi hanya bisa diam menyesali semua perbuatannya.
sementara di dalam ruangan.
" Mah kenapa papa menarik mas Hadi'
"Sudah biarkan saja itu anak memang harus di kasih pelajaran "
"gimana keadaan kamu Ersa "yah biarpun sang mama mertua membencinya tapi sebenarnya mama mertua nya itu sayang padanya"
"Alhamdulillah saya baik mah ,cuma kok di bawah perut sini sakit kenapa ya mah"
"Loh kamu belum tahu,bayi kamu meninggal di dalam Ersa kmu keguguran,Hadi bilang kalau kmu kehilangan banyak darah jadi bayi mu tidak tertolong"
"Apa mah,,,,"teriak Ersa histeris.untungnya kamarnya VIP sehingga tidak ada yang mendengar teriakannya.tapi Hadi dan papa mertua nya langsung masuk begitu dengar suara teriakan Ersa.
"Ada apa mah,,kenapa sayang"tanya Hadi yang melihat Ersa menangis.
__ADS_1
"kamu memangnya belum kasih tahu Ersa kalau dia keguguran bayinya."
si papa mertua langsung melotot melihat istrinya itu.
"Bukan tidak mau kasih tahu mamah tapi dokter bilang,nanti pelan pelan kasih tahu nya,"lalu Hadi membelai rambut istrinya dan berkata."sabar ya sayang"
Ersa langsung menatap suami nya hendak marah tapi tidak mungkin karena masih ada mertuanya.dia hanya bisa menangis.dan merasakan sakitnya bekas jahitan,belum lagi luka di kepala nya dan memar di tangan dan kakinya juga badannya.dalam hatinya dia berkata"ApA salah saya ya Allah kenapa harus saya yang mengalami ini semuanya.harus menahan siksaan dari suami dan harus kehilangan bayi yang masih di kandungan "tak henti Ersa menangis.
"Ya sudah papa sama mama pulang dulu ya,Ersa yang sabar ya nak, insyaallah nanti akan di ganti lagi sama Allah "ucap papa mertua nya.
"Hadi mama pulang ya,bisa mama bicara sebentar,"
"Ersa sabar ya "kata mama mertua nya.
Ersa hanya mengangguk kan kepala nya.dia lalu berbaring kembali karena merasakan sakit kepalanya.
sementara Hadi dan orangtuanya sudah keluar kamar , mereka berbicara agak jauh dari kamar rawatnya Ersa khawatir Ersa mendengarkan.
"Hadi keterlaluan kamu,coba kalau Ersa kenapa-kenapa apa yang harus di sampaikan ke orangtuanya"bentak sang mama,yang merasa anaknya ni sudah kelewatan.
"Hadi khilaf mah,ga nyangka bakal begini bakal kehilangan anak Hadi,Hadi cemburu mah Hadi ga terima istri Hadi di dekati laki laki lain"jawab nya menyesali.
"ya tapi ga harus kasar Hadi,Mau sampai kapan Hadi sikap temperamen kamu itu,rubah nak,sebelum terlambat"sambung si papa.
Hadi hanya bisa merutuki sikapnya yang pencemburu dan temperamen itu.sungguh iya tidak menyangka akan fatal akibatnya.
"Belum mah Hadi tidak berani menghubungi mereka,Hadi takut"
Setelah orangtuanya pergi Hadi pun kembali ke kamar rawatnya Ersa.tapi sebelum dia membelikan cemilan untuk Ersa.
Sementara di kamar Ersa mengambil hp nya di tas dan menghubungi keluarga nya kalau dia ada di rumah sakit keguguran.
"mah ,kakak di rumah sakit ,kakak keguguran mah"katanya sambil sesenggukan.
"Ya Allah kakak,kapan rumah sakit mana sayang ,biar mama sama papa ke sana ya"
"iya mah nanti kakak kirim alamat nya,kakak tutup dulu ya mah "
dia pun mulai mengirimkan alamat rumah sakit nya.ke hp sang mama
tiba tiba pintu kamar di buka ternyata suaminya sudah datang membawa buah dan kue .
"sayang makan bubur nya dulu ya"
Ersa hanya mengangguk kan kepala,karena sejujurnya di pun sangat lapar.
setelah makan Ersa kembali berbaring.
__ADS_1
Hadi pun pamit pulang sebentar guna mengambil baju ganti istrinya.
"Aku pulang sebentar ya,mau ambil baju ganti dan keperluan lainnya"
Ersa hanya mengangguk,karena sejujurnya dia masih marah sama suaminya.
Tiga jam sudah Hadi pulang ,tiba tiba pintu kamar di ketuk dari luar.
"Assalamualaikum kakak"ucap salam yang baru datang, ternyata orangtuanya dan adeknya.
"Kakak kenapa bisa gini,mana suami kamu ”tanya papanya yang seperti nya marah .
"Mas Hadi pulang dulu pah ,ambil keperluan Ersa"
"Dari kapan pulangnya suami mu"
"Baru pah setengah jam yang lalu"
Yah Ersa berusaha menutupi suaminya,(Astaghfirullah Ersa,,, kmu ya masih aja bela suaminya, hadehhh)
"kakak kenapa begini kakak belum jawab pertanyaan papa"kata papa nya lagi.
"Maafin kakak pah,kakak ceroboh kemarin malam buru buru mau masuk kamar mandi,mungkin karena kecapean habis acara perpisahan di tempat kerja,kakak terjatuh dan kepala kakak membentur pinggiran pintu kamar mandi dan wastafel, mungkin karena terlalu kencang jatuhnya sehingga kakak mengalami pendarahan yang banyak pah"
cerita Ersa sambil menahan air matanya.dia mencoba menutupi kejadian yang sebenarnya,dia tidak mau orangtuanya sampai tahu gimana perlakuan suaminya kepadanya selama ini.
"Astaghfirullah kakak,hati hati dong sayang,"ucap mama sambil mengusap lembut kepala anaknya itu.
Diperlakukan bak anak kecil Ersa tak tahan luluh lah air matanya.
"Sudah sayang jangan Nangis ya, ikhlas kan si dd bayi ya, insyaallah nanti akan di ganti lagi sama Allah,tapi harus di jaga baik baik,kan kakak sudah tidak bekerja ,pasti ga kecapean lagi nanti,mama papa semuanya selalu berdoa buat kakak"ucap si papa lagi.
tak berselang lama Hadi pun akhirnya datang juga.dia terkejut melihat ada mertuanya.
Dia pun langsung menyalami mertuanya dan berkata seolah-olah tidak terjadi apapun.
"Loh pah mah kapan dateng kok bisa tahu Ersa di sini"
"Aku yang telepon mas"jawab Ersa.
"Kamu gimana sih, istri masuk rumah sakit bukannya kasih kabar ,istri kamu ini anak saya,kalau terjadi apa apa sama anak saya bagaimana "si papa sudah mulai terbawa emosi.
"Maaf pah bukan begitu tadi nya habis dari rumah Hadi mau kabarin papa dan mama.maafin Hadi ya pah mah dek"ucap Hadi lagi yang memang sudah ketar ketir takut mertua nya tahu kejadian sebenarnya.takut istrinya menceritakan sebenarnya.
"Iya papa maafkan,lain kali kalau ada apa apa dengan Ersa kmu harus langsung kabarin papa,dan di jaga istri kamu jangan sampai terjatuh lagi dan kecapean lagi,"
Hadi langsung melihat kearah istrinya dia pun membelai rambut istrinya dan berkata"Iya pah maafkan Hadi"(Hadi Hadi berkat istrimu tuh kmu selamat dari amukan mertua kamu).
__ADS_1